Menyegerakan, Bukan Tergesa

Basah. Gadis itu melepas kacamatanya. Kedua tangannya yang mulus segera mengusap air mata yang membasahi wajah.
“Bapak tahu, kamu pasti ingin cepat menikah karena ingin segera lepas dari Bapak, kan?!”
Pak Budi. Itulah nama pria berambut kelabu yang kini tak muda lagi. Sambil duduk di atas sofa, tiba-tiba, dari mulutnya terlontarkan kata-kata itu begitu saja. Kepada anak perempuannya. Yang hanya satu-satunya.
“Aku tidak pernah berpikiran seperti itu, Pak… Yang kutahu, menyegerakan berbeda dengan tergesa-gesa.”
Sang Bapak terdiam.
“Pak, aku sangat tahu tentang Elisa. Dia sering bercerita padaku. Tetapi tidak semua yang dia ceritakan padaku, akhirnya kuceritakan padamu. Coba dengarkan dia dulu. Dengarkan baik-baik,” Bu Nadhira, istri Pak Budi, mencoba menjelaskan perlahan.
Sang Bapak kembali terdiam. Berpikir keras. Berusaha mencerna kata-kata anak dan istrinya.
“Pak… t-t-tidak mungkin aku berpikiran seperti itu. Aku s-sa-sangat sayang sama Bapak. Sama Ibu…,” tutur Elisa terbata.
“Lalu?!” tanya Pak Budi tak sabar.
“Aku ingin segera menikah karena… aku sayang sama Bapak dan Ibu…” Elisa masih menunduk. Sengaja menunduk. Tak berani ia tatap mata bapaknya. Sesekali mengusap air yang jatuh menyusuri pipinya.
Sang Bapak pun kembali terdiam. Bagaimana bisa, mengatakan sayang sama orangtuanya, namun ingin segera melepaskan diri dari kedua orangtua. Ah.
“Ibu doakan niat baikmu ini segera menemukan jalannya, ya, Nak,” ujar Bu Nadhira sembari membelai lembut rambut putrinya.
Langit pun seakan paham. Selama dua jam, hujan pun turun menghujam. Membasahi hari yang kering itu. Seakan ingin mengamini doa sang Ibu.
Semua bapak di dunia ini pasti berat melepaskan putri kecilnya untuk menyempurnakan separuh agama. Bapaklah yang merasa bahwa putri kecilnya itu miliknya. Menerima seorang laki-laki berjiwa ksatria untuk mengambil alih tanggung jawab atas putrinya, ia belum rela. Padahal, tak ada yang benar-benar menjadi milik kita di dunia ini. Terkadang kita memang tahu akan baiknya sesuatu. Tetapi, menjelaskan kebaikannya kepada orang yang belum tahu, memang menjadi suatu tantangan yang membutuhkan waktu.

Kalau kamu ingin baca tulisan-tulisan saya yang lainnya, bisa baca daftar tulisan saya di: Daftar Isi

Download E-book gratis di: twinpath.kindipress.com/downloads

Dapatkan update info terbaru tentang ide-ide dari saya dan suami di medium.com/ersti-ken

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: