Ada Endorfin di Tanah Arabia

“Every journey should bring you closer to Allah.” – Jilbab Traveler, Asma Nadia

Ada yang aneh saat pertama kali memasukinya.
Ada yang aneh saat pertama kali melihatnya.
Ada yang aneh di setiap detiknya…. setiap menitnya….
Di setiap burung yang beterbangan di sana.
Ya, ada endorfin di Tanah Arabia.

Sebuah kumpulan pengalaman 9 hari di Tanah Arabia.
Sebuah kumpulan luapan kebahagiaan yang tercermin dalam fotografi dan prosa singkat selama berada di tanah suci Mekkah, Madinah, dan Jeddah, Maret 2013.

Ada Endorfin di Tanah Arabia

Hari 1. 20 Maret 2013
Alangkah senangnya hati saya saat itu. Seperti kedua mempelai yang akan bertemu di pelaminan, seperti itulah rasa hati kala itu. Deg-degan, senang, bingung, takut, sedih. Tak bisa diungkapkan. Setiap hari sebelum hari H, saya hanya bisa menangis ketika banyak berita artis di infotainment disiarkan. Mengapa? Mereka sedang umrah. Para artis dengan bahagia menceritakan pengalamannya. Terkadang satu dua gambar ka’bah terselip. Hati saya pun tersentuh. Air mata tak dapat terbendung lagi. Pecah seketika. Belum lagi ketika ada yang melantunkan kata-kata “Labbaikallahumma labbaik….” rasanya seluruh tubuh bergetar. Begitu pula yang aku rasakan di saat manasik umrah. Manasik dilakukan seminggu sebelum keberangkatan. Aku dan keluarga melakukan manasik di kantor Shafira. Shafira merupakan biro travel yang keluarga saya pilih untuk umrah. Selama di sana, kami diajari mulai dari awal. Benar-benar seperti orang awam yang belum tahu apa itu umrah. Selain definisi umrah, kami juga diajari cara melafalkan doa-doanya dan cara mengenakan baju ihram, serta larangan-larangannya. Ini penting banget, guys. Oya, hari itu, 20 Maret 2013, kami berangkat dari Bandara Juanda Surabaya pada pukul 06.00 WIB menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Setelah itu, dengan menggunakan pesawat Lion Air Boeing 747-400, akhirnya kami sampai di Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada sore hari dan kami melaksanakan shalat jama’ di Bandara. Setelah itu kami pergi menuju Madinah, ke hotel Shourfa. Hotelnya lumayan bagus untuk kelas bintang 3. Namun, saat pertama masuk, saya sudah kebagian tugas menelepon operator. Sempat bingung mau bicara bahasa apa. Akhirnya saya bilang ngawur saja, “Ana Andunesy,” mungkin bisa menjelaskan bahwa Saya Orang Indonesia. Kata-kata itu saya copy paste mentah-mentah dari Ayat-Ayat Cinta :p Akhirnya saya berbicara bahasa Inggris yang artinya, “Air kamar saya mati.” Setelah itu, air dapat keluar dengan lancar. Kami berempat pun tidur dengan cukup bahagia di kamar yang kecil dan memiliki 4 bed tersebut.


Hari 2. 21 Maret 2013
Hari kedua, kami pergi menuju Masjid Nabawi di waktu Subuh. Selanjutnya kami pergi ke makam Rasulullah, Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar bin Khattab yang urut dari Utara-Selatan. Di sana saya diberitahu bahwa jika kita salam kepada Rasulullah satu kali, Rasulullah menjawab sebanyak 10 kali. Di sana kita dianjurkan untuk memperbanyak sholawat. Nah, perjuangan terberat selama di sana adalah ke Raudhah (taman surga). Di sana ada mimbar Rasulullah dan Kamar Tidur Fatimah. Namun kami yang perempuan tidak diperkenankan melihatnya. Entah kenapa. Suasana di sana berdesak-desakan. Untung kami bersatu dengan rombongan Malaysia dan Indonesia yang lain sehingga cukup bisa masuk dengan aman.

Monumen di depan Masjid Nabawi yang selalu dipenuhi burung-burung merpati.
Hotel Al-Fayruz Al-Massi. Saya sering tertawa melihat gambar ketiga orang ini di depan hotel saya.
Suasana Masjid Nabawi yang ramai dan sesak, namun tidak sesesak Masjidil Haram.
Interior toilet dan tempat wudhu di Masjid Nabawi.
Interior Masjid Nabawi

Atap otomatis (sedang menutup) di Masjid Nabawi

Atap Otomatis (sedang membuka) di Masjid Nabawi

Payung Masjid Nabawi, menaungi para jamaah di siang hari yang terik.
Saya dan keluarga menyebutnya ‘picnic on the street’. Kebiasaan warga Timur Tengah mungkin ya 🙂

Jalan di depan Masjid Nabawi yang cukup sibuk.


Monumen di depan Masjid Nabawi, seolah-olah diapit dua menara masjid yang tampak megah.

Sebuah detail ornamen di sebuah hotel di Madinah.


Hari 3. 22 Maret 2013
Hari ketiga adalah hari Ziarah Madinah. Kami pergi berkeliling kota untuk melihat masjid Quba (masjid pertama yang dibangun Rasulullah di Perkampungan Quba). Lalu ke Masjid Qiblatain (memiliki 2 kiblat, Palestina dan Ka’bah). Kemudian ke Jabal Uhud (tempat terjadinya perang Uhud) dan yang paling ditunggu-tunggu ibu-ibu rumpi adalah ke Pasar Kurma. Di sana kita bisa membeli kurma, coklat, kacang, kismis, dan lain-lain yang khas Arab. Kita juga bisa minum teh gratis sembari makan kurma, kacang, coklat, dan kismis yang telah kita beli. Hari ini juga menjadi hari lost and found sedunia yang membuat jantung saya dan ibu saya berdebar 2000x lebih kencang! 


Suasana jalan yang cukup lengang di Madinah. Jarang terlihat motor. Kebanyakan mobil dan bus.
Daripada ngamen, mending bersihin mobil.


Boleh parkir di sini!

Hari 4. 23 Maret 2013
Ke Raudhah memang nagih! Kami (saya dan ibu) kesana lagi selepas Subuh-Dhuha. Setelah itu kami tidur. Capek bro! Oiya ada info lagi, kalau disebut nama Muhammad, Rasulullah, Habibullah, jawab: Allahumma shalli wasallim wabarik ‘alaik. Kami pun pergi trip ke Makkah. Kata ustadznya nih: Kota suci Makkah al Mukaramah dijaga oleh malaikat-malaikat pada batas-batas kotanya. Wooo, subhanallah kan :’) Terus kita juga ga boleh menghadap kiblat ketika buang hajat di padang luas. Keutamaan-keutamaan kota suci Makkah al Mukaramah selain itu adalah telah dibangun sejak zaman Nabi Adam. Nama lain dari Mekkah adalah: Bakkah, Ummil Qura, Qoryah, Al Balad. Masjidil Haram terletak di jantung kota suci Makkah. Oya, info selipan nih, sebenarnya saat umrah dan haji mengenakan pakaian yang jauh dari keduniawian, hanya kain putih yang disebut Ihram. Siangnya, kami pergi ke  Masjid Dzulhulaifah (Bir ‘Ali) untuk mengambil miqat. Hari itu merupakan hari ulang tahun perkawinan Ayah dan Ibu saya. Tepat setelah kami menyelesaikan prosedur umrah yaitu ihram, tawaf, sa’i, dan tahalul, kami pun berfoto bersama untuk memperingati hari ulang tahun perkawinan orang tua saya yang ke-23.


Tata lansekap Masjid Dzulhulaifah (Bir’Ali)


Interior Masjidil Haram
Hari 5. 24 Maret 2013
Hari itu kami juga menjadi jasa Lost and Found dadakan lagi. Kami mengantarkan seorang ibu yang lupa arah hotelnya! Nah lho. Kami sekeluarga pun menyempatkan pergi ke restoran Abu Turky di Grand Zam-Zam Hotel untuk membeli Martabak dan sejenisnya 🙂 Sebelumnya, kami tidak ingin melewatkan kesempatan luang untuk mengeksplor lantai 2 Masjidil Haram. Sehingga saya bisa mendapatkan gambar di bawah ini:

Inilah Ka’bah, yang saya lihat di sajadah setiap hari. Akhirnya saya bisa melihat secara langsung. Dan memotretnya dari lantai dua Masjidil Haram, sambil melihat, betapa kecilnya manusia. Pantaskah kami menyombongkan diri?

Hari 6. 25 Maret 2013
Pagi itu kami membeli CD sejarah Makkah dan Madinah. Setelah itu dengan menaiki bis, kami memulai perjalanan Trip Makkah hari ini dengan Jabal Tsur. Gunung ini merupakan tempat persembunyian Rasulullah SAW di makah saat akan hijrah ke Madinah), tingginya 500 meter Kami juga mampir ke Jabal Rahmah (tempat bertemunya Siti Hawa dan Adam).

Jabal Rahmah
 Ceritanya cuma saya, adik, dan ayah saya dari satu rombongan yang berhasil mendaki sampai ke puncak Jabal Rahmah! Saya pun berdoa memohon jodoh yang terbaik untuk saya. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Bendungan Zubaidah. Kemudian melihat Muzdalifah, yang merupakan salah satu rangkaian wajib haji dan melihat Mina yang dipenuhi tenda tahan api karena pernah kebakaran.

Petunjuk Jalan ke Muzdalifah, Mina, dan Jamarat
Psst ini bukan sunset! Ini difoto dari dalam bus yang kacanya gelap sehingga terlihat seperti sunset. Padahal di luar panas sekali lho di siang bolong.
O iya, sekedar info, Mina berarti bisikan, karena dulu Nabi Adam dibisiki malaikat bahwa akan bertemu Siti Hawa. Lalu 1 x jumrah = 7 x lemparan. Kalau haji, ada 3 jumrah, yaitu ula, wustha, aqabah. Tenda jamaah haji Indonesia ditempatkan di bawah karena fisik orang Indonesia tidak terlalu besar dan kuat. Sedangkan, tenda jamaah Turki dan Afrika berada di atas. Hari itu kami juga bersiap melakukan umrah jilid 2, sebelumnya mengambil miqat di masjid Ji’ranah, Mekkah.
Masjid Ji’ranah, tempat mengambil miqat kedua.

Hotel Grand Zam-Zam dilihat dari dalam Masjidil Haram,
Hotel Grand Zam-Zam di Mekkah. Di bawah jam raksasa ini terdapat tulisan arab yang selalu berganti-ganti.
Gambar ini saya dapatkan saat trip ke Makkah. Lihat struktur penopangnya! Keren, bukan?

Hari 7. 26 Maret 2013
Pada hari itu kami melakukan ibadah mandiri di masjidil Haram. Kami pun mendapatkan kejadian aneh lagi, yaitu adik saya tiba-tiba ngacir dari barisan shalat subuh karena tidak kuat menahan hasrat ingin BAK (Buang Air Kecil)! Akhirnya terjadilah insiden sandal jepit, yang ceritanya terlalu panjang untuk dituliskan. Di hari itu pun saya dan ibu saya ditolong seorang anak yang cantik, diambilkan Quran terjemah Indonesia. Subhanallah. Malamnya, karena saya kelaparan, saya dan Ibu membeli burger di Broast, yaitu salah satu kedai Junk Food di sepanjang jalan menuju hotel di Mekkah.

Suasana plaza Masjidil Harram yang menghadap Hotel Grand Zam-Zam.
Fasad hotel ini nampak lucu sekali 🙂


Hari 8. 27 Maret 2013
Dini hari kami melakukan Thawaf Wada’ sampai jam setengah 5 pagi. Thawaf Wada’ merupakan Thawaf perpisahan terhadap Ka’bah. Kami pun berharap dapat bertemu Ka’bah lagi suatu hari nanti. Aamiin. Lalu kami pun meninggalkan kota seluas 550 km persegi tersebut. Kami check out dari Hotel Haneen Firdous jam 8 pagi dan melakukan Jeddah city tour. Pada acara Jeddah city tour kami pergi ke makam Siti Hawa, Laut Merah, Masjid Terapung, shopping di Balad, dan mengunjungi salah satu toko terkenal yaitu Toko Ali Murah untuk membeli oleh-oleh.

Ini sedikit info tentang kota Jeddah:
  • Dijuluki kota Seribu Menara (bangunan-bangunan besar dan tertata rapi dibanding kota-kota lain di Saudi Arabia).
  • Pintu gerbang 2 tanah suci.
  • Pengantin pantai laut merah (40 km) mulai dari pertokoan Balad sampai ke sebelah utara.
  • Kota industri, pabrik yang berbasis internasional.
  • Kota ini cukup ramai.
  • Terdapat Masjid al Qishas, terdapat tempat Qishas di sana!
  • Di Mekkah dan Madinah tidak ada orang non muslim, namun di Jeddah terdiri dari berbagai kalangan dan agama.
  • Kedutaan Amerika Serikat di Jeddah dibangun ke bawah tanah untuk menghindari. terorisme: 24 jam dijaga aparat keamanan.
  • Terdapat Istana Raja Faisol.
  • Gaya arsitektur bangunan tidak hanya kotak seperti di Mekkah dan Madinah.
  • Banyak pemukiman. Kalau di Mekkah dan Madinah hanya sekitar masjid Nabawi dan Haram.
  • Jalan lebih macet.



Menara Masjid Terapung di Jeddah, perbatasan Laut Merah.
Masjid Terapung dan Laut Merah.
Hari 9. 28 Maret 2013
Kami pulang juga! Kami sampai di Jakarta pada pukul 08.00 WIB dan ditelantarkan selama beberapa jam sampai akhirnya terbang ke Bandara Juanda Surabaya. Setiap satu keluarga mendapatkan 2 galon Zam-Zam. Alhamdulillah bisa buat diminum dan dibagi-bagikan ke sanak saudara dan rekan di Surabaya. Terima kasih ya Allah, Engkau telah melancarkan perjalanan kami selama 9 hari. Kami mendapatkan pelajaran dan pengalaman hidup yang berbagai macam. Kami bersiap menjadi hamba yang lebih baik lagi. Aamiin. InsyaAllah. 
***

Oya, berikut barang-barang wajib di tas wanita saat umrah:

Buku manasik 
Masker
Paspor
Kartu vaksin
ID Card
Buku Doa, Dzikir dan Ma’tsurat
Kamera
Dompet 
KTP
Bedak
Tisu basah
Tisu biasa
Penutup punggung tangan
Kacamata hitam
Masker
Hand sanitizer
Pelembab
Bolpoin
Lip Balm
Vitamin

    Sekian, semoga saya bisa memperbaiki dan melengkapi tulisan ini dengan doa-doa sewaktu disana ya, suatu saat nanti. 
    Terima kasih Ya Allah, Engkau telah mengizinkanku pergi ke Baitullah sebelum raga ini meninggalkan jiwanya. Terima kasih Ayah, Ibu, dan Adik atas pengalaman berharganya di Tanah Suci. Semoga kita semua diberi kemudahan untuk pergi ke sana lagi. Aamiin.
    Semoga teman-teman juga dimudahkan :’)

    Photo courtesy of: Adiar Ersti Mardisiwi and Bambang Soemardiono, 2013

    Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

    Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

    Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

    2 Comments

    1. Subhanallaah mba, saya ikut merinding baca ini. :”) Ceritanya saya lagi ngeblogwalking mba, kemudian naksir sama salah satu foto, hehe. Saya ijin share ya mba. In syaAllah tetap mencantumkan sumbernya. Terimakasih mba. Doakan saya bisa menyusul, doakan, doakan ! :”)

    Tinggalkan Pesan

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    %d bloggers like this: