Family Project Day 5: Rumah Rasa Baru

Fiuuuh… Malam ini saya baru saja selesai menata ulang layout rumah kami. Yaa walaupun rumah kontrakan tapi boleh dong judulnya Rumahku Surgaku, hehehe. Kan di ajaran Islam ga ada perintah rumah harus beli atau ga boleh ngontrak, ya ga?

Nah, tujuan kami melakukan relayout rumah adalah agar lebih memuliakan tamu. Selama ini kami sudah berusaha memuliakan tamu. Tapi kami tidak menyediakan kamar tamu jika barangkali ada yang mau menginap.

Kamar di rumah kami ada 2, satu untuk kamar tidur utama, satu untuk kamar kerja campur gudang. Weleh, walaupun sudah dibereskan dengan metode ala Jepang, KonMari, tapi tetap saja saya agak ga sreg karena masih banyak space terbuang sia-sia. 

Nah, di family project kali ini, saya dipimpin suami merealisasikan keinginan kami untuk menghadirkan rumah yang lebih islami lagi. Kamar tidur utama jadi milik saya dan suami. Kamar kerja di sebelahnya menjadi kamar bayi kami. Jadi semua barang yang berhubungan dengan bayi, kami letakkan di kamarnya. Jika dibutuhkan, kamar itu nanti juga bisa difungsikan jadi kamar tamu. 

Di kamar tidur kami, barang dan furnitur hanya diposisikan berbeda. Namun, rak hanger baju dan meja kerja dari ruang sebelah ditaruh di kamar tidur kami. Sedangkan lemari baju anak, rak buku anak, perlengkapan mandi anak, mainan anak, karpet, matras, perlengkapan tidur, plus koper-koper kalau untuk bepergian ada di kamar bayi semua. Dengan begitu, ruang tamu tidak penuh dengan mainan anak kami yang hampir selalu berantakan.

Dengan begitu, kami harap tamu lebih betah berada di rumah. Walaupun sofanya hanya dua dan single seat, sehingga pasti mereka memilih duduk di karpet secara lesehan. Walaupun tidak ada meja tamu. Tapi kami harap sedikit perubahan layout pada rumah kami sudah mengikuti sunnah Rasulullah SAW agar memuliakan tamu.

Rumah rasa baru. Begitulah judul proyek kami hari ini. Sebenarnya ini realisasi dari proyek hari pertama kemarin, sih. Tapi yang kemarin baru ngobrol dan berimajinasi aja bareng suami. Dimulai dari jam 20.15 hingga 22.30. Cukup lama juga. 

Alat-alat yang kami butuhkan hanyalah sapu, cikrak, untuk menyapu kotoran terutama tanah dekat rumah semut dan mayat cicak :”) Serta sebotol minum air putih karena angkat-angkat barang bikin haussss. 

Thanks to suamiku yang berjuang angkat barang dan mengukur secara kasar untuk peletakan furniturnya. You are the best! 

Bismillaah. Besok kami ingin melaksanakan family project berikutnya yaitu Green Day. Hari berkebun dan membersihkan halaman depan dan belakang. Doakan lancar, ya. Demi menyambut bulan Ramadan yang kian dekat, lho.

Istirahat dulu 😀 

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: