Mengatur Keuangan Setelah Bayi Lahir [by: ayahbunda]

Penghasilan dan pola pengeluaran. Sebelum menyusun anggaran, Anda harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan penghasilan dan pengeluaran. Sumber penghasilan keluarga merupakan salah satu tema penting dalam mengelola keuangan keluarga sejak awal. Sebab, besarnya uang masuk akan mempengaruhi besarnya anggaran pengeluaran. Beberapa hal di bawah ini dapat memicu masalah keuangan jika Anda dan pasangan kurang cermat dan kurang memahami.

Memahami penghasilan tetap. Yaitu, gaji tetap yang diterima setiap bulan. Baik saat suami dan istri menjadi pegawai, wirausahawan, atau penanam modal di sebuah perusahaan, yang dari sumber tersebut mendapat penghasilan secara tetap setelah dipotong pajak. Jika Anda memperoleh bonus, yaitu pembagian keuntungan perusahaan, maka ini tidak termasuk dalam kategori penghasilan. Memahami dan menyadari makna “penghasilan” akan membuat Anda lebih bijak mengeluarkan uang.

 

Perilaku tidak berubah. Umumnya, pasangan masa kini memiliki double income, pendapatan ganda. Pasangan suami-istri yang sama-sama bekerja, umumnya, memiliki pola pengeluaran tertentu yang sudah menjadi gaya hidup mereka. Bagi pasangan yang pada awal pernikahan tidak mempunyai perencanaan keuangan,  cara mereka mengeluarkan uang cenderung masih seperti ketika belum menikah. Pola pengeluaran yang sudah menetap ini agak sulit diubah ketika mereka, mau tidak mau, harus melakukan beberapa penyesuaian sehubungan dengan rencana memiliki anak. Tak jarang ini jadi sumber masalah keuangan keluarga muda masa kini.

Kelahiran mengubah segalanya. Kehamilan dan terlebih kelahiran bayi, menuntut suami-istri melakukan beberapa penyesuaian. Termasuk mengubah prioritas pengeluaran.
Berbagai kemungkinan pengeluaran keuangan perlu Anda pertimbangkan sehubungan dengan kelahiran bayi. Antara lain, ketika istri karena kondisi medis harus melahirkan melalui operasi caesar, padahal awalnya berencana melahirkan normal. Atau, karena satu dan lain hal, ibu tidak bisa kembali bekerja setelah kelahiran bayi. Jadilah sumber penghasilan keluarga berkurang. Masih banyak peristiwa kehidupan yang perlu disikapi dengan penyesuaian.

Prioritas baru. Sama seperti memutuskan untuk kembali bekerja, memutuskan untuk tidak kembali bekerja bagi ibu setelah melahirkan pun cukup berat. Dalam keadaan penghasilan yang hanya diusahakan oleh satu orang, yang penting dilakukan adalah menentukan standar hidup yang masuk akal. Buatlah daftar kebutuhan bulanan yang harus dibayar, seperti:

  • Telepon di rumah & 2 buah telepon seluler
  • Gas
  • Berlangganan surat kabar
  • Listrik
  • Transportasi (Bensin, pemeliharaan kendaraan & asuransi kendaraan)
  • Gaji Pembantu Rumah tangga
  • Pemeliharaan kesehatan (termasuk fitness )
  • Hiburan
  • Pakaian
Mungkin daftar ini masih bisa lebih panjang. Dengan kehadiran bayi, daftar itu dapat ditambah dengan popok sekali pakai, pakaian bayi, mainan dan lain-lainnya. Foto/Dok.Femina Group

Berbagai hal perlu dilakukan untuk mengatur keuangan keluarga sehubungan dengan kelahiran bayi dalam keluarga. Kuncinya, jeli mengelola keuangan di momen seperti ini.

Jadi bengkak. Anda tak perlu terlalu kaget jika pengeluaran Anda jadi “bengkak” segera setelah istri dinyatakan hamil. Selain ada tambahan biaya kesehatan bulanan, kebutuhan calon ibu juga menambah pengeluaran. Mendekati tanggal persalinan, kemungkinan besar perkiraan pengeluaran akan berubah cukup besar.

Gaji, hanya numpang lewat. Tahukah Anda kemana saja perginya uang yang didapatkan dari jerih payah Anda setiap bulan setelah bayi Anda lahir? Kebutuhan dasar bayi yang menyita anggaran cukup banyak antara lain belanja popok, pakaian dan perlengkapan kamar bayi yang sebaiknya Anda beli dalam keadaan baru (demi keamanan), seperti stroller dan tempat tidur atau boks bayi. Apabila istri Anda bekerja, Anda juga harus memperhitungkan gaji pengasuh atau pembantu.

Ketika bayi Anda sudah mulai makan makanan padat pertama, anggaran belanja Anda tambah membengkak untuk membeli perangkat makan dan minum, makanan pendamping ASI (MP-ASI).  Memperpanjang periode kerja pengasuhan bayi juga membutuhkan biaya tambahan. Paling tidak Anda harus membelikan seragam baru serta menaikkan gaji. Meskipun ketika ibu tidak kembali bekerja dan Anda tak membutuhkan tenaga pengasuh, ada “harga” yang harus dibayar. Sebab, satu sumber penghasilan keluarga berkurang dan ayah jadi satu-satunya pencari nafkah.

 

Mengelola keuangan penting, terutama ketika bayi sudah lahir dalam keluarga. Biaya ekstra pasti tidak terelakkan lagi. Suami istri harus memiliki strategi mengelola keuangan keluarga setelah bayi lahir.

Senangnya, bayi sudah hadir di tengah–tengah Anda dan pasangan. Pasti banyak yang sudah dipersiapkan. Siap mental, siap fisik dan juga siap dalam hal financial. Semua itu harus dipersiapkan dengan matang. Kehadiran bayi sebagai anggota baru di tengah keluarga pastilah menambah pengeluaran rutin kita.

Pengeluaran rumah tangga untuk keperluan bayi bisa untuk membeli toilleteries bayi, diapers, imunisasi, pakaian, konsultasi dokter dan lain sebagainya. Bila budget pengeluaran tidak disiapkan secara tepat, bisa-bisa  mengganggu cash flow rutin sehari-hari. Tentu saja situasi ini bisa membuat posisi keuangan keluarga, di satu tahun pertama menjadi kacau.

Satukan pendapatan. Pastinya terdapat perbedaan pengelolaan keuangan ketika belum menikah dan setelah menikah (apalagi dengan kehadiran bayi). Ada tips dari Ahli perencanaan keuangan, Dr. Adler Haymans Manurung, yang juga Direktur Pengelolaan Investasi di salah satu perusahaan sekuritas. Menurut Adler, bila sudah punya anak, jumlah pengeluaran meningkat sehingga, mau tidak mau, sekitar 60–70 % dari pendapatan digunakan untuk pengeluaran rutin bulanan keluarga.

Adler menyarankan, meski jumlah pengeluaran meningkat jangan sampai mengabaikan diri tidak menabung.  “Justru 30-40% dari pendapatan itu harus  disisihkan untuk ditabung. Ini memerlukan disiplin dan konsisten suami dan istri,” urai Adler. Hal ini berlaku pula bagi suami-istri dengan single income, yaitu hanya salah satu pihak yang mendapatkan pendapatan. “Tetap konsisten dan disiplin mengelola keuangan. Jangan mengganggu uang untuk tabungan,” tegas Adler.

Pengeluaran membengkak. Ketika bayi hadir di tengah kehidupan rumah tangga, selain konsisten dan disiplin, suami istri juga harus semakin cermat mengelola keuangan mereka. “Hadirnya momongan, mengakibatkan pengeluaran mengalami perubahan cukup menyolok terutama saat usia anak di bawah 1 tahun karena butuh banyak uang untuk keperluan belanja,seperti membeli susu, popok, baju dan lain sebagainya.” Bersyukurlah bila istri bisa memberikan ASI Eksklusif pada buah hatinya, sehingga ayah dan ibu baru ini bisa ‘terbebas’ dari pengeluaran rutin membeli beberapa kaleng susu formula untuk bayi dalam satu bulan.

Tak jarang orang tua muda ini menghabiskan pengeluaran cukup besar dalam sebulan untuk membeli susu formula bayinya,” tambah Adler. Sesungguhnya pengeluaran yang membengkak ini dapat ditekan dengan berbagai cara. Berikut tips menekan pengeluaran rutin setelah bayi lahir:

Beli yang terjangkau. “Sesuaikanlah kebutuhan anak dengan kemampuan keuangan orang tua. Misalnya saja, orang tua bisa cermat memilih susu formula yang  harganya terjangkau dengan kandungan gizi yang tak kalah baik dengan susu formula berharga mahal. Anda harus pintar memilah-milah pengeluaran,” ucap Adler.

Yakin ada rezeki. Selain itu Adler menambahkan bahwa para orang tua muda ini haruslah punya keyakinan mengenai rezeki yang akan mereka terima. “Tak perlu takut uang Anda habis karena ada anak. Percaya bahwa Tuhan senantiasa memberi rezeki. Tinggal bagaimana cara Anda memilah-milah pengeluaran dan konsisten terhadap pengelolaan keuangan keluarga ini,” tutur Adler.

Hilangkan yang tidak penting. Adler menyarankan sebaiknya pasangan muda meniadakan penggunaan kartu kredit. “Bila gaji Anda masih terasa pas-pasan, ada baiknya menghilangkan penggunaan kartu kredit karena menjadikan Anda  penghutang. Tetapi bila gaji Anda besar, tak apa-apa menggunakan kartu kredit ini karena Anda bisa ‘memainkannya’. Selain itu, bagi keluarga, dengan pendapatan yang terasa pas-pasan atau kurang, ada baiknya mencari penghasilan tambahan,” tandas Adler.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: