Bagaimana Cara Mengatasi Sifat Suka Menunda?

Menunda. Procrastination. Sifat ini selalu melekat pada diri saya sejak dulu. Entah apa yang membuatnya makin parah, saat kuliah, sifat ini makin menjadi-jadi. Seakan difasilitasi, sifat ini malah enak bersarang dalam diri.

Ketika sudah menjadi ibu rumah tangga, saya dihadapkan pada berbagai tantangan urusan keseharian. Sering sekali saya menunda. Menunda melipat baju, menunda mencuci piring, menunda mandiin anak, menunda menyiapkan sarapan, dan lain-lain sebagainya. Sampai menunda kebahagiaan saya sendiri. Yang lebih parah, menunda posting artikel ini sejak bulan Juni. Huhu hiks hiks. Ternyata penyakit menunda itu sangat berbahaya. Nah, di kelas online Happymorphosa Adjie Santosoputro ini saya merasa menemukan jawabannya. Ternya menunda berkaitan erat dengan kebahagiaan. How come? Yuk cek artikel di bawah ini.

DISIPLIN, TIDAK MENUNDA

5 – Happymorphosa Juni – Catatan Mengatasi Penundaan

Materi belajar bahagia yang saya niatkan untuk bagikan kali ini berasal dari pengamatan saya yang terbatas pada kehidupan sehari-hari, dan ini sering sekali dialami banyak orang. Yaitu tentang menunda, bukan menunda terkait impian-impian besar atau menunda berupaya mewujudkan impian yang serba mewah. Tapi, sekadar menunda dalam hal-hal sederhana, di tingkat kegiatan sehari-hari. Namun ternyata, menunda dalam perkara kecil-kecilan tapi rajin dilakukan itu tidak kalah memusingkannya daripada menunda perkara yang besar-besar.

Oleh karena itu, disarankan untuk belajar disiplin, belajar mengatasi penundaan, termasuk tidak menunda untuk baca tulisan ini selanjutnya.

Menunda adalah benih tidak baik yang ada di dalam diri, yang akan berpengaruh tidak hanya di dunia kerja, tetapi juga dalam rutinitas harian. Seperti, menunda berlatih meditasi, menunda makan sehat, menunda memaafkan, menunda mengikhlaskan, menunda mengatakan cinta, menunda bersyukur … menunda untuk belajar bahagia. Pada dasarnya, semakin rajin menunda, semakin tidak belajar apa-apa, semakin hidup ini sia-sia dan tidak bahagia. Contohnya, berencana menikmati waktu bersama orang tercinta hari ini, tapi lalu menundanya, karena melakukan hal-hal lainnya yang sebenarnya jauh tidak penting. Akibatnya, kebahagiaan pun tidak mungkin bisa didapatkan.

Jadi, membiasakan diri tidak menunda sangatlah penting dalam belajar bahagia. Pondasinya dimulai dengan berlatih membiasakan diri untuk mulai melakukan sesuatu yang baru. Hanya perlu memulai saja, tanpa terlalu banyak berpikir.

Nah, mari mulai berlatih mengatasi penundaan dengan cara yang sederhana.

Hari ini, saya mengajakmu untuk melakukan 1 hal …

Pilih 1 kegiatan yang belum pernah kamu lakukan, dan kamu rasa itu mendukungmu dalam belajar bahagia. Misal 1 kegiatan itu adalah latihan meditasi duduk hening, seperti yang sudah saya bagikan di materi sebelumnya. Atau pilihan lainnya adalah, latihan jalan sadar. Yaitu ketika jalan, hanya jalan saja. Tidak sambil memikirkan yang lainnya. Hanya menikmati setiap langkah kaki yang terayun ke depan badan, dan gerakkan perlahan. Alangkah baiknya di luar ruangan.

Niatkan diri untuk melakukannya setiap hari, di pagi hari. Luangkan waktu 5 menit saja. Tidak perlu tergesa-gesa menambahkan durasi. Kunci dari belajar bahagia adalah perlahan saja, tidak perlu langsung dilakukan dengan drastis. Asalkan mulai lakukan saja dulu, fokus, dan yang penting adalah konsisten setiap hari.

Itu saja latihan kali ini. Oiya, untuk menjaga niat, bisa dengan menuliskan jadualnya di kalender, pasang reminder di hp, bilang ke keluarga, saudara, teman, untuk mengingatkan, beritahu teman-teman di social media._Ini adalah upaya supaya disiplin dan tidak menunda.

Belajar bahagia sebaiknya tidak ditunda. Lakukan latihan-latihan sederhana, lakukan langkah-langkah kecil saja dulu.

Sesederhana baca tulisan-tulisan tentang belajar bahagia, seperti yang ada di: bit.ly/GroupBelajarBahagia.

Lakukan sekarang, sebagai bagian dalam pembelajaran hidup berbahagia.

 – adjie santosoputro

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: