Fenomena Father Hunger – Tantangan IIP Day 4

Kembali lagi bersama tantangan zaman now yaitu fitrah seksualitas. Setelah kemarin 1 hari libur materi, kelas IIP Bunda Sayang Surabaya Bali Madura ramai kembali.

 

Fenomena ketiadaan ayah inilah yang dibahas oleh kelompok 4. Peran dan kehadiran ayah sangat penting dalam pengasuhan anak. Jika ayah ada tapi tiada, kita lihat saja banyak sekali penyimpangan seksual yang terjadi pada masa kini.

Kelompok 4 juga melengkapi presentasinya dengan menambahkan materi jenis-jenis sentuhan, pembagian peran ayah dan bunda, serta fitrah seksualitas anak dalam agama.

Tanya-Jawab:

mbak ❓ Hepi
Fitrah seksual usia 10-14 tahun itu di materi sebelumnya (kelompok 2) ada semacam tukar peran, tp di kelompok 3, perempuan dekatkan ke ibu dan laki2 dekatkan ke ayah
mohon pencerahan mbak 😁 soalnya ada teman yg menanyakan itu

Usia 7-10 tahun adalah pendekatan tukar peran,
Sumber dari Ust. Harry Santosa,
Sifat ego sentrisnya berubah menjadi sosio sentris, yakni sudah memiliki tanggung jawab moral dan syariah.
Pada anak laki-laki diperbanyak kegiatan bersama ayah, seperti sholat berjamaah di masjid bersama ayah, melakukan aktivitas motorik bersama, dan lebih menghayati peran seorang laki-laki atau keayahan.
Hal yang sama juga terjadi pada anak perempuan. Lebih didekatkan pada Ibu dan melakukan aktivitas keibuan, seperti merawat, dan lain sebagainya.
Memisahkan selimut bahkan kamar tidur anak.
Mendidik anak-anak untuk menghindari ikhtilat dan khalwat serta mempelajari kembali etika dalam berhias.
Jika fitrah kelelakian seseorang anak.lelaki sudah utuh di peroleh dari ayahnya, maka.kini ananda harus diuji dekat kepada ibunya. Apakah fitrah kelelakiannnya bisa adaptable dengan fitrah keibuan sehingga kelak fitrah kelelakiannya menjadi fitrah keayahan sejati. “Kacamata ibu” harus bisa menilai anak lelakinya mampu menjadi ayah yang baik

* hal sama juga vagi anak perempuan
(Fitrah based education, harry santosa)
Mbak April

Utk yg tdk pny ayah sedari kecil, dan paman atau pakde juga tinggal jauh, jdnya hny ada peran perempuan di kehidupan si anak Bgmn mb solusi agar tidak father hunger?

Sebaiknya ada pemeran pengganti dari keluarga atau komunitas. Karena anak membutuhkan sosok yang bisa hafir secara fisik.

Dicari pengganti dari orang mukmin yg sholih

Lini pertama keluarga dulu

Seperti cerita Rosul yg tidak memiliki Ayah sejak lahir,  akan tetapi ada memiliki role model dari Kakek dan Paman beliau dalam menumbuhkan fitrah seksualnya

Nia

Bagaimana menyeimbangkan peran ayah dan bunda ketika kondisinya ayahnya yang raja tega, tidak semua yang diminta anak langsung dikasihkan. Tapi bundanya gak tegaan. Dalam hati ngempet. Cuma bisa nanya ke ayahnya kenapa kok gak boleh ini gak boleh itu. Hehe. Curcol…

Memang dalam mendidik kita sebagai ibu punya peran yang berbeda dengan suami.

Dari sifat ayah yang raja tega dan egois, maka anak akan belajar mengenai sifat ini. Dan saat bersosialisasi dengan teman, sifat ini akan menjadi modal dia menjaga diri menghadapi bullying.

Bahwa Ayah adalah raja tega dan Ibu adalah pembasuh luka

Esti

Dlm budaya patriarki seperti Indonesia, pengagungan terhadap sosok ayah sering kali ada, Ayat menjadi sosok yg ditakuti, disegani dan dianggap selalu benar…  Apakah hal itu dapat dibenarkan dalam pembentukan Karakter keAyahan?

Karakter ini perlu dipertahankan. Tapi harus dibarengi dengan kemauan belajar agar kita bisa menjalani peran kita sebagai orang tua yang lebih baik dari ayah dan ibu kita jaman old. Komunikasi produktif dengan keluarga harus dijalankan, agar semua peran bisa berjalan optimal, dan terus belajar menjadi orang tua yang mampu menjadi teladan buat anak-anak

Seperti sosok Rasulullah, adalah contoh sosok ayah yg dihormati bukan ditakuti. Sehingga muncullah keakraban.

Mbak Miftah


Mbak, bisa diberi beberapa contoh kegiatan anak laki-laki bersama ayahnya ?

main sepak bola/olah raga bareng

Reparasi barang2 rusak di rumah 😁, berpstuaaalang di alam bersama Ayah saja, dan kegiatan maskulin lainnya yang bisa dilakukan Ayah dan anak laki-laki

Indah Ratri

Maaf mb menanggapi,kl ayah msh dipengaruhi oleh masa lalu seperti jrg diperhatikan oleh ortunya dulu trs kebawa saat bermh tangga skr jd manja dan ngambekan.bgmn menyikapinya mb?

Harusnya ada proses tazkiyatun nafs. Agar kita bisa menerima dan memaafkan segala perlakuan yang kita terima saat masih kecil. Menyelesaikan inner child kita masing masing

Dan Mensucikan diri dg memaafkan segala sakit hati atau luka masa lalu, luka masa kecil diharapkan peran Ayah dan Ibu bisa berjalan dwngan baik sesuai tracknya.

Perlu perjuangan dan support atau dukungan dari masing-masing pasangan kita, agar inner child ini bisa kita lalui dan maafkan

Miftah


Mbak, bisa diberi beberapa contoh kegiatan anak laki-laki bersama ayahnya ?

main sepak bola/olah raga bareng

Reparasi barang2 rusak di rumah 😁, berpetualang di alam bersama Ayah saja, dan kegiatan maskulin lainnya yang bisa dilakukan Ayah dan anak laki-laki

Indah Ratri

Maaf mb menanggapi,kl ayah msh dipengaruhi oleh masa lalu seperti jrg diperhatikan oleh ortunya dulu trs kebawa saat bermh tangga skr jd manja dan ngambekan.bgmn menyikapinya mb?

Harusnya ada proses tazkiyatun nafs. Agar kita bisa menerima dan memaafkan segala perlakuan yang kita terima saat masih kecil. Menyelesaikan inner child kita masing masing

Dan Mensucikan diri dg memaafkan segala sakit hati atau luka masa lalu, luka masa kecil diharapkan peran Ayah dan Ibu bisa berjalan dwngan baik sesuai tracknya.

Perlu perjuangan dan support atau dukungan dari masing-masing pasangan kita, agar inner child ini bisa kita lalui dan maafkan

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.