Kehausan

Manusia diciptakan dalam keadaan haus. Ia selalu haus akan segala hal. Haus akan cinta, perhatian, ketenaran, kekayaan, kebaikan rupa wajah, ilmu pengetahuan dan agama, dan lain sebagainya.
Tetaplah haus, wahai manusia. Hauslah akan berbuat baik, hauslah akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan agama, hauslah akan memberi. Memberikan cinta dan perhatian, memberikan harta di jalan kebenaran, dan lain sebagainya.
Tapi pesanku untukmu, dan juga untuk diriku sendiri: jangan pernah haus akan ketenaran, kekayaan, kebaikan rupa wajah. Jangan. Jangan pernah. Karena itu hanya sementara. Awas terjerembab ke jurang kehausan yang paling dalam karena kamu tak mampu membedakan mana kehausan yang baik dan mana yang buruk. Berhati-hatilah mengelola kehausanmu.
Oh ya, ada lagi kah macam kehausan lain yang belum aku sebutkan?
El Gouna, Red Sea, Egypt, October 20th, 2015

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: