Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini – 3 [by Kiki Barkiah]

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini
Disusun oleh: Kiki Barkiah

bagian 3
Hal yang penting dipelajari di usia 1-2

1. Pendidikan agama dan moral
Pada usia ini biasnya anak mulai lebih tertarik pada kegiatan beragama dengan menirukannya. Anak juga suka meniru perilaku orang tua dan saudaranya.
materi:
– Membiasakan anak berada dalam suasana kegiatan beribadah
– Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah
– Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah
– Memperkenalkan kata-kata ajaib yaitu terimakasih, maaf, tolong, permisi.
– Memperkenalkan kalimat-kalimat singkat yang bekaitan dengan ibadah seperti basmallah, hamdallah, dan salam
– Memberikan keteladanan dalam bersikap
– Memperdengarkan surat pendek dalam Al-Quran dan mendorong anak untuk menirukan akhiran ayat

2. Melatih perkembangan sosial-emosi
Pada usia ini anak mulai menunjukkan kesukaan terhadap orang atau benda tertentu. Anak dapat menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap orang yang baru dikenal. Anak dapat menunjukkan reaksi marah apabila merasa terganggu. Anak dapat mengeskpresikan berbagai reaksi emosi (senang, marah, takut, kecewa). Anak dapat menunjukan reaksi menerima atau menolak. Anak senang memperhatikan atau mengamati aktivitas teman-temannya. Anak meniru pelikaku orang dewasa yang pernah dilihatnya. Anak dapat bermain dengan temannya namun berinteraksi sangat sedikit.
Materi:
– Melatih anak agar menunjuk atau menyebutkan kata sederhana untuk menyatakan keinginannya agar dapat meminimalisir tantrum. Luangkan waktu
untuk mencari tahu makna isyarat keinginannya, bersabarlah sampai kita dapat memahaminya
– Memberikan “yes or no question” untuk membantu kita menemukan keinginannya
– Setelah kita memahami keinginannnya, bantu melabeli nama perbuatan atau benda yang ingin ia lakukan, agar perbendaharaan kata mereka semakin
kaya
– Melatih anak untuk menunjukan reaksi menerima dan menolak dengan menggunakan kalimat dan cara yang baik
– Melatih anak untuk mengenal nama benda di sekitar mereka serta aktifitas yang rutin dilakukan agar anak terlatih untuk mengungkapkan keinginan secara verbal

3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi
Pada usia ini anak sangat menikmati pengulangan cerita dan lagu, dapat mengenali detail dalam gambar, memahami instruksi sederhana, dapat mengucapkan kata-kata, menggunakan kalimat yang terdiri dari 2 kata, dapat duduk dengan diam mendengar cerita sederhana, dapat memulai humor dan senang bila dapat membuat orang lain tertawa
Materi:
– Melatih anak agar menunjuk atau menyebutkan kata sederhana untuk menyatakan keinginannya (dapat meminimalisir tantrum)
– Merangsang anak untuk dapat menyebutkan nama benda
– Memperkaya perbendaharaan kata anak
– Memberikan cerita sederhana lewat buku dan alat peraga
– Meminta anak menyebutkan namanya
– Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan jawaban ya atau tidak
– Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan kata sederhana
– Memberikan buku dengan berbagai gambar yang menarik untuk diamati dan dibahas bersama
– Melibatkan anak dalam permainan berpura-pura
– Membangun interaksi yang mengandung canda tawa

4. Melatih kemandirian dan pemecahan masalah
Materi:
– Melatih anak agar dapat menggunakan gelas dan sendok biasa
– Melatih anak agar dapat makan dan minum sendiri
– Melatih anak untuk terlibat dalam membereskan mainan ( memasukan mainan ke dalam kotak)

5. Mengajarkan konsep sederhana dan kemampuan kognitif
Pada usia ini anak sangat menikmati pengulangan cerita dan lagu, sehingga konsep sederhana bisa disampaikan melalui cerita dan lagu.
Materi:
– Mengajarkan konsep seperti penuh, kosong, jatuh, ada, tidak ada, naik, turun
– Memperkenalkan alat tulis untuk membuat garis
– Meminta anak menunjuk gambar suatu benda yang umum
– Memperkenalkan warna dasar
– Melatih untuk memilah barang berdasarkan warna dan bentuk
– Meminta mereka menyebut beberapa benda dan jenis makanan
– Merangsang mereka untuk mengenali wajah orang melalui gambar
– Mengajarkan konsep kepemilikan benda
– Memperkenalkan dan menyebutkan berbagai rasa makanan
– Membendakan ukuran benda (besar-kecil)
– Menyusun balok sesuai urutan ukuran
– Memperkenalkan sebab akibat perilaku misal: jatuh, tumpah dll
– merangkai puzzle sederhana
– Memperkenalkan angka dengan menyebutkan urutannya
– Mengenalkan bagian-bagian tubuh yang umum

6. Melatih koordinasi gerak tubuh
Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
– Menumpuk 2 atau 3 benda
– Menaruh benda dalam wadah
– Mengguncangkan benda keluar dari wadahnya
– Melempar benda keluar dari wadahnya
– Mengeluarkan benda dari wadahnya
– Mengobrak-abrik laci, keranjang baju dan wadah lain karena ingin tahu
– Dapat duduk sendiri di kursi atau bangku ukuran anak-anak

7. Melatih motorik kasar
Materi:
Memberikan stimulasi agar balita kita dapat:
– Berdiri dan berjalan beberapa langkah tanpa bantuan
– Merangkak tempat yang lebih tinggi atau naik turun anak tangga
– Bangkit dari posisi duduk
– Naik-turun tangga menggunakan kaki yang sama dahulu
– Mengendarai mainan kendaraan sederhana
– Dapat menggelindingkan dan melempar bola tanpa kehilangan keseimbangan
– Dapat menendang bola kearah dean
– Berlari
– Berjalan mundur beberapa langkah
– Menarik dan mendorong benda yang ringan
– Berdiri dengan satu kaki selama satu atau dua detik
– Melompat di tempat yang sama

8. Melatih motorik halus
Materi:
Memberikan stimulasi agar balita kita dapat:
– Memegang benda dengan jari dan ibu jari
– Dapat mengambil benda-benda yang kecil
– Memegang gelas dengan kedua tangan
– Membuat coretan bebas
– Membuat garis
– Membalik halaman buku walau belum sempurna
– Menyobek kertas

10. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri
Materi:
– Melatih anak untuk terbiasa mencuci tangan, dan pada akhirnya dapat melakukan sendiri
– Melatih anak untuk selalu berada di samping orang dewasa dan memegang tangan mereka saat berada di tempat umum
– Mengingatkan mereka akan batasan perilaku demi keselamatan dan keamanan diri
– Melatih anak untuk dapat menunjukan dan mengungkapkan rasa sakit dengan lebih rinci
– Melatih anak untuk rutin menggosok gigi

11. Mengembangkan kemampuan seni
Pada usia ini anak-anak biasanya telah dapat mengenali berbagai bunyi dan nada, mengetahui suara binatang, memahami perbedaan suara orang, dapat menirukan bunyi; suara; atau irama yang teratur, dapat merespon suara atau nada dengan menggerakan tubuhnya, dapat menirukan bunyi atau nada
Materi:
– Mengenalkan konsep kebaikan dan kebiasaan baik melalui nada dan lagu
– Menggunakan irama untuk berolah raga
– Meminta anak menirukan bunyi hewan
– Menggambar dengan mencoret-coret
– Membuat karya seni dengan finger paint
– Membuat karya sederhana dengan play dough
– Membuat karya sederhana dengan balok
– bertepuk tangan degan pola irama tertentu
– Memainkan alat yang mengeluarkan bunyi

Referensi Kurikulum:
Al- Quran dan Hadist
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 137 tahun 2014 tentang Stanar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
Slow and Steady Get Me Ready, June R Oberlander
The Good Housekeeping Book of Child Care: Inicluding Parenting Advice, Health Care & Child Development for Newborns to Preteens; From the Editors of Good Housekeeping; Hearst Book, 2004

sumber gambar www.thetraditionaltoybox.co.uk

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: