Yuk Masuki Dunia Imajinasi Anak dengan Mendongeng

Tak terasa sudah berada di tahap ke-10 di kelas Institut Ibu Profesional – Bunda Sayang. Itu berarti sudah hampir sepuluh bulan lebih saya mempelajari ilmu mendidik anak secara profesional.

Naah kali ini materi IIP diberikan lebih menarik dan memancing diskusi para peserta yang notabene emak dan calon emak.

Penasaran apa materinya? Kali ini seru banget, yaitu Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng. 

Lihat gambar di atas saja sudah membuat kita ingin bercerita, ya kan? Jika ya, selamat! Berarti daya imajinasi kita masih meluap. Tapi jika malah mati gaya, ga tahu apa yang harus diceritakan, waaah ya gawat. Itu tandanya kita benar-benar harus menyimak materi kali ini dengan seksama.

Salah satu tantangan yang langsung dilemparkan oleh mbak fasilitator kelas adalah menuliskan kesan setelah melihat gambar di bawah ini:

Wuaaaahhh! Dalam hati, saya langsung teriak.

Tenang, asri, damai, sejuk, segar, surga banget! Pengen banget tinggal di sana!

Siapa yang tidak berkomentar apa-apa tentang lukisan di atas? Tandanya perlu membiarkan imajinasinya beranak pinak.

Mendongeng memang mengasah imajinasi dan kreativitas. Melihat lukisan di atas, tentu kita jadi terdorong untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas kita bukan? Nah, mengapa pula seorang ibu perlu menguasai bagaimana cara mendongeng yang baik? Tentunya untuk menanamkan karakter yang baik pada anak, meningkatkan rasa ingin tahunya, serta meningkatkan hubungan batin ibu dan anak.

Tertohok tidak, dengan kalimat di atas?

Imajinasi anak adalah sumber kreativitas. Hargai sikap anak meskipun terkesan “aneh” bagi orang dewasa.

Terkadang kita tidak menghargai imajinasi anak karena menganggapnya aneh. Lalu kita terlalu banyak menghambat imajinasinya sehingga anak menjadi robot alias tidak kreatif. Kita yang sudah dewasa ini terkadang lupa bagaimana caranya membebaskan pikiran, tidak seperti anak-anak yang cara berpikirnya masih liar.

Akhirnya, tantangan dari tanggal 30 November – 16 Desember 2017 adalah membuat dongeng kreatif dan menjawab permasalahan sehari-hari dengan berkisah. Nah, tantangan IIP kali ini diselingi camilan rabu yang renyah, yaitu tentang mendongeng sesuai usia anak.

Camilan Rabu 10.1 🍓🥐🍯 (29/11)

🎙 Mendongeng sesuai Usia Anak

Salah satu kunci dalam mendongeng adalah memilih dan menyesuaikan cerita dengan usia anak. Cerita yang terlalu rumit maupun terlalu sederhana mempengaruhi antusiasme anak dalam mendengarkan cerita.

Berikut teknik mendongeng yang bisa bunda sampaikan di rumah, disesuaikan dengan usia anak.

👶🏼 Anak usia 0 – 4 tahun
Berceritalah dengan penokohan yang dikenal anak. Cerita yang menarik untuk mereka biasanya berkaitan dengan sesuatu yang mereka kenal, seperti dunia hewan atau kegiatan sederhana dalam kehidupan. Sajikan cerita yang sederhana dengan durasi yang pendek.

👧 Anak usia 4 – 6 tahun
Di usia ini biasanya anak sudah mengenal teman. Mereka sedang belajar bersosialisasi dan senang bermain. Bunda bisa bercerita mengenai persahabatan atau cerita lain yang sesuai dengan kegiatan anak sehari-hari. Ingat, tingkat konsentrasi mereka hanya 1 menit dikali usianya, maka singkat saja.

Kalimat awalan yang menarik, menggunakan ekspresi dan suara akan membuat mereka terpikat. Penambahan ekspresi gerak juga akan membuat impresi cerita makin kuat.

Cara berpikir mereka masih sederhana dan cenderung konkret sehingga sampaikan cerita yang mudah dipahami. Penokohan cukup sedikit saja agar mudah diingat, tokoh juga perlu langsung diketahui anak melalui alur cerita yang disajikan.

👦🏻 Anak usia 6 – 9 tahun
Pada usia ini, anak biasanya kritis dan menyukai kisah yang menyenangkan. Mereka juga mulai dapat menangkap sisi baik dan sisi buruk dari setiap cerita. Bunda bisa mulai memperbanyak tokoh, waktu mendongeng juga bisa lebih lama dan tema diperberat.

Mereka sudah mulai bisa diajak dan mengidentifikasi tokoh. Muncul keinginan diri untuk menjadi seperti tokoh yang diidamkan. Selain itu, otak dan hati mulai tersinergikan sehingga bisa menggunakan kata-kata yang agak susah.

👧🏽 Anak usia 9 -12 tahun
Untuk anak usia ini, perlu pendekatan yang agak berbeda. Anak dalam kelompok ini biasanya mau mendengarkan, tetapi sudah bersifat kritis. Untuk itu, cara mendongeng harus dimulai dengan dialog karena daya nalar mereka sangat peka.

Cerita yang cocok dibawakan adalah cerita yang termasuk fiksi ilmiah, seperti cerita detektif, serial robot maupun petualangan.

Demikian tadi teknik mendongeng yang terbagi dalam empat rentang usia. Ini berlaku secara umum dan tidak baku ya, jadi bisa disesuaikan lagi dengan perkembangan anak-anak bunda. Selamat menjelajah bersama anak-anak, bunda…

Salam Ibu Profesional,

Tim Fasilitator Bunda Sayang

📚Sumber Referensi:
Asfandiyar, Andi Yudha. 2009. Cara Pintar Mendongeng. Bandung : DARMizan

Ternyata mendongeng pun perlu memperhatikan usia anak ya agar hasil yang didapatkan maksimal.

Saya dapat menyimpulkan bahwa untuk anak usia 0-4 tahun, kita sebaiknya bercerita dengan penokohan yang dikenal anak. Misalnya seperti dunia hewan atau kegiatan sederhana dalam kehidupan. Kita juga sebaiknya menceritakannya tidak terlalu lama. Karena di IIP, rentang konsentrasi anak adalah 1 menit dikali umurnya. Jadi untuk bayi saya yang baru akan berusia 1,5 tahun, hanya bisa berkonsentrasi 1,5 menit. Whoaa saya jadi ditantang untuk membuat dongeng-dongeng pendek namun sarat makna, nih!

Di IIP juga dijelaskan bahwa kita harus kreatif membuat anak betah dan antusias mendengarkan cerita kita. Kalau saya sih ada ide membuat dongeng dengan cara:

Sebelumnya juga saya berdiskusi dengan suami, karakter apa saja yang ingin kita tanamkan untuk anak kita. Alhasil saya rangkum materi berikut ini dari Pak Kepala Sekolah (suami saya) yang sudah saya setujui:

  • Makan pakai tangan kanan
  • Berdoa sebelum makan
  • Berdoa setelah bangun tidur
  • Berdoa sebelum tidur
  • Berdoa saat hujan, setelah azan, dll
  • Tersenyum itu baik dan menyenangkan
  • Ucapkan terima kasih kalo diberi atau ditolong
  • Ucapkan salam saat bertemu teman atau saudara
  • Sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur
  • Buang sampah pada tempatnya

Bagaimana cara atau media dalam menyampaikan dongengnya? Menurut hasil pengamatan dan perkiraan saya, si kecil akan tertarik kalau saya menyampaikan dongeng dengan cara:

  • Dongeng pakai kanguru dan koala tempat tisu bekas
  • Dongeng sambil gambar kucing
  • Dongeng pakai buku dan wayang kertas dari rabbit hole
  • Dongeng pakai jari tangan
  • Dongeng pakai buku bacaan tapi diimprovisasi
  • Dongeng pakai wordless picture book
  • Dongeng pakai mainan robot
  • Dongeng yang telah dirancang dulu
  • Dongeng pakai buah mangga
  • Dongeng pakai lukisan di kamar

Yuk kita coba untuk sepuluh hari ke depan, Moms!

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: