Menjadi Muslim yang Kaffah

Menjadi Muslim yang Kaffah

#hari10 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

DAILY REVIEW KELUARGA SURGA

Tanggal: SABTU, 11 FEBRUARI 2017

Tempat: Rumah orangtua

Daily review keluarga Surga merupakan forum keluarga inti kami yang dilaksanakan setiap hari untuk mengevaluasi apa yang sudah kami lakukan, akan kami lakukan, serta hal menarik apa yang kami temukan. Sebisa mungkin kami libatkan anak untuk mengikuti review ini walaupun dia belum bisa mengerti, agar dia mendengarkan.

***

WHAT’S INTERESTING

Hari ini adalah hari terakhir tantangan 10 hari Komunikasi Produktif. Yeay! Untuk menyimpulkannya, saya dan suami sepakat membuat forum tentang kajian yang suami ikuti di Masjid Manarul Ilmi ITS. Judul kajian tadi adalah: Kulepaskan Semuanya, Aku Ingin Hidupku Lurus.

Hmm.. mulai dari mana, ya? Pada intinya suami menjelaskan tentang:

  • Bagaimana agar hidup kita hidup kita benar-benar produktif, menggunakan waktu dengan sebaik mungkin.
  • Tidak cinta duniawi.
  • Belajar ilmu agama dulu baru ilmu dunia. Belajar ilmu agama dan dunia frekuensinya harus seimbang.
  • Bagaimana cara menjag hati? Dengan cara menjaga panca indera yang lain, yaitu mata, telinga, lisan. 

Memang berat ya, menjadi muslim yang kaffah. Menjadi muslim seutuhnya, tidak setengah-setengah. Menaati semua aturannya dan menjauhi semua larangannya. Tapi saya yakin, kalau kita cinta terhadap Allah, selalu berdoa agar ditunjukkan jalan yang lurus, maka kita bisa menjadi muslim yang kaffah. 

WHAT’S CHANGED

Karena ini sudah hari ke-10, maka saya meminta pendapat suami tentang apa kekurangan dan kelebihan komunikasi produktif kami selama 10 hari ini. Menurut beliau, sekarang kami sudah makin jelas dalam mengungkapkan sesuatu dan selalu menyamakan persepsi.

Suami menjelaskan isi seminar langsung setelah pulang dari kajian. Hal itu penting menurut saya, karena dia telah memilih waktu yang tepat. Sambil sedikit melihat catatan seminar, ia menjelaskan isi seminar satu demi satu. Jika ada pertanyaan, saya boleh langsung menyela atau menanggapi. Menurut saya itu bagus karena kalau ditunda, bisa-bisa dia lupa isi seminarnya, atau informasi yang disampaikan kurang lengkap.

Oh ya, misal saat suami menjelaskan isi seminar atau kajian, lain kali saya harus menyimak dengan seksama. Mendengarkan dengan mindful. Tadi sih saya menyimaknya sambil melipat baju cucian. Memang belum sempurna. Tapi saya bertekad kalau berkomunikasi selanjutnya akan mematuhi kelima kaidah komunikasi produktif. Aamiin.

Terima kasih untuk segala kerjasamanya 10 hari ini, suamiku. Semoga kita benar-benar bisa menjadi muslim dan muslimah yang kaffah, pandai mereguk hikmah, dalam rangka berusaha meraih Jannah. 


Ciptakanlah surga sebelum Surga di rumahmu.

Salam sejuk,

Keluarga Surga

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

4 Comments

    1. Haii… Iya nia, nanti aku bikin postingan khusus tentang alasanku kenapa off sosmed, deh. Hehehe. Intinya aku pengen menata hati, lebih produktif, lebih mindful dalam menjalani hidup, dan menjauhi hal-hal yang kurang bermanfaat buatku. Sekarang juga udah ada anak, jadi fokus mendidik dia. Sebenarnya tetep sosial media-an kok, ngeblog, whatsapp juga masih ada.

      1. yah jadi ngga bisa lihat postingan-postingan mba ecci lagi yah di sosmed. padahal postingannya banyak yang menginspirasi.

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: