Family Project Day 10: Puasa Gadget

Tak terasa sudah hari ke-10 tantangan family project Institut Ibu Profesional. Itu berarti saya dan suami plus anak tentunya, sudah melaksanakan 10 hari berturut-turut berproyek bersama.

Sudah lama kami ingin menikmati hari tanpa gangguan notifikasi terutama chat. Akhirnya kami memutuskan bahwa proyek hari ini adalah… jreng…. No gadget day. Sebenarnya didukung juga oleh kondisi badan yang kurang enak, kepala pusing sejak sakit sariawan, dan juga pikiran yang penuh akan beberapa permasalahan. Ya sudahlah, memang butuh hening sejenak.

Jam 5 pagi sehabis salat Subuh, saya ajak suami untuk memulai no gadget day hingga jam 6 sore. Ya, sama seperti berpuasa biasa. Dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Alhamdulillah kami pun menikmati sekali berjalannya hari ini. Apa saja yang bisa kami lakukan tanpa handphone dan laptop?

  • Mengirim buku Kata Ayah melalui ekspedisi JNE dan J&T .
  • Makan siang di Kampung Steak bersama si kecil yang genap berusia 10 bulan hari ini 🙂 Dia ikutan makan buncis yang ga kena saus steak-nya.
  • Ke Masjid Ash-Shobirin dan menunggu hujan reda.
  • Karena ternyata hujan lagi setelah hujan reda, kami jadi hujan-hujanan naik motor ber-3 dari masjid menuju rumah daaan dingiiiiin banget. Baju basah semua. Si kecil rambutnya juga basah dikit. Hihihi gapapa ya, Nak. Hujan kan berkah. Sudah lama sekali saya ga hujan-hujanan secara sengaja.
  • Santai-santai di kasur sambil membacakan buku It’s My Startup karya Lahandi Baskoro kepada suami, yang akhirnya berujung baca bareng dan saling berkomentar tentang pengalaman kami membuat startup. Suami seneng juga dibacakan buku sama saya secara keras ternyata, hehehe.
  • Membaca buku Kata Ayah (baru pertama kali baca printed version-nya dan terharu sendiri mengingat perjuangan dalam proses pembuatannya dan membaca pesan-pesan dari para ayah hebat)
  • Membacakan sirah nabi Muhammad dari buku Muhammad Teladanku. Dapat beberapa halaman tentang keteladanan Rasulullah. Jadi tahu kalau Rasulullah dulu hidupnya sederhana banget. Kita sekarang fasilitas oke gini, tapi hidupnya masih males-malesan aja, jarang sedekah, kerjaannya ghibah melulu… dan lain-lain.
  • Ngobrolin ide tentang bisnis keluarga ke depannya. Menulis di notebook! Nulis tangan, lho. Kalo misalnya handphone sama laptop nyala, kadang suka males nulis di notebook. Tapi karena punya notebook baru yang dibelikan suami, jadi hobi lagi nih nulis tangan.
  • Memberikan buku Kata Ayah ke satpam perumahan. Tujuan kami bikin buku ini kan supaya menyadarkan para ayah, nah siapa tahu para satpam itu sudah berkeluarga, atau mungkin akan berkeluarga (?) Yang penting, kami harap bukunya akan berguna bagi para beliau, pasukan pengaman perumahan kami.
  • Waktu menyusui si kecil juga fokus, jadi banyak ngelus-ngelus dia juga. Waktu main dan nemenin makan juga lebih mindful. Pokoknya seneng banget lah ketika menikmati waktu dengan si kecil tanpa keganggu layar. Padahal saya sih udah jaraaaang banget buka hape dibanding masa jomblo dulu. Sosial media juga udah pada saya hapus. Jadi sosial media saya sekarang tinggal blog ini (horeeee) dan juga WhatsApp sebagai layanan messenger terkemuka dan terlaris. Sebagai pengganti SMS juga, sih. Oh ya terus Telegram saya juga masih ada. Buat subscribe channel-channel islami aja, sih. Hahaha. Aktivitas saya kalau pegang HP sih itu, lainnya cuma dibuat nulis note, liat jam, ngitung duit #eh, bikin dokumen, udah sih gitu aja.  Sekarang saya agak ga peduli sama HP sih, jadi kurang fast response. Mohon maaf lahir dan batin, ya buat yang menghubungi tapi menanti jawaban. Sekarang si kecil sudah semakin aktif. Saya jadi sayang buat ninggalin 1 detik sama dia. Mana kemajuannya tiap hari udah nambah. Hari ini bisa niruin saya ngomong “Apa.” Aaaaa seneng banget! :3
  • Masak mashed potato kornet bumbu bawang bombay. Masaknya nggendong si kecil. Alhamdulillah hasilnya enak. Lagi bosan makan nasi.

Thanks to Institut Ibu Profesional atas tugas tentang proyek keluarga. Semoga bisa berlanjut ke proyek berikutnya walaupun ga saya tulis di sini. Proyek keluarga harian in syaa Allah masih lanjut kok. Itu tuh yang kapan hari saya bilang: Senin Sedekah, Selasa Santai, Rabu Babu, Kamis Romantis, Jumat Sehat, Sabtu Kuliner. Hehehe.

Dengan ditutupnya tulisan family project hari ke-10 ini, saya mau mengapresiasi terhadap keluarga saya sendiri karena:

  • Kompak selama 10 hari menjalankan proyek tanpa putus.
  • Walaupun yang tidak terlaksana: Green Day dan Berbagi Rasa, tapi mayoritas sudah terlaksana, contoh: Rumah Rasa Baru, Rabu Babu, Dhuha Menyala, dll. Berbagi rasa diganti dengan subproyek berbagi buku ke pak satpam.
  • Ada proyek dadakan juga, seperti Packaging Buku Kata Ayah dan Puasa Gadget.
  • Sejak rumah kami rasa baru, jadi makin semangat kerja. Lihat rumah semakin bersih dan ga banyak barang. Jadi tenang.
  • Family forum, kemandirian, serta kecerdasan juga meningkat dengan adanya family project ini.
  • Sasaran kegiatan seperti SMART: Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Timebound agak sulit diaplikasikan, terutama yang measurable.

Kesimpulannya: KELUARGA SURGA READY FOR RAMADAN!

wp-1490886425045.png

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: