Apa yang Dipikirkan Orang Saat Akan Melepas Masa Lajang?

Aku tidak tahu apa yang dipikirkan orang lain yang akan melepas masa lajangnya. Entah hari-hari penantian mereka dipenuhi bayangan menghabiskan waktu bersama orang yang dicintainya, atau malah semakin ingat akan masa lalu berikut kenangan indah dan pahit bersama yang telah lalu.
 
Membaca banyak buku, bertanya kepada banyak orang, rajin membaca forum-forum di internet, menjelajahi situs-situs seputar hubungan dan pengasuhan anak, dan lain-lain, mungkin. Atau malah sibuk memilah dan memilih vendor untuk hari H resepsi pernikahan? 
 
Aku hanya tahu, bahwa menikah, berarti menjalani kehidupan baru. Itulah mengapa ucapan hadirin biasanya “Selamat menempuh hidup baru.” Apakah itu berarti meninggalkan? Meninggalkan apa? Berpisah dengan apa?
 
Menurutku, menikah berarti…
berpisah dengan kehidupan kekanak-kanakan, alay, lebay, dan lain-lainnya,
berpisah tempat tinggal dengan kedua orangtua mereka. (Khusus hal ini, syarat dan ketentuan berlaku. Ada juga orang yang tidak berpisah tempat tinggal dengan kedua orangtuanya),
berpisah dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian penting di hidupnya di masa lalu,
berpisah dengan urusan-urusan diri sendiri,
berpisah dengan ego,
berpisah dengan ketergantungan kepada dua orang utama dalam hidup: ayah dan ibu.
 
Untuk permasalahan yang terakhir, agak berat untuk dituliskan dan dipikirkan. Hmm.
 
Aku tidak tahu apa yang dipikirkan orang lain yang akan melepas masa lajangnya. Yang aku tahu, wajar jika semakin hari seseorang yang akan melepas masa lajangnya semakin takut berpisah dengan yang tadi. Bagaimana jika kita tidak dapat benar-benar meninggalkannya?
 
Sampai suatu hari aku sadar. Hidup adalah tentang berhijrah dan beribadah. Kalau kita mau melihat dunia lebih luas lagi, kita harus berhijrah dari suatu titik. Menikah adalah sunnah Rasulullah. Menikah adalah ibadah. 
 
Jadi, apa saja ya, yang kira-kira dipikirkan orang sebelum menikah? 
 
Coba kamu bagikan pemikiranmu di kolom komentar, mungkin kau (yang belum, akan, dan sudah menikah) bisa membantuku untuk memikirkan hal-hal yang belum aku pikirkan. Bukankah kita semua seharusnya ingin menikah, iya kan?


Selamat datang, bulan Februari!

***

Ini Dia Jawabannya :”)

Terkait tulisan sebelumnya yang berjudul Apa yang dipikirkan orang saat akan melepas masa lajang? inilah rangkuman jawaban beberapa penduduk negeri Tumblr. Terima kasih banyak, teman-teman. Doa baik semoga kembali ke yang mendoakan dan salam kenal! 🙂 
Dari: http://koperdanransel.com/ Hai Eci.. sudah mau menikah ya sebentar lagi? Barakallah 😀 Kalau aku sendiri jadi lebih sering baca-baca buku dan bertanya sama orang-orang yang sudah berkeluarga sebelumnya. Mulai meramu ilmu-ilmu yang telah di dapat dan merangkai visi-misi bersama yang nanti akan disatukan dalam kehidupan setelah pernikahan. Sesungguhnya menikah adalah membangun sebuah madrasah peradaban yang baru. Menikah bukanlah sekedar keinginan dari dua orang umat manusia yang saling mencinta, tetapi didasari oleh niat yang insyaAllah akan terus berlanjut hingga ke surga-Nya. Memikirkan vendor dan tempat untuk hari H sejatinya perlu, tetapi janganlah terlalu diambil pusing, karena kehidupan setelah akad dan resepsilah yang lebih perlu di perhatikan :). Kamu bisa pakai WO untuk hal ini misalnya hehe. Sama-sama belajar menuju hari H ya 😀 
Dari: http://virdamaulidya.tumblr.com/ Pernikahan adalah tentang tanggung jawab, ikrar suci, penyatuan dua hati yang berbeda kedalam satu komitmen yang kuat untuk bersama dalam suatu ikatan suci. Tanggung jawab akan lahir batin seorang perempuan yang berpindah tangan kepada suami dari seorang Ayah. Ikatan yang direstui oleh Allah SWT. dan bernilai ibadah. Saling mengikat satu sama lain yang membatasi hubungan lawan jenis mereka masing-masing. 
Dari: http://haqarin.tumblr.com/ Apakah langkah menikahinya ini sudah benar? Jangan2 nanti kami akan bertengkar dan sering cekcok. Apakah nanti ibu mertua akan baik padaku? Jangan2 keluarganya memandangku dengan tatapan aneh. Mba Ers! Haai, salam kenaal 😀 
Dari: http://www.lensasatumata.com/ Hehe menikah itu sama dgn naik gunung berdua mbak 🙂 akan banyak hal berbeda nanti. biasanya jalan landai, nanti akan banyak tanjakan. Tapi yg pasti biasanya sendiri sekarang berdua dan segala beban jadi double juga. Dihadapi berdua saling memahami. 

 
Dari: http://bintangdisyurga.tumblr.com/ Assalamualaikum ukhti,semoga berada dalam rahmat Allah.Tahniah buat ukhti yang bakal menikah. saya juga bakal menikah insyaAllah, selain dari perkara yg ukhti sebutkan, perkara lain yang saya lakukan ialah ambil alih tugas ibu bapa. Saya cuba pikul tugas ibu bapa seperti menguruskan rumah tangga. Saya juga mula membina silaturahim bersama keluarga calon saya. kerana pernikahan itu bukanlah di antara seorang lelaki dan perempuan saja, tetapi di antara dua buah keluarga. Menuntut ilmu juga sangat penting ya, dan lebih bagus sekali jika kita cuba praktikkan sedikit demi sedikit sebelum berkahwin. Semoga Allah memudahkan segala urusan ukhti insyaAllah. Wslm. 
 
Dari: http://nawangmuliawaty.tumblr.com/ Ntar bisa ngurus suami gak ya? ada beberapa ketakutan akan mengecewakan calon suatu hari nanti. Hehehe 
Dari: http://lya-uswatun-hasanah.tumblr.com/ Meninggalkan keinginan “menyenangkan diri sendiri”
Dari: http://rizki-ramadhani-things.tumblr.com/ I think sometime we must let it go or let it be 🙂 and we say “all is well – everything is gonna be ok” keep smile, keep pray to Allah 
 
 
Tetap semangat untuk yang belum terbayang akan pernikahan, sedang merencanakan pernikahan, dan yang sudah menjalaninya. Semoga kita semua diberikan kemudahan, kelancaran, dan dapat bertemu jodoh masing-masing 😀 Aamiin.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: