Apa yang Berubah dari Kami

Setahun ini menikah, setahun ini pula kami berbenah dan berubah. Memang sudah seharusnya, dengan hidup seatap berdua, saling mengingatkan dalam kebaikan untuk bersama-sama menuju Surga.

 

Membagikan catatan ini bukan berarti kami SUDAH benar. Namun, kami MASIH mencoba berjalan menujuNya bersama-sama. 

Setelah dilakukan diskusi yang cukup panjang, kami sepakat untuk mencoba (berusaha sebisa mungkin):

  • Tidak mendengarkan musik secara sengaja (baik klasik, instrumental) dan mencoba mengganti dengan bacaan Al-Qur’an. 
  • Tidak menggunakan media sosial. Karena satu dan lain hal, dan untuk meningkatkan produktivitas, akhirnya kami putuskan untuk menonaktifkan media sosial masing-masing. 
  • Rutin mendengarkan dzikir pagi dan dzikir petang.
  • Tidak menonton televisi, melainkan menggantinya dengan mendengarkan Radio Muslim (kalau di Surabaya namanya Suara Muslim 93.8 FM). 
  • Tidak bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram.Walaupun agak sulit, terutama dengan saudara dekat, sedikit demi sedikit kami mulai melakukannya.
  • Tidak menggunakan bank konvensional, menghindari riba. Sebagai gantinya, kami memilih menggunakan 2 bank syariah.
  • Tidak memakai produk bajakan jika memungkinkan. Sejak mendengarkan podcast Subjective Iqbal Hariadi, kami jadi sadar untuk menghapus dan memusnahkan produk-produk bajakan yang kami punya.
  • Tidak memajang foto pribadi di sosial media. Ini kami lakukan untuk menjaga diri dari fitnah.
  • Rutin sharing tentang ilmu yang didapat. Bisa tentang ilmu kerumahtanggaan, hikmah dari buku yang sudah dibaca, video yang baru ditonton, artikel yang baru dibaca di sosial media atau chat messenger, dan lain-lain.
  • Latihan berbahasa Jerman menggunakan aplikasi di handphoneAplikasi yang kami gunakan adalah Duolingo dan Memrise. Untuk meminimalisasi biaya les Jerman, kami berlatih setiap hari dan saling bertukar kosakata. Membaca buku anak-anak berbahasa Jerman juga memperkaya kosakata. 
  • Melaporkan, mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan menggunakan aplikasi di handphone. Sehingga kedua belah pihak saling tahu arus keuangan di keluarga.
  • Membiasakan mengonsumsi kurma sesuai sunnah Rasulullah.
  • Membiasakan salat rawatib 12 rakaat.

Untuk saya pribadi:

  • Tidak lagi bermain piano dan alat musik lainnya.
  • Tidak lagi menonton film yang sudah jelas memiliki pesan moral buruk.
  • Menahan diri untuk tidak ghibah.
  • Bangun lebih pagi dari orang serumah.
  • Lebih rapi dan lebih terstruktur.
  • Menahan diri dari keluar rumah untuk hal yang tidak perlu.

Pada intinya, kami ingin hidup sederhana, meneladani Rasulullah. Memang masih sangat jauh, karena godaan untuk berlebih-lebihan, bermewah-mewahan, terus saja melanda selama setan masih ada di sekitar kita.

Kebiasaan ini kami bangun perlahan sejak hari pertama menikah. Kesepakatan-kesepakatan ini juga tidak serta merta diusulkan dari salah satu pihak lalu kedua pihak setuju dan berjalanlah dengan lancar. Namun, kami melalui serangkaian proses yang cukup panjang untuk bisa melakukan atau tidak melakukan hal-hal tersebut. 

Semuanya memang susah di awal, bahkan di tengah-tengah. Selalu saja ada komentar dari pihak yang mendengar atau mengetahui kami melakukan atau berhenti melakukan hal-hal di atas. Tapi setelah dijalani, makin meningkatkan keberkahan hidup, kenyamanan menjalani hari, serta ketenangan di hati. Kami tidak peduli bagaimana kata orang, yang penting Allah melihat dan malaikat mencatat. 

Selamat berubah dan berbenah! Yang gampang itu berubah, yang susah itu istiqomah. Yang penting modalnya BISMILLAH KARENA ALLAH.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

4 Comments

  1. Assalamu’alaykum Kak Ecci! Akhirnya ketemu di sini, setelah cek di facebook dan instagram sudah delete account. Suka banget sama tulisan-tulisannya, apalagi yang ini. Bisa jadi pembelajaran juga untukku sekarang dan persiapan di kemudian hari 🙂 ditunggu tulisan lainnya 🙂

    1. Wa’alaikumsalam Rainy! Ya ampun ketemu lagi di sini. InsyaAllah aku bakal tetap menulis, kok. Soalnya merasa sosial media menyita waktu dan pikiran banget, dan bikin jadi jarang ngeblog waktu masih sosmed-an. Sekarang aku lagi fokus jadi ibu rumah tangga profesional hehehe. Semoga apa yang kamu ambil dari blog ini bermanfaat, ya. Sukses buat kamu! 🙂

  2. assalamualaikum.
    halo mbak ecci,,,, masya allah keren amat sih ;”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””
    semangat mbakk! semangat menjadi keluarga profeesionaaal!
    anw mau nanya, pengeluaran dan pemasukan mbak aplikasinya pakai aplikasi apa mbak?
    terus, tentang hal-hal detil yang jadi poin diatas itu, apa di masa taaruf juga dibahas? apa baru dirancang keetika sudah menikah?

    1. Waalaikumsalam, Nezha. Aamiin. Keluargaku namanya Keluarga Surga, Nezh. Semoga memang benar-benar muaranya ke Surga, aamiin. Pengeluaran dan pemasukan pakai aplikasi Money Lover. Hal-hal detil seperti di atas ga dibahas dulu saat taaruf, kami bikin itu saat sudah menikah karena memang berdasarkan trial and error. Di masa taaruf hanya menuliskan dan sharing tentang gambaran besar aja keluarga yang mau dibangun seperti apa.

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: