Belajar Sabar dari Siti Hajar dan Nabi Ismail #IbuBerkisah

Kesabaran Siti Hajar ketika ditinggalkan suaminya, Ibrahim, patut kita teladani. Di saat istri zaman now sangat tidak sabaran dan suka tidak hormat dengan suaminya, Siti Hajar malah bersikap sebaliknya. 

“Apakah itu perintah dari Allah?”

“Ya”

“Kalau begitu, pergilah”

Begitulah kira-kira awal mula Hajar mengizinkan suaminya pergi meninggalkannya bersama putra semata wayangnya, Ismail as. Tanpa diberi bekal apapun, mereka ditinggal Ibrahim as. di padang pasir yang tandus.

Kelaparan. Kehausan. Begitulah yang mereka rasakan. Mencari air ke sana kemari namun tak kunjung ada. Ke Bukit Shafa dan Marwah.

Akhirnya, datanglah perintah dari Allah untuk membawa Ismail as. menghentakkan kakinya ke sebuah area di padang pasir itu. Lalu keluarlah mata air yang tak pernah berhenti hingga saat ini, ialah mata air zam-zam, yang artinya ‘berkumpul’. 

Ibrahim pun pulang, bertahun-tahun kemudian. Alhamdulillah anak dan istrinya tercukupi kebutuhannya. Itu semua karena mereka sangat yakin akan perintah Allah.

Bagaimana, menarik bukan, kisah Nabi Ismail as. dan keluarganya? Alangkah indahnya bila kita bisa meneladani kisah orang-orang terdahulu, sebagai pengingat bagi kita.

Berkisah memang indah. Walaupun susah karena sebagai orangtua kita harus mengetahui dulu ceritanya serta melatih intonasi dan ekspresi. Tapi tak apa, semua itu pasti membahagiakan pada akhirnya jika anak kita jadi bertambah keimanannya. Ya, ajarkan iman sebelum AlQuran.

Yuk kita simak penuturan dari Bu Elly Risman tentang pentingnya berkisah: 

*Bu Elly Risman* 🌷dan di olah ulang oleh PPMI

*Wahai Ayah dan Bunda*
*Para Juru Kisah PPMI Dakwah Kisah ini atas ijin Allah telah di karuniakan pada diri kita, Mengapa Allah amanah kan ini pada kita* … Terus belajar dan berkarya dalam Dakwah Kisah ini …

– Tarzan ajarkan hidup setengah telanjang, 

– Cinderella ajarkan boleh ke pesta sampai malam asalkan di bawah jam 12 malam,

– Pinokio ajarkan dampak berbohong hanyalah hidung yang memanjang,

– Alladin ajarkan mencuri,

– Batman ajarkan mobil ngebut 200 mph,

– Power Ranger ajarkan memukul, membacok, menembak, mengeroyok,

– Romeo & Juliet ajarkan kawin lari dan bunuh diri bersama karena galau tak teratasi,

– Harry Potter ajarkan ilmu sihir, mantera, dan ramuan pelet,

– Mickey & Minnie ajarkan hubungan lebih dari sekedar teman,

– Sleeping Beauty ajarkan kemalasan,

– Dumbo ajarkan mabuk dan berhalusinasi,

– Scooby Doo ajarkan rasa takut,

– Snow White ajarkan bagaimana cewek tinggal bersama 7 lelaki,

– Peter Pan ajarkan penampilan seksi & hot para peri,

– Superman ajarkan sosok macho dan kuatnya daya tarik seksual seorang pria,

– Ultraman ajarkan teknik membanting, nyeruduk, mendorong,

– Dan nyaris keseluruhan film-film yang dilihat mata anak-anak kita berakhir dengan adegan ciuman.

*Tidak perlu heran mereka berperilaku menyimpang. Mereka dapatkan contoh tersebut dari buku cerita dan tontonan yang kita β€˜berikan’*

Kita mengaku cinta Rasulullah Muhammad Sholallaahu β€˜alaihi Wa Salam dan para shahabatnya, *tetapi nyaris tidak kita gali kisah-kisah menakjubkan mereka*

Kita sudah seharusnya mengajarkan pada anak-anak kita sendiri dan yang lain juga membagikan kemampuan kisah ini pada setiap Orang Tua, Guru dan Pendidik.

*Kisah ini  seperti :*

*- Abu Bakar r.a. yang setia kepada Nabinya,*

*- Umar ibn Khattab r.a yang adil kepada siapapun,*

*- Utsman ibn Affan r.a. yang sangat dermawan,*

*- Ali ibn Abi Thalib r.a. yang berani dan cerdas,*

*- Khalid ibn Walid r.a. yang bersemangat dalam menyambut jihad*

*- Fathima ibn Muhammad  yang cinta dan hormat kepada ayahnya,*

*- Abu Hurairah r.a yang suka menghafal sabda-sabda Nabinya,*

*- Shalahuddin Al Ayyubi yang membebaskan Tanah yang Dijanjikan,*

*- Thariq ibn Ziyad yang membuka dakwah ke Spanyol & Benua Biru,*

*- Muhammad Al Fatih yang memenuhi janji Rasul 8 abad lamanya atas penaklukkan Konstantinopel,*

*- Mudzoffar Quthuz yang menyelamatkan kaum muslimin dari serbuan pasukan Tartar,…*

Mari, mengkaji Al-Qur`an

Mengucapkan, mengartikan, memahami

Menghayati utk mampu mengamalkan

Itulah hakikat β€œTADARRUS”
Juga Hadits dari Rasulullah 
Bukan sekedar membunyikan

Atau mengucapkan berjumlah banyak
Meski,

Walau seayat, tapi difahamkan

Niscaya, bukan hanya cerita, sejarah dan kisah

Namun semangat beribadah, berjihad dan berdakwah

Akan dimiliki oleh kita

Dan generasi penerus kita

Yakinlah

*Semoga bermanfaat Ayah dan Bunda sekalian..*

*Khususnya bagi Para Juru Kisah PPMI, semoga Allah ridho dgn Dakwah Kisah ini, sebagaimana kita juga ridho pada Allah yang kita merindukan bertemu dgn Dzat Nya yg Mulya dalam syahid Dakwah Kisah ini …*

Kak Ari PPMI

Jurukisahppmi.org

#Indonesia Berkisah 

#Indonesia Berkah

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.