​Dear Perempuan, #Memesonaitu Mudah Jika Tahu Cara Mainnya

Pagi yang mendung di luar sana. Aku sedang bersantai di kasur sambil memandang wajahnya. Ya, dia, suamiku yang kucinta. Aku bertanya,
“Mas, seperti apa menurutmu wanita yang #memesonaitu? Lalu, suamiku bercerita perlahan, wanita seperti apa yang memesona baginya.

Memesona. Menggoda. Dua kata yang sekejap mata terlihat sama artinya. Namun berbeda sekali penggunaannya.

Kudengarkan ungkapan hatinya satu demi satu.

#Memesonaitu jika akhlak mulia terpancar di kesehariannya.

#Memesonaitu menebar kebaikan dan inspirasi senantiasa.

#Memesonaitu membungkusnya dengan tingkah laku yang dijaga.

#Memesonaitu dia yang menjaga diri kala berinteraksi.

#Memesonaitu bukanlah dia yang berfoto dengan tas dan pakaian berjenama ternama.

#Memesonaitu bukanlah dia yang bercadar dan menutup seluruh tubuh dengan rapat.

#Memesonaitu bukanlah dia yang jelita tapi lisannya tak dapat dijaga.

#Memesonaitu dia…

Dia yang di setiap langkahnya, ada iman dan kebaikan yang selalu ditebarkannya.

Ia pun mengakhiri jawabannya. Aku mengangguk-anggukkan kepala pada perkataannya, tanda setuju.

Dalam hati aku berkata, Istrimu ini akan berusaha menjadi apa yang kamu definisikan itu.”

Aku ingin menjadi memesona, menjaga diri dari pandangan mata di luar sana.

Menjaga lisan, hati, penglihatan, dan pendengaran.

Salah satunya dengan cara:

Tidak menampakkan foto diri di sosial media dan tidak mengumbar kecantikan diri di dunia maya.

Dear perempuan,

Inilah yang kau harus tahu.

#Memesonaitu menutup apa yang seharusnya ditutup.

Di saat semua wanita berlomba menunjukkan kecantikannya.

Di saat semua wanita memilih untuk mengorbankan kewanitaannya.

Di saat semua wanita berlomba berkarya di luar atas nama kebebasan.

Di saat semua wanita menyanyi dan menari dengan bebasnya.

Di saat semua wanita membicarakan orang lain dengan begitu puasnya.

Dia yang #memesonaitu memilih untuk menyembunyikannya.

Ketika menjadi istri, dia menjaga dirinya hanya untuk suaminya.

Menjaga dirinya saat suami tidak ada.

Mematuhi segala yang diperintahkan suaminya.

Menjaga harta suaminya.

Menjadi lentera di rumahtangganya.

Menjadi penyejuk mata dan hati suaminya.

Semoga seluruh wanita di dunia menjadi lebih memesona.

Pesona alami yang tumbuh dari dalam diri.

Bukan karena benda-benda luaran yang membungkusnya, tapi karena pancaran cahaya dari dalam jiwa.

#Memesonaitu dirimu.

Ya, dirimu yang saat ini membaca tulisan ini,

kemudian bersegera menyadari apa kodratnya sebagai perempuan.

#Memesonaitu dirimu.

Yang jika membaca tulisan ini,

hatimu terketuk untuk mengajak wanita lainnya menjadi memesona sepertimu.

#Memesonaitu dirimu.

Yang jika mengetahui apa rahasia agar tampil memesona,

bukan menggoda,

akan segera menyebarkannya,

agar dunia menjadi lebih baik,

agar wanita di seluruh dunia bisa menjadi tumpuan harapan,

agar wanita di seluruh dunia bisa meneladani apa yang kau ajarkan,

agar kehidupan yang lebih baik segera kita wujudkan.

Dear perempuan,

jika kau tak mendapatkan manfaat dari tulisan ini, tidak apa-apa.

Mungkin baru nanti kau akan paham.

Entah sekarang kau masih bujangan,

entah sekarang kau sudah memiliki keturunan,

atau sekarang kau salah jalan,

menjadi kelaki-lakian,

kembalilah ke jalan yang benar.

Dear perempuan,

kini aku pun tahu…

Menjadi #memesonaitu mudah, asal kita tahu cara mainnya.

Semoga kau pun sadar,

bahwa #memesonaitu adalah dirimu.

Teruntuk semua wanita di dunia dan diriku sendiri tentunya.

I know who I am. I am not perfect. I’m not the most beautiful woman in the world. But I’m one of them.

– Mary J. Blige

Surabaya, 7 April 2017

Adiar Ersti Mardisiwi

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: