Hai, Jiwa yang Bahagia

Hai, Jiwa yang Bahagia…
Kamu, ya kamu. Kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Apa? Kamu sedang tidak bahagia, ya?

Mengapa?

Kan kamu bisa membaca tulisan ini, itu tandanya kamu punya kedua mata yang berfungsi dengan baik. Walaupun mungkin menggunakan kacamata minus, plus, atau sedikit ada gangguan lain. Kamu juga punya otak yang bisa digunakan dengan baik. Buktinya, kamu bisa mencerna kata-kata yang sedang dibaca ini, kan? 

Berbahagialah kamu yang bisa membaca. Ada juga orang yang bisa melihat, tetapi tidak bisa membaca.  

Bersyukurlah. Alhamdulillah.

Hai, Jiwa yang Bahagia…

Kamu, ya kamu. Kamu yang sedang membaca halaman ini.

Apa? Kamu sedang tidak bahagia, ya?

Mengapa?

Bukannya kamu memiliki koneksi internet? Itu berarti kamu memiliki akses terhadap pengetahuan secara luas dan tak mengenal batas!

Bersyukurlah. Alhamdulillah.

Ah, tapi kamu masih juga mengaku tidak bahagia, ya?

Bahagia, menurutku, adalah ketika kamu merasa cukup atas segala hal yang Tuhan berikan padamu.

Bahagia, menurutku, adalah ketika kamu bisa berbagi dengan orang lain.

Bahagia, menurutku, adalah ketika kamu memaksa dirimu untuk merasa bahagia, walaupun seisi dunia tak mendukungmu untuk bahagia.

Jadilah jiwa yang bahagia, karena jiwa yang tidak bahagia hanya memperburuk keadaan dunia.

Bahagia itu kamu sendiri yang menentukannya. 

HAPPINESS IS YOU 🙂

Selamat berbahagia!
Surabaya, 15 Juli 2015
Tulisan Ramadan 2015 dengan sedikit perubahan.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: