A list to do by a Mommy [by cfasyifa]

cfasyifa:

Menjadi seorang ibu selama dua minggu ini, baanyak yang masih harus dipelajari. Meskipun sudah banyak-banyak baca berbagai literatur tentang mengurus baby baru lahir dengan segala tektek bengeknya, tapi practice is harder than theory.. hehe .. Meskipun lebih sulit, but it’s fun, apalagi kalau kita udah capek-capek dedeknya senyum, capek yang tadi langsung menguap. 😀

Sekarang, sedikit-sedikit sudah mulai bisa beradaptasi dengan rutinitas baru. Ya, baru sedikit. Karena terkadang, setelah kita tau kebiasaan baby yang ini muncul lagi tanda-tanda kebiasaan baru. Inilah yang membuat seorang ibu harus extra sabar dan extra tenaga dalam mengurus baby. Dukungan suami dan keluarga sangat berperan dalam memotivasi ibu agar dapat melewati masa transisi ini. Selain itu, seorang ibu pun sebaiknya mengetahui apa yang harus dia lakukan agar kondisi badannya lebih cepat pulih dan dapat kembali beraktivitas. Dan ini beberapa pengalaman saya :

  • Sepulangnya dari tempat bersalin, pastikan sudah ada yang menyiapkan kamar yang bersih dan rapih agar ibu dan bayi bisa langsung beristirahat. Bayi dan ibu berada di satu ruangan, agar memudahkan ibu yang belum bisa banyak bermobilisasi.
  • Pasca melahirkan, ibu harus banyak beristirahat, sehingga membutuhkan banyak bantuan untuk mengurus keperluan dasar, terlebih di minggu pertama. Makanan, kebersihan rumah, cuci-mencuci harus sudah ada yang menangani.
  • Gunakan pakaian yang nyaman untuk menyusui dan berbahan dingin. Karena di minggu pertama, rasanya akan sangat gerah dan sebaiknya ibu tidak memakai kipas atau ac.
  • Selalu siapkan air panas di termos dan air dingin, untuk membersihkan bak dan bab bayi, jangan terlalu sering menggunakan tissue basah untuk menghindari lecet dan bahan kimia.
  • Ibu ikut beristirahat saat bayi beristirahat, karena pada siang dan malam hari tidur ibu akan terganggu, maka ikutilah pola bayi. Pada hari-hari pertama pola tidur bayi belum terbentuk, kalo dedek Emir baru punya pola tidur setelah 3 hari ketika ASI sudah lancar. Bangunnya hampir setiap jam, lalu lama-lama 2 jam sekali sampai sekarang.
  • Bayi cegukan dan gumoh. Bayi cegukan karena beberapa kondisi, cara mengatasinya saya olesi dada dan perutnya dengan minyak telon, dibalut dengan kain lalu dibungkus selimut dan dipeluk. Kalau bayi gumoh, mungkin dia kekenyangan atau posisi menyusui tidak benar, angkat bayi ke bahu agar susu dapat mengalir ke lambung.
  • Menjaga asupan makanan. Ini sangat penting karena berpengaruh pada bayi yang sumber makanannya dari ibu, terutama bagi bayi ASI. Selain untuk ASI, makanan menunjang pemulihan kondisi badan ibu. Makanlah banyak serat sampai ibu mendapatkan BAB pertama dan hindari daging-dagingan terlebih dahulu untuk menghindari bab keras karena jika BAB sampai keras akan menyulitkan ibu yang masih sulit untuk mengeden (menurut ortu-ortu), tapi menurut medis, makanlah semua makanan kecuali pedas dan asam. Dalam pemilihan makanan semuanya dikembalikan pada ibu. Kalau saya, di minggu pertama memang anti daging karena alasan tadi, tapi setelah BAB pertama, saya makan daging ayam kampung dan daging sapi agar kebutuhan protein tetap terpenuhi.
  • Yang paling penting yang harus seorang ibu lakukan adalah jangan panik. Seorang ibu tentu ingin selalu memastikan anaknya baik-baik saja, tidak jarang sedikit tangisan membuat ibu panik dan bertanya-tanya ada apa dengan sang anak. Tangisan adalah bahasa bayi, maka pahamilah. BIasanya bayi menangis karena 1) popok basah 2) lapar 3) kesakitan. Maka jika bayi menangis, periksa popoknya jika basah segera ganti karena bayi tidak nyaman, jika setelah itu masih menangis lihat apakah mulutnya bereaksi ketika didekatkan oleh jari, mungkin dia lapar, maka berikan susu, jika tidak bereaksi periksalah apakah ada binatang yang menggigitnya atau tangannya terjepit sehingga dia kesakitan.
  • Berbicara pada suami dan keluarga. Bila seorang ibu sudah bisa menguasai kepanikannya, kepanikan lain timbul dari suami dan keluarga. “Itu kenapa adek nangis?” “Ih itu lapar deh kayanya adeknya” komentar-komentar seperti itu bisa membuat seorang ibu kembali panik atau kesal. Loh kan bahasanya adek itu nangis jadi kalo ditanya kenapa nangis terus kan harus jawab apa, jadi komunikasikan dengan suami dan keluarga agar ibu tetap tenang dan dapat mengatasi tangisan bayi. Biasanya suami sudah bisa mengerti dan tidak sulit diajak berkomunikasi, tetapi keluarga lain biasanya lebih sulit, maka bersabarlah dan terus berkomunikasi.
  • Tetap miliki me time dan ‘husband time’..hehe Mengurus baby memanglah menjadi prioritas utama, tapi usahakan tetap punya waktu untuk melakukan kegiatan menyenangkan untuk kebutuhan ibu dan kegiatan bersama suami, semisal membaca buku, luluran, membuka sosmed, mengobrol dengan suami, menonton tv dan lain-lain, agar ibu tidak merasa bosan dan tidak mengalami baby blues.

Sekian tentang a list to do by mommy-nya.

Tasikmalaya, 7 April 2014

Ditulis di sela-sela waktu dedek Emir bobok.. 🙂

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: