Book Review #Internship

Book Review
Ulasan dan kritik mengenai 3 buku pilihan terbitan Imaji Publishing selama 3 tahun berturut-turut, yaitu IAI Jakarta Awards (2011), Archinesia Volume One (2012) dan yang terbaru, Eksplorasi Desain Rumah Hijau (2013). Selain itu, juga direview buku 50 Indonesian Architects + Emergings (2010).
IAI Jakarta Awards 2
Imaji Publishing, 2011
Buku karya Imelda Akmal Architectural Writer Studio ini memuat 20 karya arsitektur hasil sayembara IAI Jakarta Awards 2009 yang bertema Affording Architecture  yang dikaitkan dengan Jakarta Architecture Triennale (JAT) 2009.
 
IAI Jakarta Awards merupakan sebuah tradisi yang diteruskan secara berkala setiap 3 tahun. Tradisi ini dirintis oleh pengurus IAI Jakarta periode 2003-2006 di bawah kepemimpinan Bambang Eryudhawan, dan berlangsung hingga sekarang.
 
Karya penerima penghargaan utama, penghargaan khusus, dan penghargaan pujian dan para nominator ditampilkan secara komprehensif dengan gambar-gambar arsitektural yang lengkap dan foto-foto yang menarik.
Namun ada yang sedikit disayangkan dari buku ini khususnya dalam hal layout. Penggunaan jenis huruf yang terlalu beragam dirasa sangat mengganggu. Selain itu, penggunaan font style dan font spacing yang tidak seragam pada setiap paragraf dalam satu halaman juga dirasa kurang rapi. Background halaman ulasan yang berupa gambar atau sketsa desain dari setiap karya juga membuat tulisan menjadi kurang jelas walaupun huruf dihadirkan dalam ukuran yang terbaca. Akan lebih baik jika terdapat penyeragaman tata letak setiap karya yang memperoleh penghargaan.
 
Sebagai catatan, ketidakseragaman tidak hanya ditemui pada halaman ulasan karya, tetapi juga di bagian awal pada tiap karya. Terdapat pembagian yang tidak sesuai porsi dan penulisan nama proyek dan arsitek yang berbeda-beda. Sebagai catatan dalam layout foto, Terdapat pula beberapa ketidakrapian dalam penyusunan layoutfoto seperti di halaman 43, 48-49, dan 110.
 
Di buku ini terdapat halaman persembahan karena dedikasi yang begitu besar terhadap dunia arsitektur Indonesia. Persembahan tersebut yaitu berupa Lifetime Achievement Award kepada Prof. Suwondo Sutedjo, Dipl-Ing., IAI yang dilengkapi kesan dari para rekan dan sahabat beliau.
 
Dewan juri yang terlibat adalah tokoh budaya Goenawan Mohamad, arsitek praktisi Adi Purnomo, penggagas IAI Jakarta Awards dan Ketua IAI Jakarata periode 2003-2006 Bambang Eryudhawan, arsitek praktisi dari Malaysia, Kevin Low serta arsitek muda Meksiko Michael Rotjkind.
 
Tulisan seperti ini mungkin akan dianggap membosankan oleh orang awam, karena terlalu mengusung komunitas dunia arsitektur. Namun bagi orang yang sudah terjun ke dunia arsitektur, buku ini mungkin dapat menghapuskan rasa penasaran terhadap kompetisi IAI Jakarta Awards dan hal-hal yang terdapat di dalamnya.
 
Transparansi. Hal itulah yang bisa kita dapatkan setelah membaca buku ini secara keseluruhan, terutama di bagian awal buku. Di bagian tersebut dijelaskan sejarah, visi misi, penjurian, serta komentar dari para juri. Serta keterbukaan penilaian juri, terlebih pandangan Kevin Low terhadap tidak relevannya syarat kepemilikan SKA dan motif administratif lain tidaklah mewakili kualitas dari sebuah karya arsitektur.
 
Filosofi dan keunggulan masing-masing desain, serta alasan mengapa dewan juri memilih sebagai nominator ditulis dalam beberapa halaman awal. Tak lupa disematkan akreditasi seluruh proyek di halaman akhir. Buku ini secara keseluruhan dapat mengedukasi pembaca tentang bagaimana cara menilai suatu karya arsitektur ditinjau dari berbagai aspek bukan hanya dari sisi biaya atau tren masa kini.
Archinesia Bookgazine Volume One
Imaji Publishing, 2012
Inilah terobosan baru dari Imelda Akmal dan tim. Sebuah bookgazineyang diberi nama Archinesia. Archinesia hadir dalam format yang berbeda dari buku-buku terbitan Imaji Publishing sebelumnya, yaitu book + magazine (buku + majalah). Archinesia tampil menarik karena didukung dengan penyajian layout yang rapi serta reportase yang mendalam terhadap beberapa eventarsitektural seperti: exhibition, lecture, competitions, dan awards.
 
Pada edisi perdana ini, Archinesia mencoba menggebrak dunia publikasi arsitektur dengan sasaran pembaca yaitu arsitek profesional, pemerhati arsitektur, akademisi, dan praktisi profesi terkait dengan arsitektur, bangunan, serta konstruksi di Indonesia dan Asia.
 
Mengusung isu utama architecture award, competition and exhibition, Archinesia menghadirkan 18 upcoming projects karya beberapa biro arsitek ternama seperti Urbane, Aboday, Popo Danes, PDW dan lain-lain. Dua belas karya terbangun di Indonesia turut meramaikan bookgazineini, salah satunya seperti yang terdapat di coveryakni Potato Head Beach Club Restaurant(Andra Matin) di Seminyak, Bali. Beberapa yang lain di antaranya Perpustakaan Universitas Indonesia (DCM), House 100 (Sontang Siregar), dan Ranch Building (Idris Samad). Tak lupa, 2 buah international projects di Jepang turut dicantumkan dalam bookgazine ini, 21_21 Design Sight di Tokyo serta Light Fold Architecture for Hoki Museum, Chiba.
 
Archinesia dihadirkan dalam format softcover dengan 208 halaman berukuran 30 x 24 cm yang memuat sekitar 160 foto arsitektur (110 foto diantaranya adalah hasil bidikan fotografer Sonny Sandjaya), 35 gambar 3 dimensi arsitektur (upcoming projectsdan pemenang berbagai  kompetisi arsitektur di Indonesia), serta 50 potongan gambar, denah maupun site plan. Semua gambar tersebut disuguhkan dengan komposisi yang menarik dan rapi, disertai ulasan oleh Imelda Akmal dan beberapa kontributor Archinesia lainnya. Penyajian teks dibuat dwibahasa (Indonesia-Inggris).
 
Di tengah-tengah buku, terdapat bagian cover story berformat 32 halaman khusus yang membahas Architecture Award, Competition and Exhibition. Halaman ini sengaja dibuat dengan jenis kertas yang berbeda. Hasil roundtable discussion dengan sebelas arsitek ternama Indonesia seperti Ary Indra (Aboday), Deddy Wahjudi (LABO), Ridwan Kamil (Urbane), Endy Subijono (Ketua IAI 2008-2011), serta Adi Purnomo. Kutipan-kutipan pernyataan mereka pun disusun secara menarik pada beberapa halaman cover story.
 
Karena isu utama yang diusung berkaitan dengan sayembara, maka dihadirkan ulasan karya-karya penerima penghargaan IAI Awards 2011. Di antaranya dari kategori Residences terdapat House 51, Pori-Pori House, dan Gelagah House. Sedangkan dari kategori Public Building disajikan Surau Baitul Jalil dan Ministry of Trade Office Building. Selain itu, dari kategori Commercial Building terdapat Sensa Hotel dan Open Air Ciwalk, Five Elements Puri Ahimsa. Sedangkan sebuah karya Han Awal & Partners yaitu Wae Rebo mendapatkan penghargaan kategori Building Conservation.
 
Selain itu, di beberapa halaman terakhir terdapat review beberapa buku-buku arsitektur seperti: 1000 Details in Architecture, Educational Facilities, Tadao Ando: Process and Idea, Conceptual Representations: Architectural Diagrams Volume 1 & Volume 2, serta buku-buku lain terbitan Imaji.
 
Selain memang menyajikan liputan mengenai acara pameran arsitektural, buku ini juga menyajikan informasi-informasi seputar letak galeri pameran di beberapa kota di Indonesia. Seperti majalah kebanyakan, Archinesia juga memiliki rubrik kaleidoskop kegiatan arsitektural selama 2011 list of local events selama 2012 lalu.
 
Secara keseluruhan, buku ini sudah dapat dikatakan lengkap dalam hal mendokumentasikan karya-karya nasional yang telah ada dan  menyajikan hasil karya sayembara. Tema yang dipilih tersebut merefleksikan masa lalu, masa kini, dan hari esok arsitektur Indonesia. Secara otomatis, buku ini dapat tampil menonjol di masa hausnya Indonesia akan publikasi arsitektural di negeri ini. Tulisan dan pembahasan yang terkait tema dapat dijadikan referensi dan evaluasi bagi perkembangan arsitektur Indonesia ke depan. Pembahasan tema yang didasari berbagai metode riset, studi pustaka, wawancara, serta diskusi dari beragam sumber merupakan cara-cara untuk menghadirkan ulasan yang tepat dan terpercaya. Archinesia Bookgazine ini dapat menjadi sumber referensi publikasi yang penting bagi khazanah arsitektur di Indonesia.
Eksplorasi Desain Rumah Hijau:
50 Karya Pilihan Propan Green Building Design Competition
Imaji Publishing, 2013
Bekerjasama dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) dan Indonesian Interior and Architectural Space (INIAS), untuk pertama kalinya PT Propan Raya menyelenggarakan Propan Green Building Awards pada 2012 lalu.
 
Buku berjumlah 208 halaman ini menampilkan 50 karya terpilih, termasuk di antaranya tiga karya pemenang utama dan tiga karya pemenang harapan. Sedangkan sisanya dipilih melalui seleksi ketat oleh dewan juri.
Dilihat dari cover saja, buku ini sudah menampilkan layout yang sangat hijau dan rapi. Gambar rerumputan dan dedaunan di beberapa halaman menjadi bumbu bagi buku ini.  Penyajian quotes yang atraktif juga menjadikan buku ini terlihat ‘segar’.
 
Setiap karya pemenang utama dan pemenang harapan mendapat ‘jatah’ satu halaman untuk penjelasan desain dan aplikasi produk Propan pada karya mereka. Sedangkan untuk karya para nominator disajikan dengan format yang serupa, namun tak menunjukkan aplikasi produk Propan pada karya. Penyajian ide, konsep, prinsip, dan aplikasi yang singkat mengenai desain hijau dapat memberikan gambaran akan rancangan tiap peserta. Penulisan legenda dan penataan gambar-gambar pendukung rancangan juga rapi sehingga mudah terbaca.
 
Dina Hartadi selaku inisiator GBCI dan salah satu tim juri mengatakan bahwa kompetisi ini mengedepankan konsep green sebagai tema sebagai cara mensosialisasikannya terhadap masyarakat. Naning Adiwoso selaku ketua GBCI dan ketua tim juri, Dina Hartadi, Ahmad Djuhara, Imelda Akmal, dan Suharsono Legowo turut menyumbangkan pendapat mereka terhadap kompetisi ini. Menurut Imelda Akmal, lomba ini merupakan lomba pertama di Indonesia yang dalam TOR-nya terdapat prinsip greenship dari GBCI.
 
Melalui penyusunan buku ini, GBCI dan Propan menunjukkan usaha supaya green design dapat merambah generasi muda yaitu mahasiswa yang mengikrarkan diri sebagai agen perubahan. Naning sangat mengharapkan di tahun 2030 kita dapat menghasilkan bangunan dengan zero-run off, zero carbondan zero waste demi kelestarian planet bumi supaya dapat menopang kita untuk hidup dan beraktivitas.
 
Karya-karya di kompetisi ini mengaplikasikan teknik-teknik pendekatan desain pasif dalam perencaaan bangunan di daerah iklim tropis lembab. Penggunaan material dan desain fasad ternyata juga dapat menjadi bagian yang mendukung green design selain beberapa strategi seperti daur ulang air hujan, penggunaan taman atap, penggunaan panel surya, dan lain-lain.
 
Di samping keunggulan-keunggulannya, terdapat sebuah kekurangan yaitu belum mencantumkan kontak para peserta terpilih, seperti alamat e-mail dan asal kota atau jurusan di universitas. Jika dicantumkan, tentunya akan memudahkan korespondensi ke depannya.
 
Buku ini juga menampilkan dokumentasi perjalanan Propan Green Building Design Awards 2012 dan roadshow yang mereka lakukan sebelumnya ke kampus-kampus besar di Indonesia. Buku ini dapat menjawab keingintahuan tentang desain hijau untuk diterapkan di rumah tinggal di Indonesia dan dapat menjadi sumbangsih bagi kekayaan desain hijau di Indonesia.
Komentar:
Secara umum, ketiga buku ini sama-sama menyajikan karya-karya sayembara, namun berbeda konteks. Buku ‘Eksplorasi Desain Rumah Hijau’ menyajikan karya sayembara tentang Rumah Hijau, sedangkan IAI Jakarta Awards 2 menitikberatkan kepada karya-karya bertema Affording Architecture di Jakarta. Sedangkan, di Archinesia, sayembara dibahas secara mendalam, dikarenakan itu merupakan salah satu dari isu utama pada Archinesia Volume One.
 
Dari ketiga buku tersebut, buku IAI Jakarta Awards 2-lah yang sedikit bermasalah dengan layouting. Selebihnya, konten dari ketiga buku sangat berkarakter dan disajikan dalam tampilan yang berbeda-beda.
 
Secara keseluruhan, tulisan di buku IAI Jakarta Awards 2 lebih mendalam karena menguak sejarah awal pelaksanaan IAI Jakarta Awards. Hasil reportase pun dipertajam dengan wawancara dengan para juri. Ulasan setiap proyek didasari atas data dan wawancara ke setiap arsitek secara langsung. Gaya penulisan ketiga buku sama-sama mengulas secara tajam terhadap setiap objek.
 


50 Indonesian Architects + Emergings
Imaji Publishing, 2010
Siapa dan bagaimana arsitek Indonesia saat ini? Bagaimana latar belakang dan perjalanan karir mereka? Dimana basis mereka? Apa saja karya terbaru mereka? Buku ini hadir menjawab pertanyaan tersebut. Meliput 50 arsitek dan 13 emergings dengan menggunakan berbagai metode seleksi arsitek, buku ini mampu membuka mata publik bahwa arsitek-arsitek Indonesia telah banyak berkarya. Tim Imelda Akmal Architectural Writer (IAAW) Studio mendapatkan nama-nama baru dengan karya-karya yang cukup segar dan berkontribusi pada pergerakan arsitektur kontemporer Indonesia. Namun sangat disayangkan, data yang terkumpul kebanyakan adalah arsitek dan biro arsitek di Jakarta dan Bandung saja, sedangkan untuk daerah di luar dua kota tersebut masih sulit didapatkan.
 
Buku ini berisi ulasan berupa biografi pendek dari 50 arsitek dan 13 emergings beserta karya-karya mereka yang disajikan dalam dua bahasa (Indonesia-Inggris). Buku yang hadir dengan 290 halaman ini memuat profil singkat para arsitek di sebelah kanan, dan beberapa masterpiece masing-masing di halaman-halaman selanjutnya. Masterpiece tersebut diantaranya berupa rumah sederhana hingga bangunan bertingkat, bahkan masterplan kota. Profil berupa cerita perjalanan singkat mereka serta latar belakang di dunia arsitektur. Buku ini merupakan salah satu dari edisi 50 Series terbitan Imaji Publishing. Didukung layout yang sederhana dan didominasi warna merah, secara keseluruhan buku ini dapat memberikan informasi dasar yang akurat. Buku ini setidaknya mampu menjadi tonggak bagi kemunculan bibit-bibit arsitek lain di seluruh penjuru Indonesia agar dapat memperkaya khazanah dunia arsitektur.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: