Tentang

Assalaamu’alaikum. Selamat datang di rumah maya ini. Terima kasih sudah berkenan berkenalan dengan ibu pembelajar di universitas kehidupan di blog Life as Student Mom.

***

Ersti, dari ‘der Erste’, bahasa Jerman dari ‘yang pertama’. Seorang anak pertama yang bangga karena dilahirkan sebagai perempuan ke dunia fana ini. Seorang istri yang bersyukur karena dilahirkan sebagai pendamping hidup sang suami. Seorang ibu rumah tangga muda yang bahagia karena ditakdirkan sebagai guru dan sekolah pertama untuk sang buah hati.

Seorang anak yang menerima dengan ikhlas dilahirkan dari kedua orangtua yang tak pernah dipilihnya sendiri, namun dipilihkan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Seorang kakak yang selalu merasa tak pernah bisa menjadi contoh terbaik bagi adik laki-laki semata wayangnya. Seorang wanita yang percaya bahwa dengan kata-kata, dirinya bisa mengubah dunia. Seorang mantan mahasiswa arsitektur dan Urban Development yang yakin bahwa ia masih bisa menjadi arsitek peradaban. Seorang hamba yang memiliki banyak impian untuk diperjuangkan di jalan-Nya.

Seorang pribadi yang senantiasa mempercantik hati dan memperbaiki diri hingga ajal menjemput nanti. Seorang makhluk yang suka berkelana ke berbagai penjuru dunia mencari makna untuk apa Tuhan menciptakannya. Seorang penikmat kata-kata yang bisa ditemui ruang mayanya: adiarersti.com. Sebelumnya menulis buku Twin Path bersama suami.


Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
(Pramoedya Ananta Toer)

Allah looks not at your figures, nor at your outward appearance but Allah looks at your hearts and deeds.
(Muslim)

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
(Sapardi Djoko Damono)

Take nothing but pictures, leave nothing but footprints.
(Travelling credo)

Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.
(Pramoedya Ananta Toer)

Mencintai angin harus menjadi siut, mencintai air harus menjadi ricik, mencintai gunung harus menjadi terjal, mencintai api harus menjadi jilat, mencintai cakrawala harus menebas jarak, mencintaiMu harus menjelma aku…
(Sapardi Djoko Damono)


Nanti, jika aku tak bernafas lagi di dunia ini, aku ingin anak cucuku mengingatku melalui karya-karyaku, salah satunya, di sini.

5 Comments

  1. Wah mantap kali ni blog. Kebetulan, saya dan istri memang senang belajar hal-hal seperti yg blog ini bahas (terutama homeskul dan parenting).. izin bookmark nih blognya.. biar kalo mau mampir gampang heheheh

    salam kenal dari bandung,, hehehehe peace

    1. Alhamdulillah.. Salam kenal Mas Mitawakal. Saya dari Surabaya. Salam juga untuk istri 😀 Tentang Homeschooling insyaAllah akan saya tulis lagi lebih dalam.. Kemarin baru 2 kali saja hehehe. Saya juga suka baca buku tentang homeschool dan parenting, lalu saya review..

  2. Halo Ecci, I’m visiting your blog now. ^^
    Terima kasih sudah berkunjung ke blogku. Aku sudah subscribe blog ini biar dapet update kalo ada tulisan baru karena tulisannya Ecci bagus-bagus. 😀

    1. Waaa makasih banyak kunjungan baliknya mbak Rat. Semoga kita bisa ketemu di dunia nyata ya suatu hari nanti. Aku juga suka blog mbak Ratri karena gaya penuturannya yang blak-blakan. Wkwkwk 🙂

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *