Belajar Mengenal Bentuk Benda dari Buku Turn and Learn: Shapes – Day 8

Siang ini baby K belajar mengenal bentuk-bentuk benda lewat buku Turn and Learn: Shapes. Buku ini saya beli di Periplus beberapa waktu lalu. Buku ini mengenalkan anak mulai usia 0+ akan bentuk-bentuk sederhana seperti:

  • square (persegi)
  • heart (hati)
  • star (bintang) 
  • triangle (segitiga)
  • rectangle (persegi panjang)
  • circle (lingkaran)

Baby K cukup tahan lama ketika saya temani membaca buku ini. Setiap halamannya terdiri dari 6 kotak yang menunjukkan benda dengan bentuk tersebut. Buku ini disajikan dengan warna-warni dan interaktif, memiliki bulatan di tengah yang bisa diputar a la roda berputar. 

Sudah bisa ditebak, dia sangat excited dengan si roda berputar tersebut. Setiap saya putar ke benda berikutnya, dia selalu menunjuk dan berceloteh. Entah apa yang dia sebutkan. 

Kadang dia suka menunjuk-nunjuk benda-benda di gambar, secara acak. Tiba-tiba membalik halaman. Tapi dia belum bisa memutar roda putarnya.

Beberapa kali saya terangkan nama bendanya. Kalau ada gambar bread, saya sebut roti tawar. Bukan roti saja. Hal ini saya lakukan agar dia kreatif dan punya banyak kosakata. 

Namun saya tidak mengajarkan bahasa Inggris walaupun buku ini berbahasa Inggris. Hal itu karena di dalam Fitrah-Based Education, terdapat saran bahwa anak usia 0-7 tahun sebaiknya diajarkan bahasa Ibu saja. Bahasa ibunya baby K yaa… bahasa Indonesia, dong.

Dari sini saya masih mengira bahwa gaya belajarnya Kinestetik Auditori karena:

2.     AUDITORI (Auditory Learners)

Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :

  1. Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas

  2. Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio

  3. Cenderung banyak omong

  4. Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya

  5. Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis

  6. Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain

  7. Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya  anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll

 3.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners)

Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya  ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu :

  1. Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar

  2. Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak

  3. Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar

  4. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar

  5. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing

  6. Menyukai praktek/ percobaan

  7. Menyukai permainan dan aktivitas fisik

Sumber: http://belajarpsikologi.com/macam-macam-gaya-belajar/

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

2 Comments

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: