Malulah Pada Kakek-Nenekmu

harusnya kita bersyukur
keadaan kita saat ini
jauh berbeda dibandingkan pada masa orangtua kita dulu
jauh berbeda sekali dibandingkan pada masa kakek nenek kita dulu
mungkin kita akan malu bila berkaca pada apa yang kita lakukan pada masa ini
mau mengerjakan tugas? tinggal ketik sebuah kata di search bar Google.com
Ctrl + C 
sedetik kemudian Ctrl + V
kata-kata diubah sedikit
dibubuhi nama kita
jadilah tugas itu.
nilai A pun terpampang di kertas penilaian dosen.
tanyakan pada orangtuamu atau nenekmu, bagaimana mereka membuat tugas, membaca berpuluh-puluh buku referensi, lalu ditulis dengan tangan
mau cari beasiswa? tinggal ketik sebuah kata, seperti: beasiswa S1, atau yang lebih keren sedikit lah, scholarship.
tinggal baca syarat-syaratnya, download formulirnya, isi, kumpulkan, beberapa bulan kemudian mendapat kucuran uang atau dikirim ke tempat belajar yang kita inginkan. ya, kalau beruntung.
tanyakan saja pada orangtuamu atau nenekmu, betapa sulitnya mendapatkan beasiswa
tinggal di perantauan, rindu dengan sanak saudara di kampung halaman?
cukup klik tombol S berwarna biru di taskbar laptop, SKYPE
wajah adik, bapak, ibu, yang sangat merindukanmu pun terlihat bercengkrama denganmu dari layar 13 inci tersebut
tak perlu ke kantor pos, beli kartu pos, tulis surat 15 lembar kertas A4, beli perangko, tempel perangko,
rasa rindumu pun sudah terobati
kurang tahu informasi tentang penjelasan dosen di kelas tadi?
cukup dengarkan rekaman perkuliahan yang kamu simpan di telepon genggammu
atau kembali lagi, ketik keyword di Google.com dan informasi yang kamu butuhkan pun tampil
tekan kombinasi angka-angka di telepon genggammu, kamu coba hubungi teman yang rajin mencatat, bilang saja ingin meminjam catatannya, pergi ke rumahnya, dan kamu dapatkan semua materi yang tadi tertinggal
sekarang semuanya mudah
bahkan, tidak hadir di kelas saat perkuliahan pun tidak apa-apa
titip absen kepada temanmu yang bisa diandalkan pun menjadi makanan sehari-hari
tidak malukah kamu, terhadap orang-orang zaman dulu?
yang mencari ilmu dengan segala keterbatasan yang ada
yang memiliki niat dan usaha demi membahagiakan orang tuanya, bangsanya, negaranya, dan agamanya
yang menulis ulang buku diktat yang dipinjamnya dari perpustakaan kampus, karena tidak punya uang untuk membeli buku, dan belum ada mesin fotokopi
yang menulis tugas akhirnya di mesin ketik, kalau salah sedikit, ulangi dari awal
yang menggambar grafik dengan kertas milimeter blok dan bukan microsoft excel
yang merantau bertahun-tahun ke negeri orang, bukan untuk plesir, tapi mencari ilmuNya
***
teman-teman,
Indonesia sudah 66 tahun
berapa umurmu?
setengahnya? belum
seperempatnya? mungkin
marilah kita renungkan dan berjanji 
mulai hari ini
saya akan belajar dengan tekun
berusaha tidak menyontek
berusaha tidak copy-paste
berusaha mendengarkan dan menghargai dosen
berusaha memahami materi kuliah dengan sebaik-baiknya, bukannya masuk kuping kanan, keluar lagi dari kuping kanan
berusaha memahami dan bukan menghafal
berusaha membuat orangtua tersenyum gembira karena Indeks Prestasi yang kita peroleh sungguh karena niat, usaha, dan doa 
berusaha membuat negara ini, yang sudah berusia setengah abad lebih 11 tahun ini, tersenyum gembira pula, karena memiliki KITA.
SANG GENERASI PENERUS BANGSA YANG BERMORAL DAN JAUH DARI KRISIS KEPERCAYAAN DIRI.
jangan tanya apa yang telah negara berikan untukmu
tapi tanyakan pada dirimu, apa yang telah kau berikan untuk negaramu!
lihatlah orang-orang zaman dulu
yang notabene lebih sengsara daripada kita
namun semangat juangnya jauh lebih besar juga daripada kita
malulah. bangkitlah. lalu ubahlah negara ini jadi lebih baik.

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.