Belajar Mengenal Suara Hewan – Day 9

Mengenal ciptaan Allah adalah salah satu bagian dari kurikulum pendidikan anak di Keluarga Surga. Maka dari itu, saat ini, kami berusaha mengenalkan apa saja ciptaan Allah di alam. Baik manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda lainnya di alam. Hal itu juga sejalan dengan Framework Fitrah-Based Education yang kami yakini dan pakai untuk acuan pendidikan anak-anak kami.

Kucing, anjing, kuda, bebek, burung, ayam, singa, gajah, dan lain-lain. Setiap hari kami coba mengenalkan hewan dengan membacakan buku bergambar dan menirukan suaranya. Baik menirukan suara lewat mulut saya, maupun lewat aplikasi sejenis Animal Sounds di Google Play. 

Si kecil sih belum bisa menirukan suara hewan. Tapi dia bisa memanggil kucing, “pus..pus..” Itu hasil peniruannya terhadap papa saya yang suka mengajak si kecil memanggil kucing. 

Nah, hari ini dia hanya menunjuk-nunjuk hewan di buku sambil berceloteh seolah menamai bendanya, seperti biasa.

Sebenarnya saya ingin melihat responsnya terhadap rangsangan suara dan berharap dia menirukan. Ketika saya bersuara, dia hanya memperhatikan. Hmmm termasuk kategori gaya belajar apa ya ini?

Oh ya, dia juga suka memperhatikan saat ada suara dari speaker bluetooth kami. Saat kami menyalakan radio atau menyetel dzikir pagi dan petang, dia antusias mendengarkan. Mungkin dia bingung, sebenarnya itu suara siapa. 

Yang saya tangkap, ia suka sekali memerhatikan orang bercerita atau ngobrol, sejak dia kecil. Apakah ini gaya belajar auditori? 

Yang saya harapkan dari sesi belajar mengenal hewan ini adalah si kecil mengetahui ragam jenis ciptaan Allah, khususnya hewan beserta keunikan suaranya. Membuatnya paham bahwa banyak sekali hewan di dunia ini, dengan beragam corak, warna, dan ukuran. Setelah itu supaya dia belajar menyayangi hewan, saya juga suka memeragakan mengelus hewan di dalam buku cerita. Biar sejak kecil dia ga takut sama hewan (kayak ibunya) wkwkwkwk. 

Wah, besok sudah hari ke-10 tantangan IIP Bunda Sayang tentang Gaya Belajar, nih. Siap-siap membuat form kesimpulan, ah. Semoga hasil pengamatan selama 10 hari ini menjadi awal yang baik untuk mengetahui gaya belajar dan memompa semangatnya agar haus ilmu sejak dini.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: