2017, Saatnya Berbenah Dunia Nyata dan Maya

Kali ini saya ga mau membohongi diri sendiri. Nulis dengan penuh make-up di sana sini. Saya pengen nulis kayak dulu lagi. Natural. Mengalir. Jujur. Apa adanya. Berbagi apa saja yang saya alami, pikirkan, tanpa perlu takut dibaca dan dijudge orang. Ini kan blog saya, bebas nulis apa saja, dong? 

Saya sudah ngeblog selama 8 tahun, sejak 2009. Mmm.. mungkin lebih persisnya saya ngeblog dari tahun 2006 karena sudah bisa bikin blog sejak pertama kali pakai e-mail Yahoo saya yang alay, hehehe. Semua tulisan saya dari masa super alay itu masih bisa kalian telusuri di sini. Mulai dari masih naksir teman seumuran sampai galau perkuliahan, semua masih ada. Yang dihapus hanya foto-foto yang menampilkan diri saya.

“Ga malu, dibilang alay?”

Enggak, karena jika saya yang alay itu tidak ada, maka tidak ada saya yang sekarang ini. Silakan judge diri saya sebebas-bebasnya. Nobody cares.

Saya sudah menganalisis gaya tulisan yang dulu sampai yang terbaru ini. Ternyata, ditemukan indikasi banyak sekali polesan. Efek gandrung bersosialmedia. Jadi terlalu memperhatikan citra diri. Saya kehilangan Ersti yang asli. Saya kehilangan style menulis yang asli. Lha terus kemana, ya? Alhamdulillah sekarang sudah ketemu.

Sekarang, saya adalah wanita yang berusia 24 tahun. Saya sudah berkeluarga. Walaupun saya adalah mantan wartawan, mantan mahasiswa arsitektur, tetapi saya bersyukur telah menjalani itu semua. Walaupun lebih dari 50% diri saya sudah berubah, tapi saya masih suka jalan-jalan, saya masih suka belajar, saya masih memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Saya masih akan menerbitkan sebuah buku sama suami dan sekarang resmi menjadi istri dan ibu yang beraktivitas di dalam rumah sembari menikmati hari 🙂 Semua tanggungjawab di luar saya lepas dulu demi membersamai si kecil yang tengah bertumbuh. NOW I AM A FULL TIME MOM AND VERY HAPPY 😀 Alhamdulillah. 

Sebenarnya selama ini saya lama ga menulis di blog karena masih menata hati dan pikiran, beberes rumah, beberes dunia maya, mencari-cari jati diri (emang sembunyi di mana?), juga memaafkan diri sendiri karena hal ini dan hal itu. Pokoknya berdamai dengan diriku di masa lalu, lah. 

free

Alhasil, sekarang saya mau jujur sama diri sendiri, memulai dari awal lagi, menghapus masa lalu yang suram, tidak bersosial media kecuali buat nge-blog dan searching hal-hal bermanfaat. 

Saat ini saya berusaha menerapkan ajaran Esensialisme. Melakukan yang penting-penting aja! Ini efek setelah baca buku The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing punya Marie Kondo dan The Power of Less punya Leo Babauta. Pokoknya lebih mindfulness, deh! 

Pesan dari saya: Buat apa kita terlihat X kalau kita aslinya Y, buat apa kita terlihat X kalau itu cuma polesan? So, be the best version of yourself and be original, Moms!

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: