Family Project Day 4: Self Laundry

Akhirnyaaaa, keturutan juga bisa nyuci berdua bareng suami. Hari ini kami memutuskan untuk mencuci baju secara manual daripada menggunakan jasa coin laundry

Pasti banyak yang bertanya, coin laundry apaan sih? Seperti laundry biasa, cuma di sana menggunakan koin untuk membuka dan mengoperasikan mesin cucinya. Mesin cucinya juga beda sama mesin cuci bukaan depan pada umumnya, lho.

Di dekat rumah kami ada jasa Oxy coin laundry. Suami saya sudah jadi membernya dan sering mendapat potongan harga. Di sana biasanya dia memakai layanan self service yaitu sekitar 45+35 menit menunggu cuciannya sampai kering lalu dibawa pulang. Sehingga tugas saya di rumah tinggal melipatnya. Ingat, melipat saja. Bukan menyeterika. Keluarga kami memang tidak menganut madzhab menyeterika di rumah. Selain hemat listrik juga masih banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan instead of ironing clothes.

Kelebihan hasil cucian pakai coin laundry  juga selain cepat, bersih, lembut dan tetap panas, jadi semacam disetrika, lho!

Eh kok jadi ngomongin coin laundry sampai detail, sih. Kembali ke topik. Jadi pukul 9.30 pagi hari ini, kami mencuci setumpuk underwear (pakaian dalam) dan baju bayi. Ditambah dua kaos untuk dipakai sore ini. Ceritanya dari kemarin sebenarnya kami kehabisan baju bersih karena semua numpuk di keranjang cucian. Ngelaundry malas buang uang, nyuci sendiri juga selalu kelewatan karena sudah kesiangan ingatnya. Alhasil hari ini tadi benar-benar kami niatkan.

Penanggungjawab proyek ini adalah suami. Beliau memandu apa yang harus saya lakukan, seperti mengambil ember, memasukkan air, menuangkan deterjen bayi serta mengucek, membilas dan memeras. Deterjen yang kami gunakan memang deterjen khusus bayi agar cocok untuk semua jenis kulit. Selain itu di tangan ga panas, lho kalau pakai deterjen bayi.

Suami kebagian job desc memeras dan menjemur. Anak saya kebagian job duduk saja di kursi makannya sambil membaca buku. Diamankan dulu lah biar ga ngerusuhi ayah ibunya. Tetapi ternyata setelah saya selesai mengucek dia agak rewel. Ya sudah akhirnya saya pindahkan kerjaan mencuci ke tangan suami dan saya menemani si kecil mainan di ruang tamu.

Dua hari sebelumnya, saya memilah dua keranjang besar cucian (kira-kira isinya 5 kg), membalik semua pakaian, mengaitkan resleting dan kancing, dan memilah mana yang pakaian dalam mana yang luar. 

Kelemahan dari mencuci sendiri adalah lama keringnya. Kedua, capek/pegal di tangan. Ketiga, baju jadi agak rusak karena diperas tangan. Keempat, ga bisa sehalus dan selembut hasil cuci coin laundry dan akibatnya hasil lipatannya jelek. Maka dari itu kalau beli baju sebaiknya jangan bahan katun yang kalau dilipat bakal membekas dan gampang kelihatan kusut. 

Saya sih udah lama ga nyuci sendiri karena suami sudah memilih job desc mencuci. Dia adalah manajer perairan rumah tangga kami. Kegiatan yang berhubungan dengan air semisal menyiram tanaman, menguras bak mandi, mencuci piring dan mencuci pakaian sudah dia ambil semua. Alhasil, mencuci seperti hari ini adalah KEMEWAHAN buat saya. Saya jadi lebih menghargai pakaian, ga asal cemplang-cemplung nyampur baju lalu diputar sama mesin cuci dan akhirnya kering.

Memang apa-apa yang manual di masa serbainstan dan serbacepat ini bikin orang jadi malas, ya? Apalagi anak yang sudah biasa pakai pembantu waktu jaman jomblo dulu di rumah ortu, mana sempat megang cucian kecuali mencuci bekas baju yang kena darah haid. 

Kegiatan mencuci bisa dibuat menyenangkan, kok. Asal semua anggota keluarga dilibatkan, walaupun anak saya tadi cuma ngintipin aja karena masih belum mengerti, ya udah lakukan. Toh hemat uang juga, kan.

Plusnya bisa main air dan badan jadi harum kena wanginya deterjen, wkwkwk.

Mengapa proyek hari ini kami namakan self laundry?  Mengapa pula harus dijadikan proyek? Yaaa biar seru aja. Ide namanya dari suami. Biar keren dan pede nyuci sendiri aja gitu. 

Durasi fampro kali ini adalah 1,5 jam. Semangat untuk proyek besok Senin! Kira-kira apa ya, hayo ada yang mau cerita sedang bikin proyek apa bareng keluarganya? Bagikan di kolom komentar 🙂

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: