Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini – 4 [by Kiki Barkiah]

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini
Disusun oleh: Kiki Barkiah

Bagian 4
Hal yang penting dipelajari di usia 2-3

1. Memberikan pendidikan agama dan moral
Pada usia ini biasnya anak mulai lebih tertarik pada kegiatan beragama dengan menirukannya. Anak juga suka meniru perilaku orang tua dan saudaranya.
materi:
– Membiasakan anak berada dalam suasana kegiatan beribadah
– Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah
– Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah
– Mulai mengajarkan tauhid rububiyah (Allah sebagai pencipta) yaitu dengan sering menyebutkan asma Allah saat memperkenalkan ciptaan Allah
– Mempraktekan kata-kata ajaib yaitu terimakasih, maaf, tolong, permisi.
– Mencontohkan potongan kata dari doa-doa singkat, biasanya anak akan mengikuti akhiran kemudian semakin lama semakin hafal
– Memberikan keteladanan dalam bersikap
– Memperdengarkan surat pendek secara berulang
– Membangun sikap bersedia berbagi, menunggu giliran, menolong orang lain dan bekerja sama
– Mempraktekan kalimat-kalimat singkat yang bekaitan dengan ibadah seperti basmallah, hamdallah, dan salam

2. Melatih perkembangan sosial dan emosi
Materi:
– Melatih anak untuk menghargai hak orang lain seperti mengantri dan bergiliran
– Melatih anak untuk dapat berbagi, bekerja sama dan menolong orang lain
– Melatih anak untuk bermain secara kooperatif dalam kelompok
– Melatih kepedulian dalam berinteraksi dengan orang lain seperti bersalaman, menjawab salam atau pertanyaan
– Melatih anak untuk mengikuti aturan dalam permainan
– Melatih anak untuk dapat mengungkapkan perasaannya

3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi
Pada usia ini anak dapat bercakap-cakap dengan cukup baik untuk dimengerti orang tua, anak memiliki sebutan untuk hampir semua benda sehari-hari, dapat menggunakan dua kata atau lebih ketika berbicara, anak apat berpartisipasi dalam permainan sederhana, anak mulai senang mendengarkan cerita bergambar, serta mulai mengajukan pertanyaan dengan menggunakan kalimat tanya,
Materi:
– Melatih anak agar menggunakan kalimat sederhana untuk menyatakan keinginannya (dapat meminimalisir tantrum)
– Memperkaya perbendaharaan kalimat anak melaui percakapan, permainan dan buku
– Memberikan cerita sederhana lewat buku dan alat peraga
– Melatih anak menyebutkan nama lengkapnya
– Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan kalimat sederhana
– Melibatkan anak dalam permainan berpura-pura dengan peran yang lebih bervariasi
– Melibatkan anak alam permainan engan memberi instruksi sederhana
– Membangun interaksi yang mengandung canda tawa
– memperagakan suara dan tingkah laku
– Memberikan berbagai perintah sederhana
– Mengembangkan kalimat saat menjawab pertanyaan sederhana mereka
– Mendorong anak untuk membagikan pengalamannya pada orang lain

4. Melatih kemandirian, tanggung jawab dan pemecahan masalah
Pada usia ini anak akan meniru cara pemecahan orang dewasa atau teman
Materi:
– Mencoba memakai dan mencopot baju sendiri
– Toilet training (anak apat mengungkapkan ketika ingin buang air kecil atau besar)
– Melibatkan anak dalam membereskan mainan
– Mendorong anak untuk terlibat menjaga kebersihan (misal membuang sampah, mengelap yang tumpah)

5. Mengajarkan konsep sederhana dan kemampuan kognitif
Pada usia ini anak sudah mulai berkonsentrasi melakukan sesuatu tanpa banyak dibantu orang tua, anak mulai memberikan nama atas karya yang dibuatnya, anak mengetahui berbagai cara pengggunaan benda karena meniru perilaku orang di sekitarnya, anak juga lebih dapat terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi seperti memasangkan atau mencocokan gambar, anak menunjukkan kesadaran atas perbedaan kepemilikan
Materi:
– Memperkaya perbendaharaan konsep kebalikan seperti panas/dingin, buka/tutup, atas/bawah
– Meminta anak menunjuk gambar suatu benda yang umum
– Memperkenalkan beragam warna
– Melatih untuk memilah barang atau memasangkan
– Mengajarkan konsep meminta ijin
– merangkai puzzle sederhana
– Meminta anak menyebutkan bagian-bagian tubuh yang umum
– Mengeksplorasi sebab akibat
– Meminta anak menyebutkan bagian-bagian gambar
– Mengenalkan bentuk
– Mengenalkan pola
– Memperkenalkan angka dengan menyebutkan urutannya dan menghitung jumlah benda
– Mengenalkan konsep ukuran panjang/pendek, tinggi/pendek
– Mengenalkan jenis kelamin
– Mengenalkan umurnya
-Mengamati dan membedakan benda di sekitarnya

6. Melatih koordinasi gerak tubuh
Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
– Menumpuk benda lebih tinggi (6 benda atau lebih)
– Menuruni anak tangga satu demi satu dengan kaki yang sama secara perlahan
– menari mengikuti irama
– dapat melipat kertas bila dicontohkan terlebih dahulu

7. Melatih motorik kasar
Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
– Berlari dengan baik
– Memanjat
– Membuka dan menutup pintu secara lebih hati-hati
– Melompat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah
– Melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki
– Melempar dan menagkap bola
– Mampu berdiri seimbang di atas satu kaki untuk beberapa detik
– Dapat menendang bola
– Berjalan sambil berjinjit
– Naik-turun tangga atau tempat yang lebih tinggi/rendah dengan berpegangan

8. Melatih motorik halus
Materi:
– Memberikan alat tulis untuk membuat tulisan cakar ayam
– Meremas kertas atau kain dengan menggerakkan lima jari
– Melipat kain/kertas meskipun belum rapi/lurus
– Menggunting kertas tanpa pola engan gunting khusus balita
– Melatih Koordinasi jari tangan cukup untuk memegang benda pipih seperti sikat gigi, sendok

9. Melatih kontrol diri
Pada usia ini anak mudah kecewa oleh perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari. Anak senang bereksplorasi namun cenderung impulsif. Mereka membutuhkan batasan yang jelas untuk menghindari cedera. Anak mulai menunjukan kesukaan tertentu terhadap orang atau bena sehingga sering muncul konflik seperti rebutan mainan dengan sadara. Anak juga mulai dapat memanipulasi sikap dan memunculkan perilaku negatif untuk mencari perhatian.
Materi:
– Melatih anak untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang baik, jangan layani keinginannya sebelum ia menenangkan diri dan berlatih meminta dengan cara yang baik
– Memberi pengertian dengan komunikasi secara singkat, padat dan jelas jika keinginannya sedang tidak mungkin dipenuhi, lalu tawarkan solusi lain atau alihkan dengan aktifitas lain
– Sigap terhadap sikap-sikap nonverbal yang muncul karena keterbatasanya mengungkap keinginan secara verbal, lalu latih ia mengungkapkan keinginannya secara verbal
– Membantu anak mengenal perasaannya, lalu akui perasaannya saat ia sedih, kecewa atau marah, lalu latih ia untuk bersikap bijak dalam mengelola perasaannya
– Mengkondisikan lingkungan agar tidak terlalu banyak perubahan besar dengan membuat rutinitas yang teratur atau persiapkan dengan matang saat akan mengalami perubahan rutinitas
– Menangkap sebanyak-banyaknya perilaku baik dan menyenangkan lalu apresiasilah dengan ungkapan kasih sayang, agar kedepannya ia tumbuh menjadi anak yang lebih memilih mencari perhatian positif daripada negatif
– Memberi dan menyampaikan batasan dalam bereksplorasi atau mengalihkan anak pada kegiatan lain yang lebih wajar ketika belum dapat memahami batasan perilaku

10. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri

Materi:
a. Menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman agar tidak terlalu banyak meralang anak bereksplorasi, seperti:
– Sediakan pagar menuju tangga
– Pasang pengganjal pintu anti terjepit
– Pasang cilhd lock dalam kulkas, laci dan lemari
– Jauhkan barang berbahaya dari jangkauan
– Pasang terminal listrik diluar jangkauan anak
– Pasang pagar pengaman di luar atau sediakan pintu bertralis
– Jauhkan dispenser air panas atau gunakan dispenser dengan child lock.
b. Melatih anak untuk dapat mencuci, membilas, dan mengelap ketika cuci tangan tanpa bantuan
c. melatih anak agar dapat memberitahu orang dewasa bila sakit
d. Melatih anak membiasakan diri mencuci atau mengganti alat makan bila jatuh
e. Memberikan pengertian secara singkat, padat dan jelas mengenai batsan perilaku demi kemanan diri kemudian segera mengalihkannya pada kegiatan lain yang lebih aman dan wajar

11. Melatih kemampuan seni

Materi:
– Memfasilitasi anak untuk membuat gambar lalu mengapresiasi hasilnya
– Mengajarkan konsep kebaikan dan kebiasaan baik melalui lagu dan memintanya bernyanyi bersama
– Melatih anak mengikuti gerakan tubuh sederhana
– melatih anak betepuk tangan atau menghentakan kaki mengikuti irama
– Bermain pura-pura dengan menirukan perilaku binatang
– Bermain pura-pura dengan menirukan aktivitas tertentu
– Mengapresiasi tumpukan balok yang disusun anak sebagai sebuah karya seni tertentu, lalu membahasnya untuk melatih perkembangan bahasa

Referensi Kurikulum:
Al- Quran dan Hadist
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 137 tahun 2014 tentang Stanar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
Slow and Steady Get Me Ready, June R Oberlander
The Good Housekeeping Book of Child Care: Inicluding Parenting Advice, Health Care & Child Development for Newborns to Preteens; From the Editors of Good Housekeeping; Hearst Book, 2004

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: