Bagaimana Parenting Gaya Cina?

Pagi ini saya mendengarkan Blinkist edisi buku Battle Hymn of the Tiger Mother. Buku ini menceritakan tentang prinsip pengasuhan anak oleh orangtua di Cina, khususnya Amy Chua sendiri. Bagaimana ia membesarkan kedua anaknya dengan nilai-nilai yang dianut sejak dulu.

Saya akan membagikan beberapa hal yang sempat saya baca dan dengarkan, namun beberapa sudah tercampur beberapa opini pribadi juga. 

Orang Cina dikenal suka memuji, mungkin karena orangtuanya selalu meng-encourage anaknya agar menang, agar bisa, agar juara, agar mendapatkan medali.

Orang Cina juga memiliki mental tahan banting. Selain itu, mereka juga mengajarkan beberapa skill yang dibutuhkan anak mereka saat dewasa. Dibandingkan dengan orangtua Amerika yang cenderung membiarkan anaknya mencari passion masing-masing.

Orangtua Cina juga tak segan untuk mengungkapkan favoritisme pada anak mereka. Mereka tak segan mengucapkan anak yang ini lebih pintar dari yang itu. Atau anak yang ini pintar, yang itu tidak. Mereka tak segan mengucapkan hal itu pada orang lain. 

Orangtua Cina mempersiapkan anak mereka bermental tangguh, tidak mudah menyerah. Mungkin itulah yang menyebabkan orang Cina selalu diidentikkan dengan bisnis yang sukses.

Orangtua Cina tak segan berkata, “Hei kamu gendut, kuruskan badanmu.” pada anak mereka. Dibandingkan orangtua Amerika yang mengajak anaknya terlibat diskusi tentang kesehatan mereka.

Orangtua Cina tidak mengasuh anak dengan prinsip kebahagiaan. Jika mereka bekerja keras, maka mereka akan bahagia.

Saya rasa terdapat beberapa hal yang tidak sepenuhnya bisa saya terima atau bertentangan dengan prinsip yang saya anut. Pertama, dalam pendidikan berbasis fitrah, anak adalah bukan kertas kosong, dirinya perlu dibersamai dan difasilitasi saja, bukan digegas. Saya melihat bahwa anak akan cenderung terpaksa melakukan sesuatu sehingga menjalaninya dengan tidak bahagia. Sejak kecil sepertinya orangtua Cina mempunyai banyak target yang harus dicapai oleh anak-anak mereka. Tidakkah itu membuat mereka kelelahan?

Di akhir, Amy Chua melihat ada pergeseran pada perilaku generasi Cina masa kini. Mereka menjadi tidak sekuat dulu dan lebih fleksibel.

Sekian review buku Battle Hymn of the Tiger Mother dari saya. Ada yang perlu kita tiru, ada pula yang tidak perlu kita tiru. Terapkan mana yang sesuai dengan prinsip pengasuhan ala Rasulullah SAW saja. Semoga bermanfaat. 

Jangan lupa belajar terus tentang ilmu pengasuhan anak walaupun sudah punya banyak anak 🙂 

Ambil yang baik, tinggalkan yang buruk. Bismillah tunjukkanlah kami agar tetap berada dijalan yang lurus, ya Allah.
Featured image: bloomsbury.com

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: