Menyusui Sebagai Pondasi Fitrah Seksualitas – Tantangan IIP Day 7


PENDIDIKAN SEKSUALITAS SEJAK DINI

Materi : Parenting (Pendidikan Seksualitas Sejak Dini)

Oleh =Ida Nurlaela

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaykum wr. wb.

Kita mulai ya…

Tema kali ini semoga menarik. Menilik banyaknya kasus yang merebak di masyarakat dan juga kurangnya pemahaman bahkan di kalangan ummahat, maka temanya adalah: “Pendidikan Seksualitas Sejak Dini “

“Hah? Nggak salah tuh?” Mungkin ada yang mengerutkan dahi melihat judul di atas. Bagaimana mungkin anak kecil sudah diajari pendidikan seksualitas? Pertama saya ingin bahas istilah dulu. Seringkali kita mendengar kata pendidikan seks. Sebenarnya yang tepat adalah pendidikan seksualitas. Seks mananya adalah jenis kelamin atau hubungan kelamin, yang demikian mungkin tak perlu pendidikan, hanya butuh coaching saja. Tetapi seksualitas maknanya lebih luas dari sekedar pendidikan seks. Sebenarnya lebih santun menggunakan istilah tarbiyah jinsiyah, dengan istilah itu terkandung makna yang lebih luas, bahwa pendidikan seksualitas berada dalam bingkai pendidikan secara umum. bukan berdiri di ruang hampa.

Adapun dengan judul diatas…Eits, jangan salah sangka dulu. Yang namanya mendidik anak, memang harus dimulai sejak dini. Yup, bahkan sejak masih merencanakan berkeluarga. Yaitu saat seseorang memutuskan untuk menikah. Siapa pasangan hidupnya, itu adalah awal pendidikan seks untuk anaknya kelak. Jika lelaki menikah dengan perempuan dan sebaliknya seorang perempuan memilih lelaki untuk pasangan hidupnya, ini adalah awalan yang benar. Bukankah sekarang telah ada pernikahan sejenis yang dilegalkan ataupun diam-diam. Keluarga adalah role model bagi anak untuk meniru identitas dan peran gender!

Demikian pula sejak proses pembentukan keluarga itu sendiri. Saat pasangan memualinya dengan santun sesuai kaidah agama dan norma kebaikan yang berlaku di masyarakat, maka anak-anak nanti akan belajar bagaimana awal mula keluarganya terbentuk. Berlanjut pada masa kehamilan. Saat orang tua merencanakan kehamilan, hindarkan dari terlalu berharap anaknya nantinya memiliki jenis kelamin tertentu. Orang tua bisa kecewa dan ‘menolak’ kehadiran anak secara psikologis saat tahu anak yang dikandungnya atau bahkan telah dilahirkan ternyata perempuan, misalnya karena ia ingin anak laki-laki. So, siapkan diri menjadi orang tua, mencintai dan menerima takdir jenis kelamin sang anak. 

Bagaimana konten pendidikan seksualitas ini? Sesungguhnya ia tidak berdiri sendiri sebagai sebuah bahasan. Betapa dangkalnya jika pendidikan seksualitas hanya dikaitkan dengan kesehatan reproduksi, perasaan tidak nyaman dan keamanan si anak. Pendidikan seks mestinya menyangkut masalah keyakinan keimanan, ibadah dan juga akhlak. Waah masak sih? Kita meyakini hanya ada dua gender atau jenis kelamin di dunia ini yang diciptakan Tuhan, karena ada dalam kitab suciNya. Terlaknatlah kaum yang membolehkan lelaki menyerupai perempuan dan perempuan menyerupai lelaki atau saling menyukai terhadap yang sejenis. Semua agama sepakat dalam hal ini. Situasi dewasa ini telah membuktikan dengan maraknya kasus HIV/AIDS, yang belum kunjung menemukan pengobatan yang tepat. Penyakit ini diduga karena hubungan seksual sejenis. Keimanan seseorang juga akan menyetir perilakunya, mengekang nafsu dan menjaga kehormatan diri. Yakin kan jika masalah pendidikan seks adalah bagian dari keimanan? 

Menyangkut ibadah, benarkah? Manusia diciptakan untuk menghamba pada Tuhan. Memberikan yang terbaik sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Setiap perbuatannya adalah bagian dari ibadahnya, termasuk cara ia berpakaian, bergaul, berumah tangga dan memiliki anak-anak. Agama telah mengaturnya dengan lumayan rinci. Bahkan dalam Islam diatur cara bersuci dari hadats, najis dan junub setelah melakukan hubungan suami istri. Ada juga doa dan tuntunan dalam berhubungan suami istri sebagai bagian ibadah. Adapun bagian dari pendidikan akhlak, tak diragukan lagi. Ketinggian akhlak akan berpengaruh pada ketinggian peradaban. Generasi yang bualitas tergantung dari pendidikan moral dan perilaku mereka.

Pendidikan seksualitas adalah bagian dari membangun masyarakat yang beradab, jauh dari prilaku seksual menyimpang, pelecehan seksual dan kejahatan seksual. Sebagian bunda lebih suka mengenalkan pendidikan seksual ini dari sudut pandang sains dan anatomi. Saya mengajak untuk melengkapi dengan melihatnya dari sudut pandang ibadah/agama. Nah baca selengkapnya ya…

TAHAP PENDIDIKAN SEKSUAL

a.      Usia 0-2 Tahun Adalah Usia Bayi Pada Masa Penyusuan

Bagaimana pendidikan seksual pada usia ini?

Sekalipun bayi kita seolah belum mengerti apa-apa, sesungguhnya mereka selalu belajar melalui indera dan rasa, maka selayaknya orang tua mulai menanamkan rasa malu dengan cara tidak mengumbar aurat bayi di sembarang tempat. Saat memandikan, mengganti baju, mengganti popok, mencebok bayi, diusahakan dalam ruang tertutup. Jika di tempat terbuka, tutuplah auratnya dari pandangan orang lain dengan selembar kain misalnya. Saat sang ibu menyusui bayi, maka hanya bayinya yang berhak untuk berinteraksi dan melihat aurat bagian atas ibunya. Kakak-kakak bayi yang sudah tidak dalam masa menyusu, sudah tidak berhak untuk melihat nenen bunda.

Penting diketahui bahwa menjadi ibu susu untuk anak lain hanya berlaku saat anak susu masih berusia dibawah dua tahun. Tidak boleh menyusui anak orang lain (menjadi ibu susu) bagi anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Para bunda selayaknya bersiap menyapih anak pada saat usia 2 tahun. Jika ada masa toleransi masa penyapihan, maka usahakan hanya beberapa bulan saja, bukan berbilang tahun. 

Orang tua yang melakukan proses hubungan suami istri, tidak boleh disaksikan oleh anaknya sekalipun masih bayi. Bahkan suaranya pun tidak boleh terdengar oleh bayinya. So, lakukan hanya saat bayi tidur atau saat tak ada bayi/anak dalam ruangan orang tua.

      Prinsip pada masa ini: berusaha menutup aurat anak dan aurat diri. 

b.      Usia 2-4 Tahun Memasuki Masa Penyapihan

Semestinya anak (disebutnya anak, bukan bayi lagi) sudah tidak boleh melihat nenen. Pada usia ini, anak mulai diberikan pemahaman tentang menutup aurat mugholadzoh (aurat berat), yakni qubul dan dubul. Sudut pandang psikologi menyebut usia 1,5 – 3 tahun adalah fase anal dan dilanjut dengan fase uretral. Ditandai dengan matangnya syaraf otot sfingter anus, sehingga anak mulai belajar mengatur berak dan nantinya pipis. Anak kadang memegang-megang alat kelaminnya. Bagaimana sikap yang tepat?Anda dapat mengalihkan tangan anak anda untuk melakukan aktivitas lain yang lebih manfaat seperti melipat kertas, memainkan tali dan mainan lain yang akan menyibukkan dan melatih tangannya. Lakukan dengan lembut. Pada saat yang tepat, beri pengertian untuk untuk tidak banyak menyentuh alat kelaminnya kecuali ada keperluan seperti mau pipis, atau ada keluhan sakit.

Jika anak bertanya mengapa tidak boleh memainkannya? Saatnya anda memberi tahu tentang sopan santun, bagian tubuh yang wajar untuk dilihat dan dipegang. Beberapa perilaku seperti onani dan masturbasi dapat bermula pada masa kanak-kanak karena ketidaksengajaan. Saat mereka merasakan nyaman dan nikmat dengan memainkan alat kelaminnya, maka membuat ketagihan bahkan bisa berlanjut hingga saat dewasa.

Toilet training memasuki saat yang penting untuk tuntas pada masa ini, sehingga anak  belajar mengontrol kapan ia harus BAB dan BAK. Anak diajari untuk tahu dimana dan dengan siapa ia harus meminta tolong melakukan aktivitas tersebut. Beritahukan pada anak, siapa saja orang yang boleh menolongnya. Semua larangan yang berlaku pada masa bayi, terus berlaku pada masa ini, seperti menutup aurat orang tua dan anak.

Saya pernah mendengar orang tua yang mengajak anak mandi bersama. Jika sesekali melakukannya, usahakan lakukan dengan anak yang berjenis kelamin sama dan orang tua tetap memakai baju basahan/baju renang, tidak boleh membuka aurat di depan anak. Jangan memandikan beberapa anak secara bersama-sama dalam keadaan mereka telanjang bulat. Minimal pakaian celana dalam jika terpaksa anak mandi bersama. Misal diantara saudara kandung atau terjadi di PAUD atau tempat pendidikan prasekolah. Hal ini menghindarkan dari mereka saling melihat aurat. 

c.       Usia 4-7 Tahun 

Anak sudah sampai pada pemahaman bahwa dia hanya boleh dicebok dan dilihat auratnya oleh mahram atau pengasuh yang dipercaya (atau ibu guru di sekolah). Seiring proses, anak dilatih untuk melakukan proses istinjak sendiri secara benar. Inilah saat anak mengenal secara istilah dan praktek bahwa prosesi cebok, adalah bagian dari ibadah, yakni bersuci.

Pada saat usianya maksimal 7 tahun, anak semestinya telah pandai melakukannya dengan benar. Mengajari bersuci/istinjak juga bagian dari menjaga kebersihan dan kesehatan alat kelaminnya, selain bahwa itu adalah bagian dari ibadah.Ini juga fase tepat anak belajar untuk dipisahkan tidur dari kamar ortu.Tetap harus diingat bahwa sekalipun anak boleh tinggal/ tidur di kamar ortu, namun dalam proses hubungan suami istri, tetap tidak boleh ada anak di dalam kamar.

Selain itu, anak juga dikenalkan pada area tubuh yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain. Hal ini untuk mencegah anak menjadi korban pelecehan seksual. Sekali lagi bukan hanya tidak boleh disentuh, tapi juga tidak boleh dilihat. Yakni bagian antara pusar dan lutut bagi anak laki-laki dan ditambah bagian dada pada anak perempuan.Bukan hanya alasan tidak nyaman saat anak dilatih untuk menjaga bagian aurat tersebut, namun ini adalah perintah agama. Jika hanya berdasar perasaan tidak nyaman, bisa jadi ada anak-anak yang tetap saja merasa nyaman bahkan senang saat orang lain mengeksplorasi bagian tubuhnya, karena alasan permainan atau alasan bentuk kasih sayang.

Untuk keamanan si anak, ditambahkan area mulut sekalipun bukan bagian dari aurat. Misalnya, sampaikan pada anak: “Bagian ini yang boleh melihat dan memegang hanya ayah dan ibu karena membantumu mandi dan membersihkan diri atau dokter yang memeriksa kamu dengan didampingi ayah atau ibu…”, “Nak, tidak boleh ya orang lain memegang bagian tubuhmu selain tangan dan lutut ke bawah, anak yang sopan juga tidak boleh memegang pantat orang, atau perut, tanpa seijinnya…”

Anak tidak hanya belajar memproteksi diri, namun juga belajar tentang sopan santun pergaulan, dalam perkataan, perbuatan dan menjaga pandangan.Misal kita dalam perjalanan dan melihat ada orang yang pipis sembarangan, apakah orang dewasa atau anak. Ajak anak menjauh dan katakan bahwa yang demikian tak boleh dilihat, apalagi ditiru. Prosesi khitan atau sunat pada anak lelaki sebaiknya dilakukan pada tahap usia ini.

Proses identifikasi gender biasanya mulai usia ini. Ia bertanya dan mulai mengerti perbedaan laki-laki dan perempuan. Bagian dari pendidikan seksual adalah orang tua mengawal masa pembentukan identitas ini agar tidak terjadi penyimpangan. Saat anak melihat tontonan yang merancukan pemahaman gender, lelaki berpakaian dan bertingkah perempuan, atau sebaliknya, apa yang harus dilakukan orang tua? Berikan penjelasan untuk anak, bahwa manusia diciptakan laki-laki dan perempuan, maka masing-masing harus menjalankan perannya dan tidak boleh bertukar karakter atau jenis kelamin. Ajarkan dan contohkan sikap dan pakaian yang sesuai. Eh.. dengan bahasa anak-anak tentunya. Usia 7 tahun adalah salah satu terminal penting. Target pencapaian :

1.      Anak sudah memahami batasan aurat.

2.      Anak memiliki konsep gender yang sesuai antara fisik dan mental psikis.

3.      Anak dapat melakukan proses bersuci/istinjak/cebok secara mandiri dan benar.

4.      Belajar untuk menutup aurat secara sempurna.

5.      Anak mengerti dan mempraktekkan adab pergaulan.

6.      Anak telah dipisahkan tidurnya dari orang tua.

7.      Anak belajar adab meminta ijin memasuki kamar orang tua.

Demikian bahasan kita kali ini, semoga bermanfaat. Yang akan datang akan saya sambung untuk tahapan usia 7-14  tahun.
Terimakasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Tanya-Jawab

1.

🙋 Mba kira2 apa ada prbedaan dlm hal tumbuh kembang fitrah seksualitasnya anak yg ASI dan sufor? Terimakasih 😁

📝 Kontak langsung dengan ibu bisa melekatkan bonding ibu n anak.merupakan proses pertama melekatnya hati ibu n anak

Utk anak usia 0-2thn sbaiknya trs di beri asi karena :

1. Dalam pemberian ASI, sang bayi merasakan adanya Zat yang memberi rizqi, melindungi, merawat, menyayangi dstnya.

2. memberikan ASI secara eksklusif, menghadirkan hati, perhatian, sentuhan, pandangan dsbnya ketika menyusui. Inilah tahap penguatan awal Tauhid Rubbubiyatullah.

Sedangkan sufor
sufor tidak ada bonding dengan ibu, karena yang memberikan sufor bisa selain ibu.  bonding skin to skin
[11/01, 7:54 p.m.] ‪+62 857-3614-4287‬: Tambahan jawaban pertanyaan mbk aprilia

📝 setuju,mb pastilah ada bedanya saat anak menempel di dada ibunya dengan alokasi waktu yang tidak sedikit,selama 2 tahun,sependek pengetahuan kami Allahua’lam bishowab untuk yg tidak memungkinkan mendapatkan asi

2. Pertanyaan mbk neni

Knp kebanyakan anak yg di beri ASI lebih mungil badan nya daripada anak yg diberi sufor apakah ada pengaruh yg signifikan antara sufor dg ASI , anak sufor selalu lebih gemuk sy liat fenomena nya begitu kebanyakan siih

📝 sufor banyak gulanya, bikin gemuk dan rawan obesitas sehingga menghambat tumbuh kembang bayi diantaranya kesulitan merangkak karena keberatan badan

Susu formula lebih mudah dikonsumsi
Karena diberikan dengan botol, susu formula cenderung lebih mudah ditelan oleh bayi. Alhasil, bayi bisa mengkonsumsi susu dengan jumlah yang berlebihan. Hal yang berbeda terjadi jika bayi mengkonsumsi ASI yang membuatnya lebih bekerja keras untuk menghisapnya. Hal ini ternyata mencegah bayi minum susu terlalu banyak.

Susu formula kaya akan protein, lemak, dan gula sehingga tentu bayi akan mendapatkan kalori yang lebih banyak jika mengkonsumsinya. Dalam sebuah penelitian, ditemukan fakta bahwa bayi berusia 3-6 bulan yang mengkonsumsi susu formula memiliki protein 70 persen lebih banyak daripada bayi yang hanya minum ASI. Banyaknya protein ini akan merangsang pelepasan lebih banyak insulin yang bisa berimbas pada bertambahnya lemak pada tubuh bayi.

Tapi ndak.perlu khawatir dg bb bayi asi.
Asal masih dalam batas normal di gravik KMS

Pentingnya ASI memberikan manfaat besar bagi daya tahan tubuh bayi. Bayi yang diberikan ASI eksklusif lebih sehat dibanding bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif karena rentan sakit. “Bayi ASI punya kelebihan, kelihatannya tubuhnya memang lebih kecil, tapi itu balance seimbang sebenarnya, seimbang banget,” tegas Dokter Spesialis Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K).Menurut Wawan, anak ASI jarang yang tumbuh dengan berat badan tak normal atau kurang. Jarang sekali bayi ASI tumbuh menjadi anak yang obesitas.“ASI itu sesuatu yang membuat tubuh anak menjadi balance. Anak-anak itu saat 0-6 bulan bayi, kan cenderung cepat banget naiknya berat badan,” jelasnya.Hal berbeda dengan bayi susu formula. Menurut Wawan, bayi sufor biasanya berat badannya naik tak terkendali.“Tapi kalau diminumin ASI lalu mau dibelokin ke susu formula, biasanya bablas ke atas. ASI itu bukan kelihatan bayinya kurus tapi balance,”

3.

Pertanyaan mbk alfanisa
Curhat dong❓Mbak, sy mau tanya… Sy bertekad menyapih dgn cinta tp blm berhasil 😔 Safeea Uda 2,5th skrg. Sdgkn katanya kan menyusui itu sampai 2thn..  adakah dampak buruknya kalau anak saya melampaui batas fase menyusui 😥🙏🏻

📝 dampak buruknya baru terasa jika ada ‘sundulan’ bayi/ adiknya. Ibu menyusui harus cermat membagi perhatian untuk mereka. Sepenglihatan kami, selain itu baik-baik saja. Tentu perlu sounding ke bayi menjelang 2 tahun dan kesabaran ibu juga dukungan keluarga terdekat seperti suami dan neneknya. Menyapih tahap awal anak mandiri. Ia belajar memutuskan kapan saat yang tepat ia berhenti menyusu dari ibunya

4.

Mengenai WWL mb. Ada point saat anak siap. Nah kesiapan seperti apa contohnya y mb ?
balita saya 2,5 th blm lepas asi. Saya terangkan pelan2 bahwa itu aurat ayo di tutup karena malu. Kalau tenang dia bisa Paham dan Mengulangi perkataan saya. Nah saat wkt tdr akhirnya drama tangisan di mulai. Sedangkan ada mb nya yang 4th mau tidur jadi juga terganggu dan rewel jamaah 🙈. Sedangkan ayah kerja shift kdg tidak bersama saat jam tidur.

Bagaimana solusi untuk keadaan ini mb? Mengingat dua balita dg dua kondisi 🙈

📝 Kesiapan anak misalnya tdk dilakukan saat anak sedang sakit

Disouding jika skrg sdh besar. Belajar minum dr gelas ya.

Dikurangi secara bertahap

Ini pengalaman saya saat wwl 2 krucil.

1. Sounding jauh2 hari. Bahwa adek sdh besar, skrg bljr mengurangi nenen, diganti minum pakai gelas.

2. Dikurangi bertahap. Awal krucil dikondisikan tdk nenen saat di luar rmh. Next step hanya boleh nenen kalau mau tidur (siang dan malam). Next steo boleh nenen saat mau tidur malam aja.
Pelan2 jangan terburu2.

3. Biasanya paling menantang di step trkhr. Anak bs galau klo tidur malam tanpa nenen. Maklum, 2 thn ini jd aktivitas rutin yg menenangkan dan menyenangkab buat mereka. Kadang bs rewel. Ayah bs ambil peran disini. Plus cari subtitusinya. Dulu pernah nemu mereka bs tidur dg dipukpuk pantatnya. Trus ganti dibersihkan tlinganya pelan dg cotton bud. Trkhr setel murotal ar rahman suara syeikh al mishary. Dan ini terus berlaku sampai hari ini. Gbs tdr klo gak denger murothal. Meskipun lg holiday atau tidur di tenda saat berkemah.

4. Dilakukan saat anak siap, misal tdk sedang sakit dsb.

5. Hindari dusta. Seperti kasih pait2an, obat merab, disuwuk dsb. Mulainya baik dan dg cinta. Diakhiri pun harus dg baik dan penuh cinta. Bukan justru meninggalkan luka bahkan trauma.

6. Bundanya jg harus siap. Krn seringkali yg gak siap justru bundanya hehe. Maka dg step bertahap, pelan dan tdk buru2, slain bagus buat anak jg bagus buat bunda. Agar PD tdk kesakitan krn produksi asinya jg berkurang secara bertahap.

7. Bismillah ajarkan ke anak stop nenen juga sbg bentuk patuh sama allah. niatkan ibadah.

5. 

1. Sejak umur berapa si kaka tidak boleh melihat aurat bunda yg sedang menyusui adek?

2. Adakah batasan aurat bayi yang baru lahir yang tidak boleh terlihat orang lain?

3. Apabila ada satu dan lain hal yang menyebabkan bunda tidak bisa memenuhi persusuan sampai genap 2 tahun, bagaimana caranya mengganti sisa waktu yang kurang tersebut agar anak bisa terpenuhi fitrah seksualitasnya?

📝 No 1

Sjak anak sdh di katakan anak.bukan lagi balita

Batasan aurat wanita di depan mahramnya, sesama wanita dan anak kecil yang belum mengerti aurat wanita adalah sebatas tempat-tempat perhiasannya, yaitu kaki sampai bawah betis (tempat perhiasan gelang kaki), tangan sampai lengan (tempat perhiasan cincin dan gelang lengan) dan kepala sampai leher (tempat perhiasan anting dan kalung).

2. Sbaiknya dari bayi kita menanamkan rasa malu kpd ank.. sperti di artikel di atas

no 3 sebaiknya kita mengungkapkan pernyataan maaf kita kepada sang anak dan lebih arifnya melakukan proses tazkiyatun nafs untuk kebaikan bersama

6.
Mbak, bagaimana sounding agar dia mau memutuskan lepas sendiri ?

Selama ini saya tanya “kapan Fikri berhenti ASI ?”
Dia jawab “2 tahun”
“Fikri kan sudah 2 tahun sekarang”
“Belum”

📝 Adek sudah besar ya… sdh bs blaa bla bla sendiri. Hebat euy

Krn sdh besar, kita skrg latihan minum pakai gelas ya
Boleh nenen bunda kalau drmh aja ya
Next step, boleh nenen kalau mau bobok drmh
Next step boleh nenen klo mau bobok malam
Finally, sapih sepenuhnya
Anak gak shock. Bunda jg gak sakit krn perubahan drastis di PD

7.
Diartikel disebutkan bahwa, sebaiknya kita tidak berhubungan dengan suami disamping bayi kita. Lakukan saat bayi tidur atau pindah ke kamar lain.
Nah, sebenarnya usia berapakah anak bisa menyimpan memori ini?
Setahu saya gak ada seorangpun yang ingat saat ereka menyusu ke ibunya.

📝 Sejak lahir bayi sdh bs menyimpan memori. Tersimpannya di sinaps

📝Memang kita tidak bisa mengingat masa masa bayi kita, tetapi alam bawah sadar kita merekam dan menyerap semua kejadian disekeliling kita yg akan bisa muncul biasanya dengan bantuan ahli

Pertanyaan

Jd ngga ada efek psikologis atau sosialnya ngge mbk?? 🙄  Paling efek ngga enaknya skrg  gigitannya bikin payudara cuil 😩

📝Tipsnya pasang muka lempeng
Jgn heboh saat anak gigit krn ia anggap mamanya lg ngajak bercanda

Gigit lagi deh

Berhasil untuk 2 kakak

: saat puting digigit, ibu pasang muka lempeng ✅

Tambahan

WWL sukses tandanya happy ending ibu dan ananda
Anak tdk trauma jg tdk membenci (puting) ibunya
Diawali dg cinta, diakhiri jg dg cinta.

8.
Sampek usia brp anak mandi bareng dgn ortu terutama ibu krn lebih sering bersama ibu? Soalnya Izam (3 thn) masih mandi bareng sama saya..mohon penjelasannya kelompok 7😊

📝 Tentu sah-sah saja kita mandi bersama si kecil, apa pun alasan dan tujuannya. Namun, perhatikan usia anak. Jika usianya masih 1-2 tahun, mungkin relatif aman karena ia belum lancar berbicara dan sosialisasinya pun belum meluas. Hingga, tipis kemungkinan ia akan menyebarluaskan kepada orang-orang luar tentang apa yang dilihatnya saat mandi bersama.

Namun bila usianya menjelang 3 tahun, “biasanya anak sudah mulai lancar berbicara dan ia pun mulai banyak bergaul, hingga bisa saja ia menyebarluaskan ‘pengetahuan’nya itu kepada teman-teman di lingkungan sosialisasinya.” Terlebih, apa yang dilihatnya selama mandi bersama merupakan sesuatu yang istimewa atau setidaknya berbeda dengan apa yang umumnya dilihat anak-anak. Disamping, ia pun ingin mendapat tanggapan dari teman-temannya hingga ia akan merasa bangga menjadi sosok yang lebih tahu dibanding teman-teman sebayanya.

Jadi, mulai usia 2 tahun sebaiknya acara mandi bersama tak diteruskan. Bahkan, sekalipun kita tak keberatan si kecil ngomongin bagian-bagian tubuh kita kepada teman-temannya. Soalnya, seiring kemampuan berbicara si kecil yang mulai lancar, rasa ingin tahunya pun makin berkembang, hingga ia jadi makin banyak bertanya, termasuk hal-hal yang menyangkut seksualitas. Nah, sudah siapkah menjawab pertanyaan-pertanyaannya?

📝 Kalo diartikel ada tulisan begini:

Saya pernah mendengar orang tua yang mengajak anak mandi bersama. Jika sesekali melakukannya, usahakan lakukan dengan anak yang berjenis kelamin sama dan orang tua tetap memakai baju basahan/baju renang, tidak boleh membuka aurat di depan anak. Jangan memandikan beberapa anak secara bersama-sama dalam keadaan mereka telanjang bulat. Minimal pakaian celana dalam jika terpaksa anak mandi bersama. Misal diantara saudara kandung atau terjadi di PAUD atau tempat pendidikan prasekolah. Hal ini menghindarkan dari mereka saling melihat aurat.

9.
Anak saya 3thn alhamdulillah sudah lulus tahap menjaga, menutup aurat…  Hanya saja ketika bertemu Family (sepupu), dan main dirumahnya,  sepupu ini seumurannya suka gak mau pakai Celana seusai mandi, dan suka mainin penisnya…   Anak saya tanya “ummik..  Mas ___ kok gak malu ummik?” saya kikuk jawabnya dan jawab sekenanya… Sepertinya kemaluannya gatel/sakit mungkin dan saya alihkan anak saya ke yg lain… Bagaimana seharusnya bersikap ya…. Kalau menemui hal seperti ini lagi😭

📝 Bs disampaikan mungkin mas blm paham kalau tdk boleh mainin penis. Krn kuman bs masuk dan penis nya jd gatal atau sakit.

Nanti bunda bilang ke tante ya biar bilaangin mas

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.