Bersinarlah dengan Terang, Bintang Kecilku

Membersamai anak 24/7 sama sekali bukanlah beban. Justru ketika kita diberikan kesempatan itu oleh Allah, maka pergunakanlah sebaik-baiknya.

Selama 10 hari saya berusaha menyelesaikan tantangan dari IIP agar bisa menyibak apa sebenarnya bakat si kecil.

Walaupun usianya masih sangat belia, tapi inilah justru usia di mana fitrah keimanannya harus kami pupuk agar tumbuh dengan subur. Begitu pula fitrah bakatnya terutama enjoy (menikmati) dan easy (mudah) harus dipupuk dan diobservasi, agar nanti di usia aqil baligh dia sudah bisa menemukan di mana excellent-nya dan earn-nya. Di mana bidang yang benar-benar dia kuasai dan bisa menghasilkan.

Di tengah hari yang hectic karena saya harus mengurus visa untuk keberangkatan ke luar negeri, saya bersyukur masih bisa mengerjakan tantangan ini walaupun terseok-seok.

Walaupun pada tantangan kali ini saya tidak mendapatkan badge karena tidak menyetor link tulisan tepat waktu, tidak apa-apa. Yang penting saya belajar. Yang penting saya telah berbagi dari hal-hal kecil dalam hidup saya. Badge bisa dicari di tantangan selanjutnya.

Saya makin menyadari bahwa sebagai orangtua kita harus menyediakan stok kesabaran agar bisa mendampinginya mengeksplorasi dunia. Seperti mencari harta karun, tanpa sabar, mustahil kita akan menikmati proses panjang dalam menelusuri bakat anak.

Bagi saya, ini sangat menarik, karena apa saja yang terkait dengan penyelidikan atau investigating, saya menyukainya. Bagi saya, si kecil yang masih 14 bulan ini memang unik. Kita diberi tugas oleh Allah untuk membersamai mereka menemukan:

a. Ranah intrapersonal (Konsep Diri)
b. Ranah interpersonal (Hubungan dengan sesama)
c. Ranah change factor (Hubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan perubahan)
d. Ranah spiritual: (Hubungan dengan Sang Penciptanya)

Eksplorasi Alam

Melalui kegiatan eksplorasi di alam, berinteraksi dengan orang lain, kita jadi tahu apa sebenarnya minat dan bakatnya.

Menggabungkan framework Fitrah Based Education dan teori di The Happy Kid Handbook, saya mencoba menjadi orangtua yang memfasilitasi kebutuhan sang bintang dengan bahagia.

Di dalam framework FBE, anak usia 0-7 tahun, harus banyak diajak bereksplorasi di alam bebas. Tujuannya tidak lain agar dia mengenal dirinya dan Tuhannya.

Stimulasi di alam bebas yang digabungkan dengan penggugahan fitrah keimanan akan menyuburkan kecintaannya kepada Tuhannya dan membuatnya mengenal dirinya. Fitrah keimanan adalah golden age untuk anak usia 0-7 tahun.

Si kecil tampak bahagia menjalani hari-harinya, entah itu mengamati orang berkegiatan, mengamati hewan, mengeksplorasi tempat baru yang sering kami kunjungi seperti kafe, toko dan taman, serta berinteraksi dengan orang lain.

Sepengamatan saya, sang bintang kecilku ini sepertinya memiliki bakat interpersonal yang baik. Dia mudah akrab dan menjalin komunikasi dengan orang lain.

Kami harap dengan mudahnya dia bergaul, kelak dia akan menjadi pendakwah ilmu agama dan ilmu dunia yang hebat dan berpengaruh, sesuai nama yang kami sematkan padanya.

Bersinarlah dengan tenang, Bintang Kecilku. Buah hatiku. Qurrota a’yun-ku.

Terima kasih, Institut Ibu Profesional, atas tantangannya yang benar-benar menggugah jiwa kami sekeluarga. Kami jadi percaya, semua anak adalah bintang. Anak bukan kertas kosong. Fasilitasi dan bersamai anak dengan rileks dan optimis.

#AliranRasa
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

​Artikel ini dibuat untuk aliran rasa IIP Bunda Sayang Materi 7

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: