Bagaimana Cara Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak? – Tantangan IIP Day 1

Belajar di Institut Ibu Profesional sekarang makin mengasyikkan dan menantang. Beberapa kali tim IIP mengganti gaya pembelajaran khususnya penyampaian materi. Sekarang gaya pembelajarannya adalah learning by teaching

Seluruh grup dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempresentasikan sebuah isu yang sama, yaitu: Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak? Kami disuruh membahas mengenai tantangan gender, seberapa penting membangkitkan fitrah seksualitas anak, menyebutkan media edukasi, serta solusi.

Nah, di presentasi hari pertama ini, kelompok 1 lah yang mendapatkan gilirannya. Materi mereka berbentuk powerpoint dan berjudul She & He, are different. Anggotanya adalah mbak Ika Nurmaya, Evy KR, Ika Farikhah, Alfannisa R, Renni, Ninis, Heppi, dan Violenia.

IMG-20180105-WA0010

Di awal mereka menceritakan tentang definisi fitrah seksualitas yaitu bagaimana seseorang berpikir, merasa/bersikap sesuai jenis kelaminnya. Lalu mereka juga memaparkan tantangan-tantangan gender yang ada seperti penyimpangan seksual (LGBT dan lain-lain), hingga berujung pada beberapa solusi berupa tanya jawab, di antaranya bagaimana mengenalkan jenis kelamin pada anak, yaitu dibagi menjadi beberapa tahapan. Selanjutnya solusi menanamkan kepada anak bahwa tubuh mereka berharga, sehingga mereka terhindarkan dari pelecehan seksual. 

Ternyata dengan kita mengikuti tuntunan agama Islam yaitu menutup aurat dan berperilaku sesuai syariat, insyaAllah kita akan terhindarkan dari berbagai penyimpangan dan pelecehan seksual. 

IMG-20180105-WA0011

Media Edukasi

 

Berikut beberapa link media edukasi yang dikumpulkan oleh grup ini:

FILM ANIMASI
https://youtu.be/e4wbhMkXBko

VIDEO PENGENALAN GENDER
https://youtu.be/z7haM7eE3p8

Tanya-Jawab

Ada 3 pertanyaan dan jawaban pada sesi sore ini:

Q: Fikri (2th)
Saya di rumah ada beberapa boneka, bentuknya hewan sih dan ada boneka Sali, Saliha. Awalnya saya biasa menjadikan mereka sarana untuk bermain dan bercerita. Daaaan setelah memasuki usia 20 blnan ada yang janggal, Fikri jadi suka dengan boneka, gemes, kadang menirukan saya saat menggendong dia, menyuapi dia bahkan sampai memberi ASI 😟 Saya sudah bilang “Lhooo Fikri laki-laki seperti Baba, jadi Ndak bisa kasih ASI”. Sekarang sudah ndak ngasih ASI, cuma untuk menimang2 itu masih berlanjut. Itu termasuk bahaya kah mbak ? Dan bagaimana harusnya saya ? Babanya kecilnya dulu jg suka sama 1 boneka tp cuma sebagai teman tidur dan gemes. Kl Fikri semua boneka

A: mba miftah fikri punya adek? apakah ada yang biasa fikri lihat seperti itu?

Q: Belum mbak. Yang dilihat ya saya mbak

A‬: Suka lihat tetangga mgkn mb?

Q: Maksudnya anak tetangga yg seperti itu kah mbak ? Dia pernah jadi object jd anak-anakan pas anak-anak main. Bisa jadi dri ini ya mbak ? Huwaaaa, lantas bagaimanakah saya harus menghilangkannya ?

A: Bismillah..
*meniru* menjadi salah satu sifat dasar anak2.
Bisa jadi karena melihat ibunya memberi asi, dan dia tertarik dengan aktifitas itu, ditambah dia punya boneka yang berwujud makhluk, maka dia mengaplikasikannya pada boneka. Imajinasi tiap anak berbeda. Bisa jadi keingintahuan nya yang tinggi tentang *rasanya menyusui, membuat fikri melakukannya.
Bisa jadi bahaya jika dilanjutkan.
Agar tdk bahaya, aktifitas dg ayah/hal2 yg berhubungan dg fitrah kelaki2an diagendakan lbh sering.
Berbahaya bisa jdi mbak, jika dibiarkan. Mungkin bisa dialihkan ke permainan edukatif. Dan boneka bisa pelan2 disisihkan mba miftah

Q: Terimakasih mbak 🙏🏻
Iya mbak insyaallah tak masukkan lemari, nunggu adiknya kl perempuan aja 😁😁

***

Q: Hafidz – 7 Thn
Televisi di rumah kami sdh tdk bisa dihindarkan lagi. Tontonan sinetron yg menampilka pria2 melambai seringkali bermunculan. Tiba2 Hafidz klo dikasih tau ata ada sesuatu yg bikin dia emosi langsung nyeletuk
” bikes….bikes…bikes deh”
Saya pikir apa..maknya kudet banget ya.
Ternyata menirukan salah satu artis pria yg melambai … biyuh membara rasanya.
Dikasih tau gak boleh lagi nonton itu eh si nenek gak mau kalah. Memeberi pengertian si nenek..
Diajak diskusi serius sampai ngobrol santai ujung2nya klo balik ke bahasan TV jadi sensitif malah sempat ngomong. Klo punya uang pasti aku beli TV sendiri.
Bingung gmn solusinya??

A: Usia 7 th sdh bisa diajak ngobrol, dan bisa bernegosiasi, memahami baik dan buruknya suatu hal. Salah satu solusi dasar : ajak ngobrol bunda ninik, kemudian di perlihatkan efek2 buruk para generasi lambai. Kalau berhubungan dg ibu/nenek ini masih menjadi pe er bersama. Dg ibu.. Sy pribadi cenderung diam jk menemui jln buntu utk mnjelaskan. Doa2 terbaik utk pr phlawan kita yg bertitel :IBU..

***

Q: Assalamualaikum. Bagaimana kiat istri membantu suami yang gesture nya ‘agak melambai’? Alhamdulillah selain itu cukup kelelakiannya
Terimakasih.

A: Selama suami bisa menjadi qowwam yg baik dan bertujuan mbentuk keluarga yg sholeh dan harmonis, masalah melambai bisa diatasi pelan2, dg mengikutkan suami ke kegiatan camp bersama keluarga lainnya Atau kegiatan keayahan lainnya yg lebih membuat ia mengerti tentang fitrah seksualitas, seperti seminar dll

***

Tetap semangat memandu anak untuk membangkitkan fitrah seksualitasnya, ya Moms!