Hebat Belum Tentu Fitrah Bakat

Dalam mengamati fitrah bakat si kecil, kita perlu mengerahkan empati dan kesabaran dalam membersamainya. Balita saya masih berusia 14 bulan, sekarang ia sedang senang-senangnya mencoba segala hal dan benda. Hmm, waktu saya untuk me-time pun jadi berkurang karena harus mengawasi dia hampir 24/7. Hehehe. Tapi itu ga masalah, yang penting kita sebagai orangtua khususnya ibu, harus sedia stok sabar yang banyak. Banyak barang jatuh, dilempar, dibuat berantakan, sampai sang anak akan banyak mengalami luka-luka pun, ya tetap harus sabar dan rileks, plus optimis! Semua ini adalah bagian dari pembelajaran.

Beberapa waktu lalu si kecil tampak senang mengamati perilaku orang lain. Entah itu fitrah bakatnya atau memang balita usia 14 bulan sedang mengalaminya, ya? Tapi saya lihat, anak saya ini pengamat ulung. Kalau mengamati, dahinya sampai berkerut kayak orang dewasa lagi berpikir.

Siang ini, kami mencoba makan di kafe gaul Wheels and Brakes Surabaya. Kami sudah berkali-kali lewat di sekitar kafe ini tapi ga kunjung mencobanya. Lokasinya terletak di sebelah bengekel Autobacs.

IMG_20170824_130137
Kafe Wheels and Brakes Surabaya

Sembari menunggu makanan datang, si kecil kami biarkan keliling kafe sambil memainkan velg roda dan berputar-putar mengelilingi kafe. Tapi ternyata dia lebih tertarik mengaktifkan motorik kasarnya, yaitu memanjat, meloncati satu penghalang demi penghalang, dan lain-lain. Tapi ada yang lebih dia sukai, yaitu memperhatikan gerak-gerik orang. Mulai dari karyawan kafe, pengunjung, dia amati dari jauh, kadang mendekat dan si kecil disapa oleh mereka. Kami berdua pun bisa makan dengan tenang berduaan (eh ga tenang juga sih, takut properti bengkelnya rusak).

IMG-20170824-WA0007
Interior Kafe Wheels and Brakes Surabaya

Apakah aktivitas ini enjoy, easy, excellent, earn? Enjoy iya, easy iya, excellent iya. Kalau poin earn-nya sih saya belum tahu ya, apa yang bisa didayagunakan dari kegemaran si kecil dalam mengamati orang. Apakah bakatnya adalah menjadi pengamat? Kami masih akan terus mengamatinya.


Sekarang, mari kita simak ulasan dari artikel Cemilan Rabu Institut Ibu Profesional ini:

Hebat Belum Tentu Fitrah Bakat

Kita semua percaya bahwa keistimewaan seseorang adalah apabila mereka mampu melakukan sesuatu dengan hebat.

Lalu bagaimana dengan anak-anak kita?

Hati-hati jika anak kita terlihat hebat dalam sebuah bidang atau peran, sesungguhnya itu belum tentu keistimewaan atau kekuatan dirinya.

Ciri anak yang melakukan aktivitas dengan penuh bahagia:

❤ Aktivitas itu dinanti-nanti kedatangannya, ditunggu-tunggu dengan suka cita dan tidak sabar.
❤ Ketika tiba waktunya maka aktitas itu dijalaninya dengan penuh semangat dan kegembiraan, seolah jam berhenti bergerak dan dia tenggelam dalam keasyikannya.
❤ Ketika berakhir, maka mereka tidak mengatakan “Ahhh…akhirnya selesai juga…” tetapi tergambar di wajahnya kepuasan dan kebahagiaan yang luar biasa.

Tugas orang tua adalah:

Fasilitasi anak-anak kita dengan beragam aktivitas, pilihlah 3 atau 4 saja yang terbaik, lakukanlah hanya dua kali dalam sepekan, lengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan pendukung, maka fitrah bakat ini akan tumbuh subur.

Ketika anak kita mengalaminya, catat saat itu juga.

Hebat belum tentu cukup tetapi fitrah bakat harus memenuhi empat hal yaitu Easy, Enjoy, Excellent, Earn.

Salam Ibu Profesional,

Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang

Sumber Bacaan:

Fitrah Based Education, 2016, Harry Santosa

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

 

 

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: