Bukan Yang Seperti Itu

Dulu, aku pikir, punya pacar itu suatu kebanggaan tersendiri. Dulu, aku pikir, punya pacar yang tinggi dan berkulit putih, itu sudah cukup. Dulu, aku pikir, punya pacar yang pintar, itu lebih dari cukup. Dulu, aku juga sempat berpikir, punya pacar yang ganteng, itu segalanya. Dulu, aku pikir, mempunyai keempat-empatnya, ditambah kekayaan, merupakan yang sempurna. Yang sempurna menurutku dulu, adalah yang seperti itu.

Namun, setelah kujalani hidup selama dua puluh satu tahun ini, mencari pacar tak ada gunanya. Apalagi mencari pacar yang seperti itu, tak akan ada gunanya.

Aku makin paham, yang kini aku cari bukan yang seperti itu tadi. Aku juga makin paham, pacar bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.

Aku juga makin paham bahwa tidak ada satupun manusia yang sempurna. Tidak ada jodoh yang sempurna. Yang ada hanyalah mencari orang yang belum sempurna, untuk sama-sama menyempurnakan diri.

Tinggi, berkulit putih, pintar, ganteng, kaya…. semua itu tak akan terlihat sebagai nilai plus jika agamanya tidak baik.

Kini, hanyalah seseorang dengan keberanian menemui kedua orangtuaku dengan kesalehannyalah yang aku cari dan aku tunggu.

Selanjutnya, kuserahkan pada kedua orangtuaku, atas ridhonya terhadap orang yang berani dan saleh itu.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Di penghujung semester 7. Surabaya, 18 Januari 2014.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

1 Comment

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: