Mendidik Anak Sesuai Fitrahnya dengan Fitrah Based Education (Bagian 1)

Selama kurang lebih dua tahun menggali ilmu pengasuhan anak, saya dan suami terus mencari kebenaran dan kemantapan hati. Mana ilmu yang tidak seharusnya kami tiru, mana ilmu yang seharusnya kami pakai untuk mengasuh anak-anak kami.

Bermula sejak kami pulang ke Indonesia pada awal 2016. Saya mendapatkan broadcast message di grup Institut Ibu Profesional untuk mengikuti grup Home Education based on Akhlak and Talents (HEbAT). Awalnya saya tertarik mengikutinya karena suami dan istri harus ikut dalam grup itu. Setelah berunding dengan suami, kami sepakat mendaftar. Saya tertarik dengan nama grupnya. Lalu kami mengisi form online dan menunggu dimasukkan ke grup tersebut oleh admin.

Gayung bersambut, kami pun akhirnya menjadi anggota grup HEbAT regional Surabaya. Sembari menunggu kelahiran si jabang bayi, saya dan suami terus mengikuti update pengetahuan dari grup tersebut. Akhirnya saya tahu bahwa teori yang dipakai di sana adalah Fitrah Based Education. Teori yang menitikberatkan pendidikan pada menumbuhkan benih yang sudah terinstal pada masing-masing anak. Ada fitrah keimanan, belajar, bakat, seksualitas, dan masih banyak lagi.

Kedengarannya berat ya? Awalnya saya juga berpikir begitu. Tapi semakin membaca pencerahan-pencerahan lewat ustaz Harry Santosa sang penggagas teori ini dan kuliah WhatsApp yang sering di-share, kok saya makin menemukan kemantapan hati. Apa jangan-jangan ini yang kucari selama ini? 

Baca buku parenting ini itu kok kebanyakan teori yang bikin otak ngebul dan hampir meledak. Apalagi teori parenting dari negeri-negeri barat yang kita belum tahu itu benar apa ga. Buat anak kok coba-coba, cyin?

Tapi di pertengahan tahun 2016, saya ingin sekali buku tersebut dan qadarullaah mbak Itsnita Husnufardani (Farda Semanggi)  salah satu tim HEbAT punya buku Fitrah Based Education versi bekas. Waah gembira bukan kepalang dong saya. Ia menjualnya seharga 200ribu saja. Saya langsung mengiyakan. Mahal ya? Iya sih. Tapi apa sih yang enggak demi yang terbaik buat anak. Kok kayak iklan?

Nah… akhir tahun 2016 saya mulai menyelesaikan buku Fitrah Based Education yang saya beli itu. Buku tebal dan besar banget. Lah ukurannya A4 landscape. Saya menamatkannya di rumah mertua di Banyumas. Pas lagi main ke sana selama 1 bulanan. Jadi kan agak selow tuh. Makanya bisa namatin buku setebal itu. 

Setiap saya habis baca dan menemukan insight menarik dari buku itu, selalu saya ceritakan ke suami. Ya emang sih suami belum baca seluruh buku. Cuma saya suruh baca kalo ada poin penting aja. Kasihan kan, ya suami kewajibannya cari duit masih saya bebani baca buku yang kalo dipikir-pikir kayak diktat kuliah, hehehe. Tapi gapapa, ternyata suami senang dan mau-mau aja kok, baca buku itu walaupun sampai sekarang ga tamat-tamat. Tips buat ibu atau istri, sering-sering ceritakan info pengasuhan deh ke suami. Jangan cuma nyalahin mereka kalo ga peka soal pengasuhan anak. Jangan-jangan kita sendiri sebagai istri yang ga membuat suami berbinar-binar untuk mempelajari ilmu pengasuhan anak. Heuu.

Setelah menamatkan buku itu, rasanya….. Rasanya….. Saya langsung ingin berhenti kuliah! Saya merasa tertampar dengan pemaparan buku tersebut tentang pendidikan. Jadi selama ini saya tuh ga ngerti arti pendidikan sebenarnya. Selama ini kegalauan saya dengan sistem persekolahan dan perkuliahan terjawab semua di buku itu.

Eits sebelum kejauhan cerita ngalor ngidulnya, mari kita lihat penampakan buku diktat yang saya puja-puji dari tadi:

Buku Fitrah Based Education  ini adalah hasil diseminasi dan kompilasi berbagai diskusi dan artikel terbaik maupun praktek terbaik yang distrukturkan dalam bab-bab yang sesuai untuk menginspirasi pendidikan sesuai fitrah dan memudahkan menjalankan praktek terbaik untuk melahirkan generasi AqilBaligh yang mandiri dan berakhlak mulia di usia 15 – 17 tahun.

Buku ini terdiri dari 5 Bab Pokok

1. Landscape Peradaban: Peran Pendidikan dalam Lansekap Peradaban
2. Krisis Peradaban dan Krisis Pendidikan
3. Kembali Kepada Fitrah: Konsep dan Klasifikasi Fitrah, Esensi Fitrah dalam Pendidikan
4. Pendidikan berbasis Fitrah: Implementasi Framework Pendidikan berbasis fitrah untuk usia 0 – 7, usia 7 – 10, usia 10 – 14 dan usia AqilBaligh
5. Perancangan Buku Ortu: Portfolio Anak dan Personalized Curriculum untuk setiap anak.

Buku Parenting Fitrah Based Education ini sangat tepat bagi para ayah bunda yang ingin memiliki pegangan dan panduan terbaik dalam mendidik anak.

Sumber: https://store.diarypernikahan.com/buku-fitrah-based-education-version-3-0/

Berikut sekilas materi Fitrah Based Education yang saya dapatkan dari berbagai sumber. Semoga cukup memberikan gambaran 🙂

Penampakan buku Fitrah Based Education via shantybelajarmenulis.blogspot.com
 
Buku ini adalah tulisan Ustaz Harry Santosa dan tim, salah satunya Bu Septi Peni Wulandani (founder Institut Ibu Profesional). Di dalamnya banyaaak sekali teori-teori dan pendapat pakar. Ada yang pendapat para tim, teori barat, teori Islam, dan banyak banget deh pokoknya. 

Buku bergizi ini sayang kalo ga dibaca para orangtua di Indonesia. Khususnya yang baru jadi orangtua, ya. Eh, kalo bisa sih sebelum jadi orangtua pada baca dulu deh. Biar nanti tinggal praktik.

Gimana cerita lengkap tentang semua fitrah anak? Nantikan di artikel selanjutnya, ya Moms!

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: