Belajar Berdakwah dengan Santai

Belajar Berdakwah dengan Santai

#hari5 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

DAILY REVIEW KELUARGA SURGA

Tanggal: SENIN, 6 FEBRUARI 2017

Tempat: Mobil Uber -> Rumah Orangtua -> Griya Keluarga Surga

Daily review keluarga Surga merupakan forum keluarga inti kami yang dilaksanakan setiap malam hari menjelang tidur. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi apa yang sudah kami lakukan, akan kami lakukan, serta hal menarik apa yang kami temukan. Sebisa mungkin kami libatkan anak untuk mengikuti review ini walaupun dia belum bisa mengerti, agar dia mendengarkan.

***

WHAT’S INTERESTING

Pagi ini kami mereview cara kami berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Terutama yang berhubungan dengan jalan hidup yang kami pilih. Jalan yang sesuai fitrah manusia, sesuai agama Islam. Diskusi berlangsung hangat setelah dimulai perang dingin. Hehehe kenapa perang dingin? Biar saya dan suami yang tahu. Tapi alhamdulillah perang dingin berlangsung cukup cepat sehingga setelah Salat Subuh kami bisa berdiskusi sampai jam 8 pagi.

Kuping kami cukup panas mendengarkan banyak sekali kritikan, cacian, cemoohan, bahkan ucapan dan sentilan iseng dari orang-orang. Tapi juga senang, karena itu berarti apa yang kami lakukan dianggap ‘aneh’ dari kebanyakan atau kewajaran.

Nah, untuk mengatasinya, kami berlatih untuk menyampaikan pemahaman kami secara baik dan benar. Bagaimana cara latihannya? Melalui simulasi. Misalnya begini: Saya bertanya kepada suami hal X, “Yah, gimana ya kalau misal ada orang tanya, kenapa sih kamu pakai baju dan jilbab warnanya selalu gelap? Ga modis, lho! Nanti kelihatan tua.” Lalu suami mencoba menjawab, “Coba Ibu jelaskan begini: Saya memang nyamannya pakai baju dan jilbab warna gelap. Kalau wanita memakai baju dan jilbab warna terang pasti akan menarik yang bukan mahram untuk melihatnya.” Lalu saya latihan menirukan jawabannya. Begitu sebaliknya.

Apa lagi yang kami diskusikan? Terutama seputar pilihan kami untuk tidak menggunakan televisi di rumah, pilihan tidak menyekolahkan anak dan berfokus pada home education (fitrah-based education), pilihan saya untuk berhenti kuliah S2 di luar negeri, pilihan untuk memberi anak makan dengan metode baby-led weaning, pilihan menggunakan bank Syariah dan tidak menggunakan asuransi apapun, dan lain sebagainya.

Memang, jalan dakwah itu melelahkan… Tapi kalau ingat Rasulullah berjuang mendakwahkan agama Islam walaupun diludahi, dicaci, dilempar batu, rasanya cobaan kita sekarang ini belum ada apa-apanya, ya?

Kami berlatih simulasi dan mencoba mengungkapkan alasan sejujurnya. Bukan untuk membela diri, tapi menyebarkan nilai islam yang kami anut dan yakini, tanpa terkesan menggurui.

Kami mulai mempraktekkan teori komunikasi produktif, dengan menggunakan PILIHAN KATA/DIKSI POSITIF.

 

WHAT’S CHANGED

Yang berubah adalah, family forum kali ini kami laksanakan di pagi hari. Kenapa begitu? Karena semua itu terjadi spontan saja. Saya ga pakai mengundang suami untuk melaksanakan family forum di malam hari. Karena ternyata sekarang malam adalah jadwal suami menyelesaikan pekerjaannya,

Walaupun pagi tadi kami habis berperang dingin, tapi kami tetap bisa mengondisikan hati dan suasana saat family forum. Tidak ada rumahtangga bebas konflik, brur. Yang ada hanyalah rumahtangga yang cepat reda dari konflik.

Setelah berpelukan dan bermaafan sebelum Salat Subuh, saya menunggu suami pulang dari masjid. Saya menunggunya pulang, di sebelah si kecil. Apalagi si kecil sedang menyusu dan tidur lagi saat Subuh. Jadi kami bisa berdiskusi dengan lebih tenang. Kami juga menindaklanjtui bagaimana rencana kami untuk menjadi nomad family yang tak memiliki rumah. Bukankah hakikatnya kita di dunia ini adalah pengembara?

Nah, sebagai bonus postingan kali ini, saya sertakan video animasi yang lucu. Kalau berkenan, coba intip video animasi buatan suami saya dan partnernya lewat channel Free Quran Education, tentang apa sebenarnya dakwah:

Menarik, bukan? Ternyata begitu ya, dakwah!

Ciptakanlah surga sebelum Surga di rumahmu.

Salam sejuk,

Keluarga Surga

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: