Jangan Minta Laki-Laki untuk Berubah

Hai para wanita, izinkan saya sedikit bercerita. Cerita dari sudut pandang seorang wanita, yang telah satu tahun hidup bersama laki-laki asing yang menjadi suaminya. Sedikit banyak, saya jadi tahu dan sadar bagaimana cara memperlakukan makhluk yang disebut sebagai lawan jenis wanita.

Laki-laki dan wanita diciptakan berbeda. Saya yakin Anda juga sudah mengetahuinya. Ada yang bilang, kita ini berasal dari planet yang berbeda, satu dari Venus dan satunya dari Mars.

Laki-laki itu sebenarnya… makhluk misterius dan membingungkan! Padahal wanita juga dianggap misterius dan membingungkan oleh laki-laki. Jadi, siapa yang sebenarnya dikatakan begitu? Tidak ada. Kita memang ditakdirkan harus saling memahami satu sama lain. Dikatakan misterius dan membingungkan, karena kita belum atau tidak tahu bagaimana cara memperlakukannya. Semua orang, ingin dimengerti. Memang kita harus berusaha saling mengerti. Agar terjalin komunikasi yang baik di antara wanita dan laki-laki.

Pertama. Laki-laki. Sampai kapan pun, tidak akan pernah berubah dengan hobi ataupun kegemarannya. Jangan mengubah mereka. Biarkan saja mereka begitu. Mobil-mobilan, robot-robotan, alat musik, gadget, layangan, atau apa sajalah. Biarkan saja mereka asyik dengan kegiatannya. Biarkan itu menjadi pemuas setelah mereka berlelah-lelah bekerja seharian lamanya.

Wahai wanita, jangan menyuruh laki-laki untuk mengubah perilakunya yang kamu tidak suka. Berikan waktu untuknya, ingatkan dengan lembut, perlahan-lahan, dan lihatlah perubahannya, lalu jangan lupa, apresiasi usahanya untuk berubah.

Kedua. Laki-laki. Mereka memang suka singkat dalam memberikan tanggapan. Jangan khawatir, itu sudah kodratnya. Kita bisa menelurkan 20.000 kata dalam sehari, sedangkan mereka hanya sekitar 7000 kata. Kamu lihat kan, perbedaannya?

Ketiga. Laki-laki. Mereka punya gua untuk menyelesaikan masalahnya. Jangan ditanya, “Ada masalah apa? Ada yang bisa kubantu? Ceritalah.” Percayalah ia akan menjawab, “Tidak ada apa-apa. Tenang saja.” Biarkan saja dia pergi ke gua. Nanti ia akan menceritakan masalahnya jika memang sudah ‘reda’.

Keempat. Laki-laki. Memang memiliki ketertarikan lebih pada wanita. Jadi, wahai wanita, jagalah dirimu baik-baik. Bahkan ketika sudah menikah. Auratmu adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Bahkan, bahkan wajah dan telapak tanganmu saja kadang terlihat menggoda di mata mereka. Pesanku, kau adalah perhiasan, jadi jagalah dirimu, jaga, jaga, jaga.

Wahai wanita, berikan saja pelayanan ikhlasmu untuknya, tentu setelah menjadi istrinya. Maka, cintanya padamu sekiranya tak perlu lagi kautanya.

Tetapi, wanita, sepandai-pandainya kau mengetahui rahasia laki-laki, tetap saja kita berbeda. Tugas kita memang saling melengkapi. Janganlah saling mencaci, ataupun saling mencari kelemahan dan kesalahan.

Wanita, bersiaplah menerima laki-laki sebagaimana adanya, apalagi jika ia akan menjadi pendamping hidupmu selamanya. Lalu ajari mereka bagaimana kamu ingin diperlakukan. Jangan sekali-kali membuat kode-kode yang tidak bisa mereka terjemahkan.

Itulah sedikit sudut pandang saya terhadap laki-laki pada umumnya. Jika ada yang merasa laki-laki tapi tak seperti itu, ya tidak apa-apa, itulah keunikannya. Saya hanya bercerita dari kacamata yang saya kenakan.

Jangan meminta laki-laki untuk berubah. Tapi, tuntunlah dia, berilah dia contoh secara lembut dan perlahan. Memang tidak bisa berubah total, tapi disitulah indahnya perbedaan.

Bersabarlah. Selamat saling memahami. Damai itu indah. Berbeda itu indah 🙂

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: