7 Ide Ramah Lingkungan dan Cerdas Finansial untuk Keluarga Kita

Isu ramah lingkungan memang lagi ngehits di abad 21 ini. Gimana enggak, polusi di mana-mana, orang pakai AC di mana-mana, gedung tinggi di mana-mana, mobil motor di mana-mana, super market di mana-mana which means kantong plastik di mana-mana. Betapa ga ramah lingkungannya kita dan kehidupan masa kini.

Qadarullah lagi browsing ide cerdas finansial untuk anak dan menemukan artikel Membentuk Keluarga Cerdas Finansial dan Ramah Lingkungan. Bergizi sekali! Saya langsung forward ke suami dan suruh baca. Pelan-pelan kita aplikasikan bersama di keluarga kecil kami.

Berikut intisari materi dari Isti Khairani, ST, CFP® , QFE® QWP® pada Rabu, 27 April 2016.

“Setiap keluarga bisa mengambil peran untuk membuat bumi menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk kenyamanan bumi sebagai tempat tinggal. Gaya hidup ramah lingkungan yang dilaksanakan dalam sebuah rumah (yang dalam bahasa Sunda disebut “Bumi”) dapat berpengaruh dalam menghemat pengeluaran belanja rumah tangga, sehingga dapat mewujudkan sebuah keluarga yang cerdas finansial dan ramah lingkungan.

Keluarga adalah institusi pertama setiap orang. Dalam skala keluarga pula, setiap pengajaran baik bisa diteruskan, termasuk soal sampah. Bank Sampah Bumi Inspirasi memiliki tujuan untuk menciptakan “Gaya Hidup Minim Sampah” dan “Sampah bisa Jadi Uang”, yang dimulai dari perubahan perilaku keluarga dalam mengelola sampah, dengan lokomotif utama adalah ibu dan anak.

Berikut beberapa tips terkait cerdas finansial dan ramah lingkungan :

1. Rajin pilah sampah, dan sampah bisa menjadi uang

Keluarga yang rajin memilah sampah, dan sampah anorganik yang bernilai ekonomis dijual di bank sampah, maka akan menjadi tambahan pendapatan untuk dapur keluarga. Budaya membuang sampah pada tempatnya, Gerakan Pungut Sampah, budaya pilah sampah harus dimulai sejak dini.

2. Membangun Dapur Hidup

“Grow your own food” yuks menanam tanaman yang bisa dikonsumsi keluarga, sehingga keluarga bisa  mendapatkan makanan sehat dan murah.

3. Berkebun bersama keluarga di rumah

Berkebun itu MUDAH, siapapun bisa berkebun, asalkan tahu caranya, mau belajar ilmu berkebun dan semangat. Berkebun di lahan yang sempit pun bisa, tak perlu biaya besar, penggunaan bahan bekas untuk wadah tanam pun bisa. Berkebun bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk liburan akhir pekan bersama keluarga. Untuk pemula, pilihlah sayuran yang mudah ditanam dan berisiko gagal kecil. Tanaman yang cocok untuk pekebun pemula adalah bayam dan kangkung. Cepat tumbuhnya, mudah perawatannya, dan bisa dipanen dalam waktu 21 hari setelah tanam. (Sumber : Bunda Britania)

4.. Liburan edukatif ke taman kota

Sebagian besar keluarga, bocor halus pengeluaran terbesar adalah saat weekend, yaitu saat rekreasi bersama keluarga. Keluarga cerdas finansial dapat mengisi liburan akhir pekan dengan mengajak keluarga ke taman kota (tidak harus ke mall atau restoran), sehingga liburan dapat lebih edukatif dan murah.

5. Kreatif menggunakan perlengkapan dapur

Kurangi penggunaan tissue, dan gunakan lap karet (yang biasa digunakan untuk mencuci mobil) atau lap lainnya untuk membersihkan kotoran di dapur atau di rumah. Hal ini dapat menghemat biaya belanja bulanan untuk biaya belanja tissue, dan ramah lingkungan karena dapat mengurangi sampah.

6. Selalu membawa bekal air minum dalam botol isi ulang

Hal ini lebih hemat untuk mengurangi biaya pembelian air mineral dalam botol, dan juga ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan sampah.

7. Membawa wadah makanan sendiri

Saat bepergian sebaiknya selalu membawa wadah makanan sendiri dan kantong kain, sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan lebih sehat. Karena makanan panas yang dimasukkan dalam plastik berbahaya untuk kesehatan.”

***

Lalu apa saja tindakan yang sudah kami terapkan di keluarga demi mewujudkan #KeluargaSurgaCerdasFinansial #KeluargaSurgaCintaLingkungan ?

Kami berusaha rutin menggunakan sepeda elektrik. Sepeda yang mirip motor, namanya Migo E-bike! Murah dan nyaman. Kamu bisa naik motor berasa naik sepeda, lho. Review tentang sepeda ini akan saya bahas kemudian.

WisaTAMAN

Zaman masih jadi jomblo ting-ting dulu hobi saya adalah motoran ke taman-taman di Surabaya. Nah, saya ingin menularkan hobi itu ke anak dan cucu, eehh anak dan suami maksudnya.

Kami juga sekarang cukup sering bepergian ke taman kota. Tidak usah yang jauh, taman kompleks di beberapa perumahan juga banyak yang bagus kok. Apalagi perumahan elite hehehe. Ada kolam angsa, gazebo, kucing, rumput untuk duduk atau rebahan, dan lain-lain. Wisata mudah dan murah. Tinggal parkir sepedanya di pinggir taman atau jalan kaki pagi dan sore hari, kalau siang jelas panas, kalau malam jelas berangin.

Buat yang di Surabaya, cobain tuh 1001 taman kota di dalamnya. Oase banget buat kota yang panasnya super ini.

Botol Minum

Kami juga selalu membawa bekal air minum dalam botol isi ulang. Kami menggunakan botol Rubbermaid warna pink dan hijau isi 600 ml. Beli di ACE hardware karena kami sudah bosan pakai botol yang gampang tumpah. Agak mahal sih tapi gapapa yang penting awet. Lumayan dua botol untuk bertiga (saya, anak, suami). Kami pilih yang ada strap untuk memudahkan tangan membawa atau menggantungkannya.

Wadah Makanan

Membawa wadah makanan sendiri, kadang. Terutama waktu si kecil masih bayi banget, kami biasakan membawa wadah makan sendiri dari rumah. The most important thing for emak-emak hemat adalah bawa wadah makanan saat kalian lagi nginep di hotel. Makanan breakfast tuh kan all you can eat ya biasanya, bungkus aja tuh yang banyak, masukkan ke wadah makananmu. Saran saya pilih wadah makanan yang agak branded supaya tutupnya rapat ga gampang buka.

Minimalisasi Tissue

Yang baru saja kami lakukan adalah memaksimalkan penggunaan kanebo daripada tissue. And it works! Jadi lebih jarang pakai tissue deh. Kanebo bisa buat lap basah dan kering, serta bisa dicuci berkali-kali. Thanks to whoever invents kanebo 🙂 

Tas Belanja

Kami juga menggunakan tas belanja sendiri. Ga perlu beli, cukup longok koleksi totebag bonus atau gratisan, shopping/folding bag lipat hasil souvenir kondangan, atau biasanya ada tas punya mama yang nganggur di rumah. Izin aja buat dipakai jadi tas belanja. Lumayan, kan, jadi hemat tas plastik/kantong kresek. Sebenarnya saya sangat menyayangkan kebijakan pemerintah meniadakan aturan kantong plastik berbayar (walau cuma 200perak). Padahal dengan itu jadi mikir-mikir lho buat ambil kantong kreseknya.

Grow Our Own Food (?) 

Nah, yang soal menanam makanan sendiri sih, kami masih belum ya. Jadi ceritanya dulu kami pernah beli bibit sawi di Superindo. Eh tapi setahun ga ditanam dan…. you know…. expired! Ternyata bibit tanaman kayak gitu ada expired-nya juga ya. Baru tau nih ane. Gagal deh program grow our own food. 

Sampai sekarang saya masih belum dalam taraf suka berkebun. Hobi mama saya tuh ga menurun. Hehe. Tapi saya masih aware kalau urusan menyiram tanaman lah ya. Jadi soal berkebun dan grow our own food yang pernah saya coba hanyalah menanam jamur Growbox. Ini konsepnya keren banget. Jamur tiram putih itu kita tanam sendiri dan ga sampai sebulan bisa kita panen, masak, dan makan sendiri. Asik kan? Tapi itu dulu sih pas zaman jomblo. Pas udah berkeluarga pengen sih ngajarin ke anak dan suami. Mudah-mudahan bisa terlaksana ya. Buat yang penasaran sama Growbox, coba googling aja.

Terus, apalagi yaa yang udah kami lakukan biar sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui? Cerdas finansial iya, ramah lingkungan juga iya? Ooh ya, menggunakan kertas bekas untuk si kecil menggambar dan corat-coret. Selain itu juga meminimalisasi lampu yang menyala di rumah. Tidak menggunakan mobil dan motor pribadi juga.

Sekian dulu light sharing dari kami! Semoga Indonesia yang lebih bijak menggunakan uang dan berlingkungan bisa terwujud. Aamiin. Kalau keluarga kamu gimana, sudah ngapain aja?

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: