Bagaimana Kalau Kita Menjadi Keluarga yang Selalu Berpindah Tempat?

Bagaimana Kalau Kita Menjadi Keluarga yang Selalu Berpindah Tempat?

#hari4 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

DAILY REVIEW KELUARGA SURGA

Tanggal: MINGGU, 5 FEBRUARI 2017

Tempat: Griya Keluarga Surga

Daily review keluarga Surga merupakan forum keluarga inti kami yang dilaksanakan setiap malam hari menjelang tidur. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi apa yang sudah kami lakukan, akan kami lakukan, serta hal menarik apa yang kami temukan. Sebisa mungkin kami libatkan anak untuk mengikuti review ini walaupun dia belum bisa mengerti, agar dia mendengarkan.

***

WHAT’S INTERESTING

Forum kami hari ini terjadi secara spontan. Sebenarnya saya yang memulainya. Dimulai dari pertanyaan “iseng” di pagi hari. “Mas, gimana kalau kita jadi keluarga nomad?” Suami pun tertarik. Gayung bersambut. Terjadilah diskusi kami seharian tentang hidup berpindah tempat atau yang lebih sering disebut nomad.

Sejak tahun lalu, kami ingin sekali meniru keluarga The Bucket List Family. Rasanya asyik ya, bisa keliling dunia, apalagi sambil berdakwah. 

Keluarga-keluarga lain juga sampai menjual seluruh hartanya dan started everything from zero! Tapi banyak “beli” pengalaman… Whoo! Asyik, kan?

Btw, apaan sih istilah nomad?

Screen Shot 2017-02-07 at 2.19.26 AM.png

Itu tuh, kumpulan orang yang tidak punya tempat tinggal, bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Yaaah istilah lain untuk traveler, sih.

Overall, diskusi kami berjalan cukup lancar walaupun suami tidak bisa memberikan keputusan kapan kita mulai nomad, karena dia tertarik tapi belum yakin.

Menariknya, komunikasi kami hari ini GAGAL! Why? Because I did not choose the right time! Saya menggunakan metode spontan dalam mengajak suami membicarakan sesuatu dan hasilnya suami saya jadi ga kerja seharian deh, karena kita keasyikan membahas hal ini… Hiks. Di akhir pembicaraan, tepatnya sudah di ujung malam, dia baru bilang kalau dia belum kerja sama sekali hari ini. Saya jadi merasa bersalah banget. Tapi sebenernya ga juga karena dia sendiri juga merasa keasyikan hehehe. Apalagi dari jam 12-5 sore kami ada di rumah bude untuk ikut arisan.

Harusnya saya menyetop pembicaraan kami yang makin menjadi-jadi dan mempersilakan suami untuk kerja. 

Btw, apa sih kaidah choose the right time?

Pilihlah waktu dan suasana yang nyaman untuk menyampaikan pesan. Anda yang paling tahu tentang hal ini. Meski demikian tidak ada salahnya bertanya kepada pasangan waktu yang nyaman baginya berkomunikasi dengan anda, suasana yang diinginkannya, dll.

– Materi Komunikasi Produktif

Besok lagi, saya harus meminta izin dulu ke suami kalau tiba-tiba mengajak bikin forum, hehe. Kalau dia ga setor progress kerjaan kan berabe juga. Suami memang kerjanya remote  jadi sibuknya di rumah aja. Saya juga bebas ganggu-ganggu dia kapan aja. Harusnya saya tahu waktu.

WHAT’S CHANGED

Yang berubah adalah, forum ini berlangsung hampir seharian. Kami benar-benar excited dengan tema traveling sehingga hal ini menyita waktu produktif kami.

Tapi saya jadi tahu betapa right time itu penting banget! Kalau saya membatasi misalnya, “Oke forum ini akan berlangsung dua jam. Setelah itu kamu bebas bekerja.” dan berkata seperti itu kepada suami, tentu suami akan merasa lebih nyaman berdiskusi.

Kami pun berubah pikiran bahwa tidak semua harus direncanakan. Bagaimana jika kami langsung saja pergi ke negara X selama beberapa bulan, lalu pulang lagi, lalu pergi lagi ke negara Y atau kota Z. Menantang sekali and we love to challenge ourself!

Kami juga melakukan simulasi jika ditanya orang-orang, terutama keluarga, mengenai alasan “sedikit gila” kami ini. Ini sih, yang bikin lama. Karena keputusan besar, pasti pertanyaannya banyak. 


Ya sudah kalau begitu, ketemu lagi di sesi komunikasi produktif keluarga saya. Kapan-kapan mau share tentang komunikasi produktif kepada anak, deh. 

Ciptakanlah surga sebelum Surga di rumahmu.

Salam sejuk,

Keluarga Surga

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: