Bagaimana Kami Menjadikan Si Kecil Suka Membaca

Kalau dikatakan gila membaca, keluarga kami tidak begitu, kami juga tidak mau sih dibilang begitu.

Kami, saya dan suami, hanyalah dua orang yang suka membaca buku. Kami juga menulis buku.

Penghidupan kami saat ini juga dari buku. Tapi kami bukan gila buku, karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Hari ini si kecil saya bacakan buku Yuk, Berperilaku Santun karangan Annisa Widyarti dan Innerchild Studio. Buku ini adalah milik adik ipar saya waktu kecil dulu. Sekarang dia sudah naik kelas 3 SMP. Jadi saya izin membawa bukunya untuk si baby K.

Dalam hati ku menjerit “aaaa bukunya hampir sobek”

 

Ini tadi waktu mau tidur malam. Dia saya ajak membaca buku yang islami gitu. Mengenalkan adab-adab muslim dalam kegiatan sehari-hari misal makan, minum, buang air, dll.

Memang sih, buku ini bukan buat anak usianya, banyak kata-kata dan terbuat dari kertas, bukan boardbook. Tapi saya lagi pengen aja ngenalin adab makan dan minum. Karena saya dan suami emang lagi membiasakan dia makan dan minum pakai tangan kanan, sambil duduk, ga jalan-jalan.

Yang perlu kita ketahui, jangan sampai kita sebagai orangtua menggegas anak untuk lekas bisa membaca. Anak akan bisa sendiri secara perlahan ketika dia sudah suka.

Apa saja langkah yang saya lakukan agar dia suka membaca, mencari ilmu, dan mencintai Sang Pemilik Ilmu? Coba baca tips sederhana dari saya, semuanya sudah saya lakukan. Memang hasilnya belum 100% nampak, karena dia baru umur 1 tahun, belum bisa membaca. Ya tapi yang penting prosesnya, dia sudah mulai suka dengan buku, jangan sampai gila buku juga sih, hehehe. Entar jadi lupa salat.

Nih dia 28 tips a la keluarga kami, Keluarga Surga:

1. Membacakan buku sejak janin. Boleh buku apa saja, dulu saya juga membacakan buku diktat kuliah hehehe. Buku Muhammad Teladanku, buku-buku non fiksi koleksi saya, apapun deh. Biar si janin juga terbiasa mendengarkan suara kita. Walaupun suara kita cempreng atau gimanapun juga, suara kita adalah suara yang disukai si kecil.

2. Memilih calon suami yang suka membaca buku dan cinta belajar. Ini yang terpenting, hehe. Pendidikan anak kan sejatinya dimulai sejak memilih calon pasangan.

3. Membiasakan setiap hari membacakan buku minimal 10 menit (kata penerbit buku Rabbit Hole sih begitu).

Ini buku Muamalah Anak bagus banget. Mupeng euy. Coba buka muamalahanak.com
Buku Muhammad Teladanku. Beli sejak anak di dalam kandungan. Belinya nyicil tapi alhamdulillah lunas. Penting buat dibaca ortunya juga biar makin tahu dan cinta Rasui.
Buku Cilukba untuk bayi ini sangat menarik. Bisa dibuka-tutup. Ada dua gambar untuk anak laki-laki dan perempuan.
Buku Hmmm ini saya rekomendasikan agar anak mengenal jenis emosi manusia. Diterbitkan oleh Rabbit Hole.

 

4. Membawa buku di tas saat bepergian. Ini biar gak matgay (mati gaya) terus pada sibuk main gadget.

5. Meletakkan buku di mana saja yang bisa dijangkau anak, di lantai juga gapapa

6. Membiasakan anak memilih sendiri buku mana yang ingin dibacakan oleh orangtuanya

7. Untuk usia saat ini, diutamakan Worldless Picture Book (buku yang bergambar namun sedikit kata-kata)

8. Mencoba segala macam buku: softbook, soundbook, boardbook, dll

9. Tidak menggunakan TV di rumah. Zaman sekarang sudah ga ada lagi acara TV yang benar-benar mendidik. Mending baca buku dan main di alam aja. Lagipula anak usia 0-2 tahun jangan lama liat layar dan gambar bergerak cepat.

Daripada mantengin kotak hitam ini, mending baca buku kemana-mana.

10. Tidak mendengarkan musik.

11. Membacakan buku dengan intonasi dan nada suara yang berbeda-beda serta ekspresif. Jangan malu untuk menirukan suara di buku itu, misalnya suara hewan.

12. Mengajaknya ke toko buku sebulan minimal 1x, menyuruhnya memilih buku sendiri

13. Memilihkan buku berbahasa Indonesia daripada yang berbahasa lain terlebih dahulu, agar dia tidak bingung dengan 2 bahasa (rekomendasi: buku-buku penerbit Rabbit Hole)

14. Memilihkan buku yang kaya warna

15. Mendongeng sambil memangku anak, membelai, mengelus, memandangnya

16. Memilih konten buku yang mendidik, sesuai syariat, dan menghindari komik

17. Memilihkan buku yang terbuat dari bahan yang tidak mudah sobek

18. Melibatkannya dalam proses penyortiran buku di perpustakaan saya

19. Sering mempertontonkan aktivitas membaca kami kepada anak atau membaca di dekat anak

20. Jangan dipaksa ketika ia tidak sedang mau membaca

21. Saat dia mendengarkan kita, tanya saja hal di dalam buku itu, adakan pembicaraan. Atau beri pertanyaan, misal: “mana kucing?”

22. Membaca tidak harus selalu persis dengan teks di buku, kita bisa mengimprovisasinya sekreatif mungkin

23. Menghubungkan hal di buku dengan kejadian sehari-hari

24. Menjelaskan buku dari halaman sampul, siapa penulisnya, ilustratornya, apa judul bukunya. Ketika selesai pun jangan langsung menutup buku, tapi ajukan pertanyaan terlebih dahulu.

25. Tidak mengajarkan bisa membaca di usia dini, tapi menjadikannya suka membaca

26. Lebih baik beli buku daripada mainan. Mainan bisa bikin sendiri atau pinjam. Kalau buku lebih baik punya sendiri. Investasi sampai kapan pun. Mending beli buku yang bisa dimainkan.

27. Buat ruang membaca yang nyaman di rumah. Letakan buku-buku anak dalam satu lemari khusus yang mereka mudah mengambilnya, tidak terlalu tinggi, tersembunyi, apalagi terkunci. Tambahkan karpet agar nyaman.

28. Jadikan buku sebagai reward untuk anak

Yah segitu dulu penjelasan dari saya tentang bagaimana membuat anak suka membaca dan melakukannya dengan bahagia. Kalau kamu punya cara lain, tuliskan di kolom komentar, ya. Biar bisa saya praktekkin buat si kecil juga.

Hmm ya sampai lupa. Hari ini laporan saya udah baca buku Berani Kaya Berani Takwa karya Anif Sirsaeba. Kalau baca link di HP sih seputar itikaf, menumbuhkan minat baca anak dan baca starred messages WhatsApp wkwk. Kalau siangnya tadi baca AlQuran, masih surat AlBaqarah. Suami juga masih baca buku Wonderful Husband dan AlQuran. Semangaaattt!

Keep reading and storytelling, Moms!

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: