Ketika Kami Berdamai dengan Masa Lalu

Ketika Kami Berdamai dengan Masa Lalu

#hari2 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

DAILY REVIEW KELUARGA SURGA

Tanggal: JUMAT, 3 FEBRUARI 2017

Tempat: Griya Keluarga Surga

 

Daily review keluarga Surga merupakan forum keluarga inti kami yang dilaksanakan setiap malam hari menjelang tidur. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi apa yang sudah kami lakukan, akan kami lakukan, serta hal menarik apa yang kami temukan. Sebisa mungkin kami libatkan anak untuk mengikuti review ini walaupun dia belum bisa mengerti, agar dia mendengarkan.

~~~

Malam ini, selepas salat Isya dan makan malam sepiring roti gandum bawang bombay…

Saya kembali mengajak suami untuk mengadakan forum keluarga. Forum ini diawali dari saya yang menunjukkan dan berbicara tentang kenangan masa lalunya. Dan tentu saja bermaksud mengajak suami menghapus semuanya.

Saya yang menentukan topik forum keluarga malam ini. Forum yang sedikit “panas” karena menguji apakah kita sudah move on dari masa lalu atau belum.

Mungkin bagi kebanyakan pasangan, topik ini adalah yang paling dihindari. Topik ini bisa membuat salah satu atau keduanya naik darah. Tapi tidak di keluarga kami. Saya dan suami kini sepakat tidak menutup-nutupi apapun, termasuk masa yang paling jauh: masa lalu.

Entah mengapa setelah ditelusuri, ditimbang, diingat, dan ditelaah, konflik kami selama 1 tahun 8 bulan menikah ini kebanyakan bermula dari sesuatu di masa lalu. Terutama percintaan.

Pernikahan kami yang bermula dari ta’aruf membuat kami hanya bermodal kecenderungan dan niat baik untuk membangun rumah tangga berlandaskan AlQuran dan sunnah, bermuara surga.

Kami hanya pernah bertemu beberapa kali di dunia nyata dan maya, lalu memutuskan menjadikan pasangan sehidup sesurga. Itulah kami. Jadilah kami di masa ta’aruf dulu kurang gamblang menyampaikan untuk menghapus masa lalu saja daripada sesudah menikah terungkit lagi.

Membaca kutipan di atas, saya jadi berpikir bahwa, saya dan suami harus segera loncat bersama dari keprimitifan pikiran kami kalau mau lebih maju lagi. Masa’ sudah tahun 2017 konflik masih sama seperti 2015? Hello?

Tapi saya dan suami yakin, semua masalah pasti ada solusinya. Semua masalah harus dicabut dari akarnya. Begitu pula dengan masalah kenangan masa lalu ini.

Saya yakin bahwa masa lalu memang tidak untuk dilupakan, tapi untuk diambil pelajarannya.

Iya, saya sekarang harus menerima seluruh masa lalu suami, dong. Karena dia yang sekuat sekarang bukanlah dia kalau tidak melewati kesuraman di masa lalu. Benar atau benar?

Kalau kita terus-terusan memandang hidup dengan kacamata keluaran tahun 2011, maka kita akan menjadi manusia primitif. Sekarang lah waktunya bergerak, melesat secepat kilat.

WHAT’S INTERESTING

Masa lalu. Topik ini sengaja saya angkat agar kami bisa fokus menjalankan peran kami di masa ini. Saya menjadi ibu profesional, suami juga menjadi ayah profesional.

Saya dan suami tidak mau menjadi orangtua yang galau, penuh konflik dan ketidakcocokan serta dendam di masa lalu yang ditumpahkan kepada anak.

Mumpung belum terlambat, anak juga belum mengerti pembicaraan kami, langsung saja kami berbincang 2 jam mengenai seluk beluk percintaan di masa lalu.

Kalau kata Pak Buddha, yang juga diamini suami saya: tidak peduli seberapa sulit masa lalu, kamu selalu bisa memulai hari yang baru. Suami sangat suka memulai sesuatu yang baru. Akhirnya saya memutuskan untuk bangkit dari keterpurukan yang saya buat-buat sendiri, hasil asumsi negatif yang saya tumpuk selama ini. Akhirnya pernah meledak dan untungnya mereda. Semua itu saya yakin berkat Allah yang menginginkan kami escalate ke tingkat yang lebih lagi. Masa’ Keluarga Surga tapi ujiannya level hadiah kipas angin atau piring cantik?


WHAT’S CHANGED

Dari forum malam ini, saya dan suami sepakat tidak mau lagi terkena konflik yang disebabkan masa lalu karena semuanya sudah jelas sebab musababnya. Malam hari ini, kami berdua blak-blakan, kenapa kami dulu begini dan begitu. Kenapa kami memutuskan ini dan itu. Ternyata kuncinya cuma satu: ga usah gengsi dan kode-kodean. Weleh…

Btw, ada quote bagus dari Dalai Lama:

Cinta itu bebas dari judgement, lho. Ciptakan rumah tangga bebas prasangka buruk, yuk.

Yhaaaa… Tiba-tiba saya jadi ingin mengingat saat pertama kali bertemu dengan suami saya lagi. Karena itulah satu-satunya cara yang bikin saya memaafkannya. Ingat bagaimana amazing-nya kami dipertemukan. Semua bisa dibaca di buku Twin Path. #sponsorlewat

Sekarang kami juga jarang saling cek hape pasangan untuk kepo karena sudah tak ada lagi rahasia di antara kita, kecuali mau bikin kejutan. Hehehe. Enak juga sih, jadi hemat waktu.

Kalau diperhatikan, kami juga sudah tidak bersosialmedia lagi, lho. Hal itu kami lakukan untuk menghapus jejak kami di masa lalu, menghindari kemungkinan konflik, menjaga pandangan, meningkatkan produktivitas, serta meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. Kami hanya punya akun blog dan pinterest. Selebihnya sudah kami hapus dan atau kami tinggalkan begitu saja. Makanya kalau mau sharing, tanya atau menyapa ke blog ini saja, ya. Hihi.

Saya juga bersyukur, walau sudah kelihatan cacatnya saya, suami masih mau menerima saya. Begitu pula suami, beliau masih saya terima. Tentu saja setelah diterima, sama-sama saling mereparasi dan membawanya ke Surga. Hehehe. Aamiin.

Semoga diri kita minimal bisa berdamai dengan masa lalu kita sendiri. Saya mendoakan setiap pasangan di bumi ini diberi kekuatan menerima masa lalu pasangan, memaafkan dan mensyukuri segala yang sudah terjadi. Demi masa depan cerah nun jauh di sana…

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ridhailah keluarga kami ya Allah.

Ciptakanlah surga sebelum Surga di rumahmu.
Salam sejuk,


Keluarga Surga


Sumber gambar: semua ambil di Pinterest

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: