Family Project Day 2: Rabu Babu

Bagaimana jika bersih-bersih rumah dijadikan sebuah proyek keluarga?
Hmmm pasti seru!

Itulah yang kami sudah terapkan di Keluarga Surga.

Jumat, 31 Maret 2017

09.00-11.00 WIB

Sebenarnya nama family project kali ini tidak sesuai dengan harinya. Keluarga kami ‘berhutang’ membersihkan rumah sejak hari Rabu kemarin. 

Sudah sekitar dua bulan ini kami menerapkan daily project di antaranya: Senin Sedekah, Selasa Santai, Rabu Babu, Kamis Romantis, Jumat Sehat, Sabtu Kuliner, Minggu Bertamu. Rabu kemarin kami tidak melaksanakan proyek Rabu Babu. Jadilah kami masukkan proyek tersebut ke dalam rangkaian acara Ready for Ramadan saja.
Pagi tadi, kami baru memutuskan, apa proyek keluarga yang bisa kami laksanakan. Jumat dimulai dengan mendung lalu hujan. Alhasil hawa kemalasan menyergap kami di rumah. Hehehe. Daripada malas, ya sudah yuk Rabu Babu sajalah! Begitu pikir kami. 

Saya lalu melipat karpet-karpet, membereskan mainan anak yang ada di lantai, mengatur ruang kerja, dan juga memilah buku mana yang sudah dibaca, mana yang masih dibaca. 

Suami segera mengambil kain pel dan obat pel. Kain pel kami bisa digunakan untuk menyapu juga, lho. Merk-nya Scotch Brite. Setelah seluruh rumah bagian dalam di pel, suami segera mencuci piring, karena memang itu jobdesc yang ia ingin ambil di rumah. Kebetulan suami berprofesi menjadi ayah rumah tangga :)) Jadi tugas rumah tangga memang kami bagi sedemikian rupa. Setelah semua dipel bersih, sampah juga dibuang, saya mengembalikan barang-barang ke tempat semula.

Setelah capek mengepel, kami tidur siang sebentar sebelum suami pergi salat Jumat. Sebagai reward, saya memasak tahu tauge kecap yang berkuah. 

Penanggungjawab acara Rabu Babu ini adalah saya. Saya yang menentukan mana yang dibersihkan dan mau membersihkan apa. Saya juga yang memberi reward.

Menurut saya, cara ini cukup ampuh untuk mengatasi rasa malas membersihkan rumah (walaupun rumah kontrakan kami kecil). Kami jadi gotong royong dan merasa bersama-sama memiliki rumah. 

Saat saya beres-beres, anak juga saya libatkan, saya ajak ia melihat saya membereskan mainannya, meletakkan di tempat lain karena lantainya mau dipel, melipat karpet, dll. Saat suami mengepel, otomatis suami butuh konsentrasi agar kerjaannya bersih. Alhasil saya menjaga anak agar tidak mengganggu ayahnya yang sedang mengepel.

Family project hari ini ditutup dengan menonton film The Good Dinosaur yang kami lanjutkan hingga malam hari. Film itu kami beli di Play Store. Lumayan, jadi pembunuh rasa lelah setelah beres-beres. 

Di awal kami mengadakan family forum yang cukup ngalor-ngidul. Topiknya cukup berat yaitu bicara tentang beban hidup. Mungkin adabeban di masa lalu, beban pekerjaan, masalah dengan pasangan, anak, orangtua, teman, sampai beban hutang, dll. Kami mencoba blak-blakan agar terurai satu-satu. Ternyata kondisi jenuh kami kali ini salah satunya karena kondisi rumah yang kurang rapi dan sudah ketambahan banyak barang. Hal itulah yang membuat kami makin semangat untuk me-relayout rumah untuk menyambut Ramadan. Tapi sudah barang tentu, sebelumnya harus beres-beres rumah dulu, dong.

Sepertinya kami harus menambah frekuensi proyek ini karena sudah ada si kecil yang hobi bereksplorasi di rumah kami. Hehehe. Supaya lantai tetap bersih dan bebas debu, supaya si kecil aman ke sana kemari tanpa melahap benda-benda nan aneh semacam kapur semut seperti beberapa minggu lalu. Hiiii.

Bismillah, besok rencananya kami melaksanakan self laundry. Membuat kegiatan mencuci menjadi menyenangkan, apalagi setelah ditinggal mesin cuci. Hihi. 

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: