Bagaimana Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga dengan Cerdas?

Mengatur keuangan rumah tangga memang gampang-gampang susah. Sebagai istri maupun suami, kita perlu mengetahui dahulu ilmunya. Begitu pula di keluarga kami. Pada awalnya kami sama sekali tidak mengerti bagaimana Islam mengatur keuangan dalam rumahtangga. Jadi, metode yang kami pakai ya masih berdasarkan pengetahuan turun temurun.

Namun suatu hari kami mengetahui ada seorang pakar ekonomi syariah yang bernama Teh Patra. Iseng-iseng kami cari tahu dan ternyata benar, Yuria Pratiwhi Cleopatra atau yang akrab disapa Teh Patra ini menerbitkan buku kecil berjudul “Keluarga Muslim Cerdas Finansial.” Harganya cukup murah dengan tebal 7 halaman saja. Kami langsung membabat habis buku ini. Jadinya kami lebih paham dan berhati-hati menggunakan sesuatu yang bernama ‘uang’ apalagi harta haram. Naudzubillaahimindzalik.

Oke, langsung saja kami jelaskan intisari dari buku Teh Patra ini:

Landasan Pengelolaan Keuangan dalam Islam

Islam sudah mengatur segala sesuatu dengan sempurna dan komprehensif. Tak terkecuali dalam aspek ekonomi rumahtangga. Namun, tidak banyak keluarga yang peduli terhadap tuntunan agama Islam ini, sehingga banyak kita temui permasalahan ekonomi yang mengakibatkan perpecahan dalam keluarga.

Setiap muslim akan mendapatkan audit Ilahi atas harta yang dititipkan kepadanya. Pada hakikatnya, semua harta kita adalah milik Allah yang dititipkan kepada kita.

“Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan beranjak dari tempat kebangkitannya di hari kiamat sebelum ia ditanya tentang empat hal, di antaranya tentang hartanya; dari mana dia memperoleh dan bagaimana ia membelanjakan.” (HR Tirmidzi)

 

Kepemilikan Harta

Seluruh harta di bumi ini adalah milik Allah. Dengan demikian, seluruh pengelolaan harta termasuk pendapatan dan pengeluaran, harus sesuai dengan kehendak pemiliknya, yaitu Allah Subhanahu wa ta’ala.

Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

– QS Al Baqarah 262

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.

– QS Al Hadid 7

 

Harta Istri dan Harta Suami

Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

QS An Nisa 32

 

Neraca Keuangan Keluarga

Teh Patra juga menjelaskan bagaimana pentingnya mengetahui status keuangan keluarga kita. Termasuk jumlah harta yang kita miliki, jumlah kewajiban/hutang yang kita miliki. Lalu dibandingkan antara keduanya. Mana yang lebih besar, harta atau hutang (Harta/Aktiva atau Kewajiban/Pasiva)?

 

Pendapatan Keluarga

Penanggungjawab pencari nafkah adalah suami. Tapi jika istri dengan kerelaannya bersedia membantu, maka diperbolehkan. Syaratnya adalah tetap memprioritaskan kewajiban utamanya sebagai istri dan ibu. Pendapatan keluarga hendaknya berasal dari sumber yang halal. Saat ini beda transaksi halal dan haram sangatlah tipis. Kita harus menjauhi hal-hal yang meragukan agar terhindar dari kemungkinan tercemar hal yang haram. Bagaimana kita bisa mengharapkan mendapat anak salih dan keluarga yang berkah kalau harta keluarga kita diperoleh dari jalan yang haram?

 

Menabung

Hendaknya kita menabung sebelum belanja. Besar tabungan minimal setara konsumsi keluarga selama 6 bulan untuk dana cadangan jika terjadi hal-hal di luar rencana. Tidak membiarkan harta diam. Seburuk-buruk harta adalah harta yang tidak bermanfaat.

 

Rencana Pengeluaran (Pos Pengeluaran)

Pendapatan dan pengeluaran keluarga dapat diatur melalui rencana bulanan. Jika pendapatan keluarga berariasi, dianjuran untuk meghitung rata-rata pengeluaran bulanan yang normal dalam beberapa bulan ke belakang. Pendapatan yang bervariasi dapat dimasukkan ke dalam sebuah rekening khusus. Dari rekening itu diambil setiap bulan sesuai dengan rata-rata pengeluaran bulanan keluarga.

Untuk keluarga dengan pendapatan tetap, pengeluaran pun bisa bervariasi tiap bulan. Sangat dianjurkan agar rencana anggarannya dibuat lebih rinci, mencakup anggaran bulanan, tahunan, dan beberapa tahun ke depan.

 

Pembagian pos pengeluaran yang disarankan:

Zakat/shadaqah: 2-10%

Tabungan: 10-15%

Hutang/cicilan: 0-30%

Kebutuhan rutin: 10-20%

Konsumsi: 20-30%

Pendidikan: 10-20%

Kesehatan: 5-10%

Lain-lain: 5-10%

 

Transaksi Terlarang

Hindari transaksi yang mengandung unsur:

  • Gharar
  • Tadlis
  • Khiyar
  • Riba
  • Maisir

Transaksi yang Diperbolehkan:

  • Murabahah
  • Mudharabah
  • Musyarakah
  • Ijarah
  • Ar Rahn
  • Wadhiah

 

Investasi Rumah Tangga Islami

Kita sebagai keluarga muslim juga harus paham sumber-sumber investasi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, misal: tabungan, deposito, celengan, asuransi, emas, properti, saham, valas, usaha.

 

Mendidik Anak Mandiri dan Cerdas Finansial

Anak adalah investasi masa depan orangtua. Kita perlu mendidiknya untuk menjadi anak yang bermental entrepreneur, mandiri, bekerja keras, serta memahami konsep usaha, uang, dan bisnis sederhana.

***

Saya juga melibatkan suami membaca buku ini, meng-highlite bagian yang penting. Mengaplikasikan sedikit demi sedikit demi keuangan keluarga yang lebih baik. Kalau anak saya kan masih kecil ya, jadi cukup diceritakan saja intinya apa. Semoga dia paham. Yang penting si kecil praktek memegang uang, jual beli, menabung, sedekah, dan juga paham bahwa uang adalah alat tukar.

Kalau teman-teman sudah ada yang membaca buku lain tentang cerdas finansial khususnya dalam kehidupan berumahtangga, boleh dong saya minta link tulisannya. Butuh banget nih, untuk referensi pengelolaan keuangan keluarga. Atau ada yang sudah baca buku yang sama? Gimana komentarnya?

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: