Adakah Yang Lebih Tabah Darimu, Hujan?

Adakah yang lebih tabah darimu, Hujan?
Malam ini kudengar kau turun perlahan-lahan saat azan berkumandang.
Kau sapa tanah yang merekah,
Yang merindukanmu sebab lama tak bertemu.
Telah kau sapa tanah, namun mereka yang disebut pawang, malah ingin mengusirmu yang katanya membawa berkah.
Adakah yang lebih tabah darimu, Hujan?
Kau banting dirimu makin keras,
terpelanting, lalu mengalir,
terkadang kau dicaci maki karena membuat banjir,
siapakah mereka itu yang tega memakimu, Hujan?
Adakah yang lebih tabah darimu, Hujan?
Meski kau telah jatuh berkali-kali,
menghujam bumi,
meski ribuan makhluk Tuhan mencaci maki,
kau tak pernah ragu untuk kembali.
Duhai Hujan, 
sini, kemari.
Temani aku dalam kesendirian malam ini.
Menanti hari esok yang tak pasti.
Ajari aku untuk jadi pribadi yang lebih tabah lagi.
Adakah yang lebih tabah darimu, Hujan?
Surabaya, 29 November 2014

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: