Dalam Diamku

Dalam diamku, tentu saja aku tak benar-benar diam.
Dalam diamku, kumohon selalu kesehatan dan keselamatanmu.
Dalam diamku, kucoba bersabar menunggu, mencoba tak terpaku pada jam dinding yang selalu bergerak.
Dalam diamku, ku belajar, belajar apapun yang ‘kan berguna di kemudian hari.
Dalam diamku, kusapa angin, mengharap ia menyampaikan salam rinduku kepadamu.
Dalam diamku, aku meyakinkan diri dalam hati, bahwa kau disana juga tak benar-benar diam.
Kita akan diam, bersabar, dan bertahan, sampai suatu hari nanti tiba waktu yang tepat untuk kita benar-benar saling berbicara.

Surabaya, 6 Juni 2014.
Dalam diamku di malam yang hening, memikirkanmu.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: