Family Project Day 3: Morning Glory? We Did It!

Apa cara keluargamu untuk melibas rasa kantuk di pagi hari?

Biasanya, saat azan Subuh berkumandang, mata masih ingin terpejam, badan masih ingin ditutupi selimut, kepala masih ingin menempel di bantal. Wah setan dan pasukannya memang jago bikin manusia untuk tidak beribadah.

Nah, keluarga kami pun tak jarang digoda setan dengan cara begitu. Apalagi sesudah subuh. Hmm, tak mau terbujuk rayuan setan, kami pun sepakat melibas kejahatan setan di pagi hari dengan cara membuat proyek Morning Glory! (Sudah mirip Sailor Moon belum? Wkwkwk)

Ide proyek ini diusulkan dari suami kemarin saat ngobrolin tentang tugas family project Institut Ibu Profesional ini. Bagaimana ya cara agar kita tidak tidur di pagi hari baik sebelum dan sesudah salat? Waktu pagi sebenarnya kan harus semangat menjemput rezeki dan beraktivitas.

Dari family forum di hari sebelumnya, kami pun bersepakat mengeksekusi ide berupa bersiap beraktivitas jam setengah tujuh pagi. Menurut kami itilah waktu ideal untuk bersiap menjemput rezeki dan beraktivitas. 

Penanggungjawabnya adalah suami. Saya diingatkan untuk bersiap sebelum setengah tujuh. Selepas salat Subuh, saya langsung membereskan mainan, menyiapkan keperluan mandi sekeluarga, mengembalikan peralatan makanan yang masih berserakan, membuat jeruk nipis, dan mandi pagi. Setelah diri saya dan rumah beres, barulah saya bisa memandikan anak dan menyusuinya. Lalu menemaninya bermain dan bereksplorasi. Saya juga menyambi membaca dzikir pagi pakai buku Al Matsurat dilanjut membaca buku. Hari ini saya membaca buku Catatan Hati Pengantin karangan Asma Nadia. Suami membeli bubur ayam karena elpiji habis. Sekalian saja beliau saya pesankan untuk membeli bahan kebutuhan rumah tangga lainnya. Sepulangnya dari belanja, saya menyediakan segelas jeruk nipis peras hangat untuk kami berdua. 

Pukul 10 pagi, saya sudah ngantuk lagi dan melakukan tidur sebelum Dhuhur (qailulah), sampai pukul 11. Menurut saya hal ini sangat efektif selain memang dianjurkan oleh Rasulullah. Sembari itu, suami membaca buku Indiepreneur karangan Pandji Pragiwaksono. Akhirnya pun dia tertidur juga.

Oh ya, mengapa setengah tujuh pagi? Kami membuat diri kami sibuk setelah pukul setengah tujuh. Setelah kami selesai dari salat sunnah Fajar atau sunnah qabliyah Subuh, kami salat Subuh. Suami melibas kantuknya dengan salat di masjid dekat rumah. Menembus dinginnya udara pagi. Sedangkan saya, yang tidak memiliki kewajiban untuk salat berjamaah di masjid, melaksanakan salat di rumah. Selepas itu seharusnya niat saya menunggu sampai waktu syuruq lalu salat Isyraq dua rakaat. Tapi si kecil menangis minta disusui. Jadi, batal deh salatnya. Hehehe. Semoga lain waktu sempat.

Btw keluarga kami gagal melaksanakan rencana family project Self Laundry karena sudah terlalu siang. Pengalaman kami, mencuci baju dengan manual (perasan tangan) harus di pagi hari sekali karena kurang kering. Beda dengan jika menggunakan mesin cuci bukaan depan. Jadi batal deh 😆 Tapi gapapa, in syaa Allah besok kami melaksanakannya.

Bagaimana kamu mengisi pagimu? Apakah kegiatan morning glory-mu dan keluargamu? Bagikan juga, ya di kolom komentar 🙂

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: