Bolehkah Ibu Hamil Naik Pesawat?

Berdasarkan buku  yang saya baca di perpustakaan Alexandrina di El Gouna, inilah saran yang saya dapatkan:

20160102_14411220160102_14404920160102_144056

(klik gambar untuk memperbesar tulisan)

Berikut ini artikel dari Traveloka:

Ingin mudik atau traveling naik pesawat tapi sedang mengandung buah hati?

Pada umumnya, terbang selagi hamil itu tidak masalah. Namun, untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan kehamilan, ada beberapa hal yang wajib diketahui dan dipersiapkan ibu hamil mulai dari sebelum booking tiket hingga saat keberangkatan.

Berikut pertanyaan yang sering ditanyakan ibu hamil ketika berencana untuk naik pesawat:
Apakah terbang selagi hamil ada risikonya?
Bagaimana cara mencegah risiko tersebut?

Kapan saat terbaik untuk terbang dan kapan sebaiknya tidak?
Pada usia kandungan berapa ibu hamil tidak lagi diperbolehkan terbang sesuai ketentuan maskapai?

Simak jawabannya di bawah ini agar perjalanan mudik atau liburan Anda tetap nyaman.

Risiko terbang bagi ibu hamil

Jangankan ibu hamil, penumpang biasa juga cenderung mengalami gangguan ringan dalam penerbangan. Ibu hamil dianggap memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan ringan hingga risiko yang paling parah yaitu keguguran.

Gangguan yang paling umum dapat berupa kram dan pembengkakan kaki/mata kaki. Hal ini umumnya terjadi selama penerbangan di atas 3-5 jam. Gangguan yang lebih serius bisa berupa pembekuan darah atau dalam istilah asingnya disebut blood clots/thrombosis. Gejala blood clots adalah: bagian belakang kaki terutama di bawah lutut mengalami pembengkakan, nyeri dan merah. Penyebab kedua gangguan tersebut adalah kurang lancarnya peredaran darah.

Ada 2 cara mencegah kram hingga blood clots:

  1. Kenakan compression stockings (flight socks), yaitu sejenis stocking khusus untuk dipakai selama penerbangan. Stocking ini dapat dibeli di apotek. Kenakan mulai dari bangun pagi sebelum terbang sampai tiba di tujuan.
  2. Tiap satu jam sekali, bangunlah dari kursi dan berjalan-jalan sedikit selama 4-5 menit. Stretching sederhana mulai dari menggerakkan leher, bahu hingga ujung kaki selama duduk juga dapat mengurangi risiko kram dan blood clots.

Ibu hamil sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya sebelum booking tiket, terutama jika sebelumnya pernah menderita beberapa hal ini:

  • Pendarahan
  • Kencing manis (diabetes)
  • Rasa mual berlebihan di pagi hari
  • Pernah keguguran
  • Pernah melahirkan terlalu dini
  • Hipertensi/darah tinggi

Kapan sebaiknya ibu hamil terbang?

Saat terbaik untuk terbang adalah saat usia kehamilan 14 hingga 27 minggu. Pada usia kehamilan 14 minggu, ibu hamil sudah melewati masa-masa mual dan sudah lebih kuat secara fisik.

Sebelum usia kandungan mencapai 14 minggu, sebaiknya ibu hamil tidak naik pesawat. Di usia awal kandungan, biasanya ibu hamil masih sering mengalami mual dan pusing, yang bisa menimbulkan gangguan lainnya jika dipaksakan. Selain itu, risiko keguguran juga lebih tinggi di usia awal kehamilan.

Saat usia kehamilan di atas 36 minggu, ibu hamil tidak lagi diperbolehkan untuk bepergian dengan pesawat terbang. Jika yang dikandung adalah kembar, maka batasnya menjadi 32 minggu. Batas usia kandungan tersebut diukur dari tanggal penerbangan pulang.

Tips terbang bagi ibu hamil

Berikut adalah tips-tips yang berguna bagi ibu hamil yang akan naik pesawat:

Jauh-jauh hari sebelum keberangkatan:
  • Cek info seputar rumah sakit atau pertolongan medis di tempat tujuan Anda.
  • Jika bepergian ke luar negri yang mengharuskan vaksinasi, pastikan vaksinasi tersebut aman untuk ibu hamil.
Pada hari keberangkatan dan saat penerbangan:
  • Tibalah di bandara jauh lebih awal agar Anda lebih santai ketika melalui proses check-in dan security. Terburu-buru di bandara dapat menimbulkan stress dan itu bukan awal yang baik untuk memulai penerbangan.
  • Beritahu petugas di counter check-in bandara tentang keadaan Anda agar mereka dapat mempersiapkan kebutuhan Anda sebaik mungkin.
  • Jika mungkin, pilihlah tempat duduk di dekat gang/aisle agar Anda mudah keluar masuk saat ingin stretching atau ke toilet.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman, sepatu yang nyaman, dan compression stockings.
  • Begitu sampai di pesawat, usahakan untuk ke toilet terlebih dahulu. Ini berguna jika ternyata pesawat delay take off namun penumpang sudah tidak diperbolehkan ke toilet.
  • Kenakan seatbelt (sabuk pengaman) tepat di bawah perut.
  • Perbanyak minum air dan juice.
  • Hindari minuman yang menyebabkan dehidrasi seperti kopi dan teh, apalagi yang mengandung alkohol.

Ketentuan maskapai bagi penumpang hamil

Umumnya, saat usia kandungan berada di atas 28 minggu, maskapai akan meminta ibu hamil untuk menandatangani semacam Surat Pembebasan Tanggung Jawab dan menyertakan surat keterangan medis dari dokter kandungan yang menyatakan:

  • Ibu dalam keadaan sehat
  • Kehamilan dalam kondisi normal, tidak terdapat kelainan
  • Jenis kehamilan: tunggal atau kembar
  • Perkiraan tanggal melahirkan

Surat keterangan dokter ini biasanya harus diperoleh seminggu sebelum hari keberangkatan. Ketentuan tiap maskapai bisa berbeda-beda. Penumpang dianjurkan mengecek tiap ketentuan dari maskapai yang bersangkutan.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Lion Air, Wings Air, Malindo, Batik Air:

  • Ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 28 minggu diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan bahwa penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan.
  • Penumpang juga diminta mengisi formulir pertanggungan risiko Form of Indemnity (FOI) yang membebaskan maskapai dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Sriwijaya Air, NAM Air:

  • Ibu hamil dengan usia kehamilan maksimal 32 minggu wajib menyertakan surat keterangan medis dari dokter dan juga mengisi surat pernyataan yang tersedia di bandara maupun kantor cabang Sriwijaya Air. Surat pernyataan ini membebaskan Sriwijaya dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Garuda Indonesia:

  • Untuk kehamilan pertama, ibu hamil diperbolehkan terbang hingga usia kehamilan mencapai 32 minggu. Penumpang diwajibkan mengisi Formulir Informasi Medis (MEDIF).
  • Mulai dari kehamilan kedua, penumpang tidak diperbolehkan terbang jika kehamilan sudah pada usia 32 minggu.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Citilink:

  • Untuk usia kehamilan hingga 27 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check-in yang membebaskan Citilink dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.
  • Untuk usia kehamilan 28-34 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Tanggal yang tercantum di surat keterangan ini tidak boleh melebihi 30 hari sejak tanggal keberangkatan maupun kepulangan.
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 35 minggu tidak diizinkan terbang.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat AirAsia:

  • Untuk usia kehamilan hingga 27 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check-in yang membebaskan AirAsia dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.
  • Untuk usia kehamilan 28-34 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Tanggal yang tercantum di surat keterangan ini tidak boleh melebihi 30 hari sejak tanggal keberangkatan maupun kepulangan.
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 35 minggu tidak diizinkan terbang.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Jetstar:

  • Untuk usia kehamilan yang tidak bermasalah hingga 28 minggu, penumpang tidak perlu membawa dokumen medis apapun.
  • Untuk kehamilan yang bermasalah atau mengalami komplikasi, penumpang diwajibkan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Formulir keterangan medis Jetstar dapat dilihat di sini.
  • Untuk usia kehamilan di atas 28 minggu, penumpang diwajibkan menyertakan surat keterangan medis dari dokter tertanggal tidak lebih dari 10 hari sebelum keberangkatan.

Untuk penerbangan Jetstar kurang dari 4 jam:
Kehamilan tunggal diizinkan hingga akhir minggu ke-40 masa kehamilan.
Kehamilan kembar diizinkan hingga akhir minggu ke-36 masa kehamilan.

Untuk penerbangan Jetstar selama 4 jam atau lebih:
Kehamilan tunggal diizinkan hingga akhir minggu ke-36 masa kehamilan.
Kehamilan kembar diizinkan hingga akhir minggu ke-32 masa kehamilan.

Catatan: Khusus Jetstar Pacific (BL), usia kehamilan 36 minggu atau lebih dapat ditolak.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: