Komunikasi Produktif kepada Anak

Komunikasi Produktif kepada Anak

#hari6 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

DAILY REVIEW KELUARGA SURGA

Tanggal: SELASA, 7 FEBRUARI 2017

Tempat: Griya Keluarga Surga

Daily review keluarga Surga merupakan forum keluarga inti kami yang dilaksanakan setiap malam hari menjelang tidur. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi apa yang sudah kami lakukan, akan kami lakukan, serta hal menarik apa yang kami temukan. Sebisa mungkin kami libatkan anak untuk mengikuti review ini walaupun dia belum bisa mengerti, agar dia mendengarkan.

***

WHAT’S INTERESTING

Saat ini, anak kami telah menginjak usia hampir 8 bulan. Tangan dan kaki kecilnya aktif sekali merangkak, meraih benda, menggapai furnitur, bahkan mengambil makanan apa saja. Alhasil kami harus waspada, karena sedikit saja lalai, biasanya dia akan terjatuh atau terpeleset. Apalagi kami orangtua yang 24 jam selalu membersamai dia. Kami tidak memakai pengasuh atau pembantu.

Nah, hal itu membuat kami sebagai orangtua yang kadang lelah karena urusan rumah tangga dan atau pekerjaan, bisa sedikit emosi. 

Dalam kurikulum homeschooling keluarga Kiki Barkiah, dijelaskan pada tahapan usia 6-12 bulan, anak dapat merespons nada suara orang tua, mulai menyadari bahwa kata-kata memiliki makna. Jadi, menurut kami sangat penting untuk mengubah gaya komunikasi kami menjadi komunikasi yang penuh kasih dan bermakna.

WHAT’S CHANGED

Cara kami menasehati anak kami yang masih kecil dan belum mengerti sekarang sudah berubah. Supaya kami tidak cepat tua karena marah-marah, supaya sinapsis di otak anak juga tidak putus, daaan yang paling penting melatih kesabaran orangtua dan pesan yang disampaikan bisa diterima anak dengan baik. 

Akhirnya kami tertarik untuk mencoba menggunakan beberapa kaidah komunikasi produktif di Institut Ibu Profesional:

1. Mengendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah

⛔ Kalimat tidak produktif:
“Nih, baca buku.” (tanpa senyum, langsung menyodorkan sebuah buku, tanpa menatap wajahnya)

✅ Kalimat Produktif :
“Kindi mau Ibu bacain buku ga? Yang mana? Yang ini atau ini? Ok, Ibu bacakan, ya.” (suara lembut, tersenyum, menatap wajahnya)

 

2. Mengatakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan

⛔ Kalimat tidak produktif :
“Ibu ga pengen kamu ganggu ibu shalat.”

✅ Kalimat produktif :
“Kindi yang anteng, ya. Ibu wudhu dulu, habis itu shalat. Di sebelah Kindi, kok. Ga jauh kan?”

 

3. Fokus pada solusi bukan pada masalah

⛔ Kalimat tidak produktif :
“Awas, jangan pegang kabel kipas angin nanti kesetrum!”

✅ Kalimat produktif:

“Nak, ini namanya kabel kipas angin. Kabelnya ada listriknya. Kalau Kindi tarik nanti bisa kesetrum, lho.”

 

4. Mengganti kalimat yang Menolak/Mengalihkan perasaan dengan kalimat yang menunjukkan empati

⛔Kalimat tidak produktif :
“Udah, jangan nangis lagi. Sini mimi.”

✅ Kalimat produktif :

“Kindi kenapa menangis? Capek ya? Habis mainan. Yuk, sekarang ibu kasih hadiah, mimi sama ibu.”

5. Mengganti perintah dengan pilihan

⛔ Kalimat tidak produktif :
“Mandi sekarang ya, Kak!”

✅ Kalimat produktif :
“Kak, mau mandi sekarang atau nanti? Yuk, sekarang aja mandi biar segar dan wangi. Kebersihan sebagian dari iman.”

Begitulah. Sedikit perubahan yang kami lakukan untuk menciptakan kesejukan di keluarga kami.

Yuk, jadi orangtua yang ramah dan menyenangkan.

Ciptakanlah surga sebelum Surga di rumahmu.

Salam sejuk,

Keluarga Surga

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: