Aktivitas Pembangkit Fitrah Seksualitas Anak – Tantangan IIP Day 6

Pembahasan mengenai fitrah seksualitas terus berlanjut. Kali ini kelompok 6 yang tampil. Hmm benar-benar kejar tayang kayak reporter ya, wkwkwk. Siang terima materi, malamnya harus nulis. Hosh hosh.
Materi selanjutnya sedikit berbeda dari sebelumnya. Judulnya: 7 Aktivitas Keluarga untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak Usia Pra Sekolah dan Usia Sekolah.

Slide selanjutnya cukup mengejutkan. Dibuka dengan berita bombastis yang bercerita tentang…. hmmm, baca sendiri deh.

Eh, masih lanjut berita selanjutnya yang ga kalah seram.

So, menjadi hal yang urgen untuk menumbuhkan FITRAH SEKSUALITAS.

Apa saja penyebabnya?

Lalu bagaimana solusinya menurut Fitrah Based Education?

Ternyata, kunci utama: keluarga, agama, cinta.

Menghadirkan 7 aktivitas solusi membangkitkan fitrah

1. Meng-ASI-hi bersama antara Ayah dan Bunda.
Ayah suporter utama Bunda dalam menyusui.
ALLAH SWT berfirman:
“Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 233)
* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

2. Kenalkan siapa dirinya sejak Lahir
Berbicara saat lahir, sampaikan laki-laki itu sama dengan Ayah, perempuan sama dengan bunda. Jika sudah mulai mengenali tubuhnya, bisa memakai puzzle atau poster

3. Dekatkan dengan rasa malu.
Orang tua punya kewajiban sesuai
Allah SWT berfirman:
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu. Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 25)

Kebaikannya dengan menutup aurat; Kenalkan Aurat, utamanya
Laki-laki pada pusar hingga lutut
Perempuan keseluruhan, hanya wajah dan telapak tangan yang boleh terlihat

4. Pakaian yang sesuai jenis kelamin

5. Bercerita dengan membacakan buku

6. Aku bisa berkata TIDAK jika ada sentuhan yang TIDAK AMAN

7. Bermain bersama Ayah dan Bunda full team. Sesuai tingkat usia dan kebutuhan stimulasinya


Tanya-Jawab

1. Mbak, saya mau tanya.  Bagaimana sikap saya terhadap suami yg belakangan ini suka bercanda jd banci? Sudah negur sih.. “jijik yaank…” Tp suami bilang bercanda.. saya jd takut sendiri. Soalnya di grub WA suami kan saya sering liat temen”nya kok macak seperti penyuka sejenis 🙈🙈🙈 saya bingung.. mana yg cuma guyonan atau mmg sudah menyimpang?

Jawab:
Bercanda itu wajar, namun ada batasan – batasannya. Ada hal – hal yg tidak bisa dijadikan bahan lelucon. Apakah ada manfaat jika kita bercanda ttg hal2 smcam itu Bukankah tujuan bercanda itu untuk membuat orang tertawa ?

Jawab:
Menurut saya bercanda ataupun tidak, hal tersebut tidaklah elok, karena 2 hal:
1. Ada anak yang akan melihat perilaku si ayah, dan anak adalah peng-copy yang hebat dr kelakuan orang tuanya
2. Ala bisa karena biasa.
Sesuatu yang awalnya cuma lucu2an,karena sering dilakukan maka akan jadi habit/kebiasaan. Lebih lanjut akan menjadi kepribadian.
Mbak Nisa harus ngobrol yang produktif dg suami. No marah,no ngomel,no menggurui. Katakan dengan jelas  dan sopan,alasan kenapa tidak perlu melanjutkan aksi guyonnya. Dan afirmasikan harapan mbak Nisa terhadap beliau untuk merubah sikapnya tsb.

2.
Mau tanya…
Saya pny pengalaman,, saat itu, saya dan izam  mau bobok malam. Tiba2 Izam jejeritan disertai nangis ketakutan. saya kira dia ngigau. Ternyata penis nya berdiri…Izam shock sambik teriak2 nangis . Saat itu saya bingung, harus ngapain dan diapain. Saya gak tau penis berdiri krn apa? Saya tanya izam, izam mau pipis ta? Kata izam gak, bu (sambil nangis)…burungku berdiri, bukk kata Izam, saya elus2 penis nya biar turun tp gak turun2 . saya tambah bingung, wkt itu saya juga radak ketawa sedikit krn lihat ekspresi izam lucu bgt. Akhirnya saya punya ide. Izam saya suruh meluk guling ke samping biar penis nya di cepit ke guling sambil saya bilang “peluk guling aja, zam nanti burungnya bobok sendiri… baru itu dia bisa tenang dan mau bobok. Yg saya tanyakan, apakah sikap saya berlebihan saat mengetahui itu krn ini pertama kali nya bagi izam dan saya terjadi seperti itu?
Bagaimana yg harus saya lakukan jika terjadi lg kejadian itu? Apakah saya atau ayahnya yg harus menjelaskan ke Izam?
*Izam umur 3 tahun

Jawab:
8 Tahapan perkembangan psikoseksual menurut Freud :

1.Fase Oral (0-1 tahun)
Pada tahap ini, dorongan utama dari bayi adalah kepuasan pada bagian oral, yaitu daerah sekitar mulut. Jadi wajar jika bayi usia 0-1 tahun sering kali mengemut jarinya dan juga menyusu dari ibunya.
2. Fase Anal (1-3 tahun)
Fase ini, letak pemuasan dari dorongan seseorang berada pada bagian anal atau dubur. Fase ini merupakan salah satu fase yang tepat untuk melakukan toilet training.
3. Fase Falik (3-5 tahun)
Pada fase ini, pemuasan dorongan seseorang berada pada alat kelamin. Anak mulai menyadari perbedaan secara anatomis antara laki-laki dan perempuan serta menyadari fungsinya sebagai makhluk sosial yang memiliki perbedaan jenis kelamin.

Kenapa penisku berdiri?
Umumnya penis berdiri pada pagi hari. Tanyakan padanya, kapan biasanya penisnya berdiri. Jika dia menjawab di pagi hari, Anda pun bisa mengatakan bahwa sama seperti anak bangun tidur di pagi hari, penis juga bisa “bangun”. Beritahu juga bahwa selain di pagi hari, penis juga akan berdiri saat akan buang air kecil. Bilang pada balita Anda, tidak perlu merasa khawatir, karena penisnya akan kembali normal.

🌻 Bunda masih ingatkan buku cerita tentang anak mastrubasi yang kemudian menjadi perbincangan?
Jika melihat dari perkembanganya, anak-anak usia 10 tahun sudah siap masuk fase persiapan akil baliq, jadi dia sudah bisa merasakan ketertarikan ke lawan jenis.
Saat anak melakukan demikian, maka jangan panik. Ingatkan anak kembali tentang pendidikan seksual.
Mana yang harus dia jaga, mana yang dosa, bagian mana yang tidak boleh dia lakukan sekarang.

3. Saya juga mau tanya.
Untuk anak puber kan memang salah satu tandanya adalah tertarik dengan lawan jenis.
Nah, jaman now banyak teman2nya yang pacaran. Bahkan ada juga gadis yang mengajak anak pacaran.
Nah bagaimana sebaiknya kita menyikapi hal seperti ini?

Jawab: kalau menurut saya kita harus menanamkan pondasi agama yg kuat terhadap anak-anak kita terlebih dahulu. Menanamkan bahwa dalam islam tidak ada pacaran, tetapi hanya berteman.
Sebagai orang tua juga berusaha menjadi sahabat untuk anak-anak, menjadi tempat curhat pertama anak-anak kita.
Berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik dengan curhatan anak-anak dan berikan penjelasan sesuai umurnya saja.

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.