Memasangkan Sepatu dan Sandal sebagai Pembelajaran Matematika

Sudah lama kami ingin berkunjung ke Masjidnya Ustadz Salim A Fillah. Qadarullaah hari ini ada kajian Masjidil Aqsha oleh Udt Salim di Masjid Jogokaryan. Setengah 3 kami langsung cuss dari SS ke selatan. Begitu sampai masjid, si kecil langsung sujud. MasyaaAllaah.

Setelah azan ashar, saya dapat tugas menjaga si kecil. Sang ayah berjamaah. Sembari menunggu, saya pun mengembalikan sandal dan sepatu sesuai pasangannya.

Yang saya amati, dia suka mengambil satu buah sepatu dan dibawa-bawa keliling masjid. Tapi saya arahkan untuk mengembalikan lagi sesuai pasangannya.

***

Diambil dari http://www.kompasiana.com/erminurcholimah/pengenalan-matematika-pada-anak-usia-dini_56f21b2ac222bd221c0871ff

Matematika adalah suatu yang berkaitan dengan ide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis melalui penalaran yang bersifat deduktif, sedangkan jika matematika di PAUD itu merupakan kegiatan belajar tentang konsep matematika melalui aktifitas bermain dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat ilmiah. Tujuan pengenalan matematika pada anak usia dini adalah agar anak mengetahui dasar-dasar pembelajaran berhitung/matematika, sehingga pada saat nanti anak akan lebih siap mengikuti pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan selanjutnya yang lebih komplek. Pengetahuan tentang matematika sebenarnya sudah diperkenalkan sejak mulai usia lahir sampai 6 tahunan (sejak usia dini). Konsep pembelajaran anak yang berusia dibawah 3 tahun itu bisa ditemukan didalam kegiatan sehari-harinya, semisal anak menuangkan air dari wadah satu ke wadah yang lainnya, diajarkan menghitung manik-manik kecil maupun manik-manik yang berukuran besar.

Adapun juga manfaat permainan matematika pada anak usia dini di antaranya:

Membelajarkan anak berdasarkan konsep matematika yang benar.
Menghindari ketakutan matematika sejak awal.
Membantu anak belajar matematika secara alami melalui kegiatan bermain, bercerita, dan bernyanyi.
Prinsip dan standar matematika sekolah yang dikembangkan oleh kelompok didik memaparkan harapan matematika untuk anak usia dini yang harus dipahami di antaranya:

1. Bilangan 
2. Aljabar 
3. Penggolongan 
4. Pola-pola 
5. Geometri 
6. Pengukuran 
7. Analisis data dan probabilitas

Permainan permainan yang diajarkan dalam berhitung di jalur matematika di anak usia dini diantaranya meliputi dengan bermain pola, bermain klasifikasi, bermain bilangan, bermain ukuran, bermain geometri, bermain estimasi (memperkirakan), bermain statistika. Semua ini dapat diterapkan didalam metode permainan berhitung dengan cara:

1. Metode bercerita 
2. Metode bercakap-cakap 
3. Metode tanya jawab 
4. Metode pemberian tugas
5. Metode demonstrasi 
6. Metode eksperimen 

Nah, metode yang saya pakai adalah metode klasifikasi. Sepatu dan sandal akan dia golongkan sesuai warna dan bentuknya. 

Sekian dulu laporan belajar Matematika sederhana kali ini. 

Keep observing your child’s math skill, Moms!

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: