Family Project Day 8: Dhuha Menyala

Hai, Moms! Sudah sampai hari ke-8 tantangan family project Institut Ibu Profesional, nih. Hmm.. makin deg-degan untuk menyambut bulan Ramadan, nih. Kalo dilihat dari list di postingan hari pertama, berarti yang belum terlaksana adalah Dhuha Menyala, Green Day, dan Berbagi Rasa, ya.

Hari ini kami melaksanakan proyek Dhuha Menyala. Kenapa sih harus Dhuha? Kenapa sih harus Menyala?

 

Waktu Dhuha biasanya malas-malasan di kasur. Waktu Dhuha biasanya rajin-rajinnya bekerja. Kamu atau keluarga kamu, yang mana?

Keluarga kami kadang yang pertama, kadang yang kedua. Untuk itu, kami rasa perlu membuat waktu matahari sepenggalah naik menjadi bermakna.

Yuk, kita simak, apa saja yang keluarga kami lakukan untuk mengisi waktu Dhuha.

  • Salat Dhuha. Dua rakaat kalau menurut saya sudah cukup asal ikhlas. Saya belum bisa banyak-banyak karena kadang baru seleaai salat, anak sudah minta ditemani lagi. Solusinya, salat Dhuha yang khusyuk hanya bisa ketika anak tidur.
  • Doa setelah salat Dhuha dan curhat sama Allah.
  • Salat Istikharah atau salat Taubat. Dua rakaat yang singkat tapi nikmat. Coba saja kalau bingung menghadapi pilihan, silakan salat istikharah. Lalu, jika ingin mohon ampun dan bertaubat, silakan salat taubat.
  • Dzikir pagi al-matsurat. Saya punya buku kecil berisi bacaan dzikir pagi dan petang plus artinya. Saya baca keras agar anak mendengarkan. Suami yang sedang bekerja di kamar pun bisa mendengarkan juga. Daripada memutar MP3 dzikir pagi lebih baik dibaca pakai mulut sendiri :)) Total cuma 15 menit-an, kok. Doanya bagus-bagus, lho. Ada potongan-potongan surat yang sering kita dengar seperti al-fatihah, al-baqarah, al-ikhlas, al-falaq, an-naas, ayat kursi, dll. Coba dibiasakan baca ini di setiap hari agar harimu berkah.
  • Baca Alquran dan terjemahnya. Satu surat saja cukup. Tadi saya baca Az Zariyat. Saya baca keras agar anak juga mendengarkan. Alhamdulillah Kindi kalau dibacakan Alquran seringnya diam.

Yang terlupa adalah membacakan anak shirah nabawiyah di buku Muhammad Teladanku. Berkisah adalah salah satu cara membuat anak gila membaca dan tentunya menumbuhkan fitrah keimanan anak di usia golden age fitrah keimanannya.

Tadi karena tidak sempat membacakan shirah, sebagai gantinya, saya membaca buku Ummi Inside karangan Misbahul Huda. Saya membaca sambil menyusui anak. Lagi-lagi, bukunya saya baca keras agar anak dan suami mendengarkan.

Bukunya ciamik pol! Saya sedang belajar tentang istri salehah dan fungsi rumah. Ini ada juga hubungannya dengan mempersiapkan bulan Ramadan. Bagaimana menjadi istri yang menyejukkan dipandang suami, bagaimana menjadikan rumah nyaman secara Islami. Bisa banget buat bahan artikel blog, nih.

Oh ya, di postingan selanjutnya akan saya sertakan apa sih sebetulnya tugas tantangan ke-3 di Institut Ibu Profesional ini 🙂

Apa yang kamu dan keluargamu lakukan di waktu Dhuha-mu? Share ya, Moms! Biar waktu kita sama-sama bermanfaat, berkah, dan ga membosankan, jadi tukeran referensi kegiatan, yuk!

Keep making a precious Dhuha time with your family, Moms!

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: