Menumbuhkan Fitrah Bakat Anak

Beberapa waktu kemudian, saya amati lagi, dia suka sekali dengan benda-benda kebersihan rumah tangga, seperti kain pel, sapu, sikat WC, cikrak, dan lain-lain. Entahlah mengapa dia selalu mengamati dan menirukan seolah-olah ia sedang bersih-bersih. Apakah itu bakatnya: suka bersih-bersih atau beres-beres?

πŸ“ Usia 0-7 tahun
Bagaimana menemukan bakat anak? Caranya adalah dengan terus mengamati dan mendokumentasikannya. Dalam tahapan usia ini, berikan ragam aktivitas dan wawasan.

– Cemilan Rabu IIP Bunda Sayang, 23 Agustus 2017

IMG_20170829_160817
Mainan di ACE Hardware
IMG_20170829_160827
Mainan di ACE Hardware

Dia juga saya biarkan saja sesuka hati saat mainan di ACE hardware. Mau ambil apa saja ter-se-rah. Beragam benda kecil dia pilih, dia bawa kesana kemari, terutama benda kecil dan mengilap.

IMG_20170902_093808

Dia juga saya biarkan menekan-nekan tombol apapun. Misal saat di ruang tunggu dokter anak, dia main laptop mainan. Dia juga lagi sering mainan telepon, token, remote, kalkulator dan semua yang banyak tombolnya. Dia selalu berbinar ketika melihat banyak tombol.

Hmmm. Saya masih bingung dia punya bakat apa. Yang saya paham, kita hanya perlu memfasilitasi keingintahuannya. Saya yang notabene mantan mahasiswa arsitektur dan penulis, tidak menitipkan impian saya agar dia menjadi seperti saya. Malah jarang saya kasih pensil dan pensil warna. Begitu pula ayahnya. Do anything you want when you are still a kid, my little son. Explore the world as far as you can. We will try to follow and facilitate you. Allah will guide and protect you.

***

🍎🍏 Cemilan Rabu πŸπŸŽ 23 Agustus 2017
Materi 7 : Semua Anak adalah Bintang

Menumbuhkan Fitrah Bakat Anak

πŸ‘‘ Setiap anak terlahir unik dan membawa peran hidup masing-masing (fitrah bakat).

🌟 Abah Rama Royani, yang mengembangkan Talents Mapping, secara sederhana menyebut fitrah bakat adalah fitur unik, yaitu potensi produktif seseorang, dan dapat dilihat secara sederhana pada aktivitas yang dikerjakan dengan easyenjoyexcellentearn (4E).

πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦ Tugas orang tua adalah menjadi fasilitator dan partner yang menumbuhkan dan mengapresiasi fitrah yang mereka miliki.
Fitrah anak bisa jadi akan cedera jika orang tua menitipkan mimpi mereka kepada anak-anak mereka. Misalnya, orang tua mengharuskan anak mengikuti jejak orang tua menjadi dokter, memimpikan anak mereka menjadi pegawai negeri karena mendapatkan tunjangan pensiun, dan harapan-harapan yang lain yang sejatinya itu bukan β€œdiri” mereka. Bisa jadi anak-anak tersebut memang hebat dalam bidang tersebut (easy dan excellent), akan tetapi mereka belum enjoy dalam menjalaninya.

πŸ† Bakat bukan hanya keistimewaan fisik seperti olahraga, memasak, menari, dsb, tetapi bakat juga terkait keistimewaan sifat seperti suka mengatur, suka meneliti, suka berkomunikasi, suka memimpin, dan sebagainya.

πŸ“ Usia 0-7 tahun
Bagaimana menemukan bakat anak? Caranya adalah dengan terus mengamati dan mendokumentasikannya. Dalam tahapan usia ini, berikan ragam aktivitas dan wawasan.

πŸ—’ Usia 7-10tahun
Pada tahapan usia ini anak perlu memetakan bakat dan membuat visioning board. Serta memperbanyak gagasan dan aktivitas pada klub, proyek maupun visiting agar dapat ditemukan bakatnya ketika usia 10 tahun

πŸ’‘Usia 10-14 tahun
Usia ini merupakan golden age bagi fitrah bakat karena anak berada pada masa pra-aqil baligh agar mandiri dan berkarya ketika mereka berusia 14-15 tahun. Untuk membangkitkan fitrah bakatnya adalah dengan disiplin dan konsisten. Bimbing anak agar menemukan bakat yang merupakan panggilan hidupnya dengan magang, belajar bersama maestro atau projects based talents.

πŸ’« Usia >15tahun
Diharapkan pada usia ini sudah menemukan peran spesifik peradaban.

⭐ Semua anak adalah bintang, biarkan anak bersinar terang dengan cahaya mereka sendiri. β­

Salam Ibu Profesional,

Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang

Sumber Bacaan:
Fitrah Based Education, 2016, Harry Santosa, Millenial Learning Center.

 

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: