Kehamilan Harus Dipersiapkan

El Gouna, 23 Oktober 2015

Ibu pergi ke rumah sakit di depan asrama. Rumah sakit ini namanya El Gouna Hospital. Bapak telpon ke rumah sakit dan dijawab mulai pukul 7 sampai malam ada dokternya. Kami bergegas berganti baju dan pergi ke rumah sakit. Keadaan Ibu saat itu masih pusing dan mual. Eh ternyata mbak resepsionis rumah sakit berkata bahwa Dokternya, yang katanya namanya Dokter Nadya, baru bisa ditemui jam 7 malam ke atas. Hehehe. Kecilik deh. Akhirnya kami pulang lagi. Masih deg-degan, ini beneran hamil gak ya?

testpack1

testpack2

dua garis sejajar kehamilan

el gouna hospital

Malamnya, jam 7, kami ke dokter. Rumah sakitnya bagus. Kami juga dapat diskon untuk mahasiswa. Beruntung Ibu punya kartu sakti itu, ya apalagi kalau bukan kartu mahasiswa. Ibu pun segera masuk ke ruang dokter untuk ditanya-tanyai hari pertama menstruasi terakhir untuk diprediksi estimated due datenya atauHari Perkiraan Lahir (HPL) nya gitu loh . Terus Ibu juga ditanyai tentang riwayat kesehatan keluarga. Apakah ada yang menderita diabetes, hipertensi, dll. Ibu juga ditanyai pernah operasi, aborsi, atau pendarahan atau tidak. Ini kehamilan keberapa, dll. Ibu menjawab dengan mantap dan akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba. Kami pergi ke ruang Ultra Sound atau USG. Di situ Ibu diminta tiduran dan perut Ibu bagian bawah diberi cairan untuk digosokkan alat. Ibu melihat ada yang beda di rahim Ibu. Ada kamu, Nak! Kamu yang masih berbentuk bulat, kecil, dan terlihat hitam di situ! Bapakmu pun mengabadikan gambar itu lewat layar HP. Ibu senangnya bukan main, hari ini aku resmi menjadi Ibu. Setelah lama menunggu. Dokter bilang ini sudah kehamilan 5 minggu 6 hari. Wah, sudah lama juga ya ternyata. Tapi Ibumu ini lama sadarnya. Berarti waktu itu kita pergi ke gurun bersama-sama ya Nak? Kita juga ke piramida bersama-sama. Wah senangnya kamu sudah menjelajah bumi Mesir 😀

Oh ya Nak, sekedar untuk kamu tahu. Ibu dan Bapak selalu bertanya-tanya, mengapa sih kami tak kunjung diberi amanah untuk memiliki anak? Kami pun mengevaluasi diri, mungkin kami kurang persiapan, kurang ilmu, dan kurang yakin. Akhirnya sejak beberapa minggu sebelum ini, Ibu dan Bapak brainstorming tentang rencana jika mempunyai anak. Bapak dan Ibu juga pergi ke perpustakaan dekat asrama, sebelah kampus Ibu, untuk membaca buku tentang kehamilan. Entah kenapa kok pertama kali ke sana dulu Ibu mengambil buku itu :”) Mungkin memang sudah pertanda. Ibu dan Bapak memotret isi buku itu. Akhirnya Ibu mempelajari buku itu dan membuat rangkuman kecil, mind-map gitu. Ibu pelajari apa yang harus dilakukan ibu hamil dan bagaimana cara mempersiapkannya.

1 - preparation

2 - weeks 1-4 (conception)

3 - week 5 (confirming pregnancy)

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: